Teknologi

Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp3 Juta, Target 100 Ribu Unit di Akhir 2026 Dinilai Realistis

Pemerintah menyesuaikan besaran insentif pembelian motor listrik dari rencana awal Rp5 juta per unit menjadi Rp3 juta per unit, mulai berlaku Senin, 24 Agustus 2026. Bersamaan dengan itu, target penyaluran motor listrik hingga akhir tahun ditetapkan di angka 100 ribu unit.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan beli motor listrik dalam waktu dekat, dua angka ini yang menentukan seberapa besar potongan harga yang bisa kamu dapat dan seberapa realistis pasokan unitnya sampai akhir tahun.

Insentif Rp3 juta dinilai masih mendorong minat beli

Riniwaty Sinaga, Public Relation & Event Executive Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), mengatakan penyesuaian insentif dari Rp5 juta menjadi Rp3 juta per unit tetap memberikan dampak positif bagi pasar, meski daya dorongnya berbeda dari rencana semula. Pernyataan itu disampaikan Riniwaty saat dihubungi Bloomberg Technoz, Senin (24/8/2026).

Insentif Rp3 juta tetap akan membantu memperkecil selisih harga dan mendorong minat konsumen, meskipun daya dorongnya tentu tidak akan sebesar ketika insentifnya Rp5 juta, kata Riniwaty.

Menurut Riniwaty, kepastian regulasi dari pemerintah jadi kunci utama menjaga minat beli masyarakat. Kalau mekanisme dan teknis implementasi di lapangan belum jelas, konsumen berisiko bersikap wait and see, alias menunda keputusan pembelian. Soal proyeksi kenaikan penjualan sampai akhir tahun, Aismoli sendiri belum memasang angka target pasti dan memilih bersikap realistis.

Target 100 ribu unit dianggap sesuai kapasitas industri

Yusuf Rendy Manilet, peneliti sekaligus ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, menilai target penyaluran 100 ribu unit motor listrik sampai akhir 2026 realistis. Angka itu, menurutnya, mencerminkan sikap pemerintah yang menyesuaikan target dengan kapasitas industri domestik yang belum besar.

Target 100 ribu unit juga menunjukkan bahwa pemerintah masih realistis terhadap kapasitas industri domestik yang belum besar. Sejumlah produsen lokal baru mampu memproduksi puluhan ribu unit per tahun, kata Yusuf, Senin (24/8/2026).

Yusuf menambahkan, keberhasilan transisi ke kendaraan listrik tidak cuma soal insentif. Kapasitas produksi, infrastruktur pengisian daya, dan kepastian kebijakan sama pentingnya supaya transisi ini lebih menarik secara ekonomi buat konsumen.

Artinya buat kamu yang lagi mempertimbangkan motor listrik

Kalau kamu menunggu insentif Rp5 juta seperti rencana awal, angka itu sudah tidak berlaku. Yang tersedia sekarang Rp3 juta per unit, dan menurut Aismoli potongan ini tetap memperkecil selisih harga dengan motor bensin meski tidak sebesar rencana semula.

Soal ketersediaan unit, target 100 ribu unit sampai akhir tahun disebut realistis karena disesuaikan dengan kapasitas pabrik lokal, jadi bukan angka yang dipaksakan di atas kemampuan produksi saat ini.

Detail mekanisme klaim insentif dan syarat penerima sebaiknya kamu cek langsung ke kanal resmi pemerintah sebelum memutuskan, karena kedua sumber di atas menyebut kepastian aturan pelaksanaan masih jadi faktor penentu.

Roni Eka Setiawan

Roni Eka Setiawan

Editor

Menulis kanal Teknologi di Berita.co. Backend engineer di Airpaz, sebelumnya web platform engineer di Bank Rakyat Indonesia dan Kompas Gramedia, jadi spesifikasi dan komparasi gadget di sini ditulis dari sudut orang yang tiap hari bekerja dengan teknologinya.

linkedin.com View all articles