Sarmuji Dilantik Jadi Menperin Gantikan Agus Gumiwang, Ini PR untuk Industri Otomotif
Muhammad Sarmuji resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, membawa sejumlah agenda kebijakan yang berdampak langsung ke industri otomotif seperti insentif EV dan TKDN.
Berita.co – Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Dalam prosesi tersebut, Sarmuji mengucapkan sumpah jabatan yang dibacakan langsung oleh Presiden Prabowo.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Sarmuji.
Sarmuji sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.
Kini ia mengemban tugas memimpin Kementerian Perindustrian (Kemenperin), lembaga yang menjadi regulator kunci untuk kebijakan industri termasuk otomotif.
PR di Sektor Otomotif yang Menanti Sarmuji
Kemenperin mengawal sejumlah kebijakan yang langsung bersentuhan dengan industri otomotif, mulai dari insentif kendaraan listrik (EV), penetapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga peta jalan ekosistem manufaktur ramah lingkungan.
Sejumlah isu krusial disebut menanti sentuhan kebijakan Sarmuji, yaitu kepastian keberlanjutan insentif kendaraan listrik, penguatan rantai pasok komponen lokal, standardisasi emisi, serta strategi mendongkrak kembali daya beli pasar otomotif baik roda empat maupun roda dua.
Sarmuji juga diharapkan menjaga iklim investasi manufaktur tetap kondusif dan kompetitif, mengingat posisi Indonesia sebagai basis produksi sekaligus hub ekspor kendaraan bermotor di Asia Tenggara.
Koleksi Kendaraan Sarmuji dalam LHKPN
Di luar jabatan barunya, catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Sarmuji untuk periode 2025, yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 3 April 2026, turut memperlihatkan daftar alat transportasi yang ia miliki.
Dalam laporan itu, nilai aset kendaraan dan mesin Sarmuji tercatat Rp6.203.994.375. Kendaraan dengan nilai paling rendah adalah sepeda motor Honda Beat tahun 2015 senilai Rp1,425 juta, yang menurut laporan diperoleh dari hasil sendiri.
Ia juga memiliki Toyota Innova Mini Bus tahun 2018 senilai Rp72,25 juta, minibus Toyota tahun 2021 senilai Rp252.381.875, dan minibus Honda tahun 2022 senilai Rp309.187.500, sebagaimana tercantum dalam laporan yang dirangkum CNN Indonesia.
Aset transportasi dengan nilai paling besar dalam daftar itu bukan kendaraan darat, melainkan kapal laut/perahu bernama Jeanita Kapal Spob tahun 2017 senilai Rp5.568.750.000, berstatus hasil sendiri.
Total harta kekayaan Sarmuji dalam LHKPN tercatat Rp20.584.024.083, dengan utang sebesar Rp5.652.379.397, sehingga harta bersihnya menjadi Rp14.931.644.686.
