Harga motor listrik nasional atau Molinas sedang disiapkan pemerintah supaya bisa ditebus di bawah Rp20 juta per unit. Simulasi awal bahkan menyebut angka mulai Rp18 jutaan, tapi status itu masih berupa kajian, belum jadi keputusan final.
Simulasi Harga Molinas Turun dari Rp26 Juta ke Rp18 Jutaan
Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Atong Soekirman mengungkap simulasi ini dalam diskusi BIG Industrial Insight di Jakarta, seperti dilaporkan Gridoto pada 25 Agustus 2026. Menurut Atong, simulasi harga Molinas sempat berada di kisaran Rp26 juta, lalu ditekan ke sekitar Rp18 juta dengan asumsi produksi mencapai 1 juta unit per tahun.
Atong menegaskan angka itu masih sebatas exercise, bukan keputusan final. Kalau spesifikasi motor ditambah, harganya bisa naik lagi dari estimasi tersebut. Pernyataan ini disampaikan Atong saat ditemui di Jakarta pada 20 Agustus 2026. Pemerintah sendiri juga belum menetapkan besaran maupun mekanisme insentif untuk mendukung harga Molinas itu, meski Atong memastikan insentif motor listrik tetap akan ada.
Aismoli Tunggu Kepastian Aturan, Insentif Ditarget Mulai September 2026
Isu insentif ini juga jadi sorotan Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia atau Aismoli. Menurut laporan OtoDream, Aismoli menyambut positif rencana pemerintah menghidupkan kembali insentif pembelian motor listrik mulai September 2026, tapi masih menunggu regulasi resmi soal mekanisme, kriteria penerima, dan periode program.
PR & Event Executive Aismoli Riniwaty Sinaga menyampaikan hal itu pada 25 Agustus 2026. Menurut Riniwaty, kepastian aturan penting supaya konsumen tidak menunda pembelian karena masih menunggu insentif, dan supaya industri bisa merencanakan produksi serta investasi dengan lebih baik.
Riniwaty menyebut kapasitas produksi motor listrik nasional saat ini sudah lebih besar dibanding permintaan pasar, jadi industri sebenarnya siap kalau insentif kembali berjalan. Dia juga mengingatkan produsen supaya tidak menjadikan subsidi sebagai satu-satunya daya tarik, produk tetap harus punya kualitas dan nilai yang membuat konsumen mau beli.
Rencana insentif ini sebelumnya disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dengan target paling cepat berlaku September 2026. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga sempat melontarkan wacana subsidi Rp5 juta untuk pembelian motor listrik, meski angka itu belum dikonfirmasi jadi keputusan resmi.
Yang Masih Perlu Kamu Pastikan Sebelum Insentif Berlaku
- Harga Rp18 jutaan untuk Molinas masih simulasi, belum harga resmi yang bisa kamu pakai buat budgeting.
- Besaran dan mekanisme insentif belum diputuskan pemerintah, termasuk soal siapa yang berhak menerima.
- Target mulai berlaku September 2026 berasal dari pernyataan Menkeu, bukan aturan resmi yang sudah terbit.
- Wacana subsidi Rp5 juta dari Menperin juga belum jadi angka final.
Kalau kamu memang berencana beli motor listrik dalam waktu dekat, keputusan paling aman adalah menunggu aturan resminya terbit dulu sebelum menghitung ulang budget. Kalau kebutuhanmu mendesak dan tidak bisa menunggu sampai September 2026, hitung harga motor listrik yang sudah tersedia sekarang tanpa mengandalkan insentif yang belum pasti, supaya rencana pembelianmu tidak bergantung pada kebijakan yang masih bisa berubah.