Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Harga Minyak Batasi Ruang Penguatan
Rupiah menguat tipis pada pembukaan Jumat, 30 Oktober 2026, seiring turunnya indeks dolar AS. Dalam sepekan, kurs JISDOR Bank Indonesia masih tercatat melemah 59 poin.
Berita.co – Rupiah dibuka menguat ke kisaran Rp18.121 hingga Rp18.123 per dolar AS pada perdagangan Jumat pagi, 30 Oktober 2026. Penguatannya tipis, sekitar 14 sampai 16 poin atau 0,08 hingga 0,09 persen dari penutupan sebelumnya.
Data Bloomberg mencatat rupiah dibuka di Rp18.121, naik dari posisi penutupan Rp18.137 per dolar AS. Gerak ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS pagi itu.
Posisi rupiah dibanding kurs acuan Bank Indonesia
Kurs JISDOR Bank Indonesia pada 29 Oktober 2026 berada di Rp18.128 per dolar AS. Level pembukaan Jumat pagi berarti sekitar 7 poin lebih kuat dari kurs acuan tersebut.
Dalam sepekan, rupiah justru cenderung melemah menurut data JISDOR di situs resmi Bank Indonesia. Kurs acuan bergerak dari Rp18.069 pada 23 Oktober ke Rp18.128 pada 29 Oktober, melemah 59 poin atau sekitar 0,33 persen.
Titik terlemah pekan ini tercatat pada 28 Oktober di Rp18.183 per dolar AS. Penguatan Jumat pagi baru mengembalikan rupiah ke kisaran awal pekan, belum ke level 23 Oktober.
Sentimen yang menahan penguatan
Dorongan penguatan datang dari luar negeri, yaitu indeks dolar AS yang turun setelah data inflasi Amerika Serikat keluar tidak lebih tinggi dari perkiraan pasar. Won Korea Selatan dan ringgit Malaysia menguat sekitar 0,32 persen, sementara peso Filipina naik 0,29 persen.
Mata uang negara maju juga menguat terhadap dolar AS, termasuk franc Swiss 0,35 persen dan euro 0,15 persen. Dolar Singapura naik 0,12 persen, sedangkan yuan China hanya menguat 0,03 persen.
Analis DOO Financial Futures Lukman Leong menilai ruang penguatan rupiah masih sempit. “Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan oleh harga minyak dunia yang kembali naik, dengan WTI mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan,” ujarnya kepada CNN Indonesia.
Lukman juga menyebut aksi jual bersih investor asing dan lemahnya pasar saham domestik ikut membebani rupiah. Ia memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Hitungan untuk kebutuhan dolar
Selisih puluhan poin terasa pada transaksi besar seperti pembayaran impor, biaya kuliah, atau perjalanan ke luar negeri. Pada kurs Rp18.121, kebutuhan 1.000 dolar AS setara Rp18,12 juta, sementara pada kurs Rp18.183 per 28 Oktober nilainya Rp18,18 juta.
Bedanya sekitar Rp62.000 untuk setiap 1.000 dolar AS. Pada batas atas proyeksi Lukman di Rp18.200, kebutuhan yang sama menjadi Rp18,2 juta, atau Rp79.000 lebih mahal dari kurs pembukaan.
Kurs JISDOR adalah kurs acuan, jadi cek kurs jual di bank atau tempat penukaran pilihanmu sebelum bertransaksi. Kebutuhan dolar yang belum mendesak bisa dipantau dulu terhadap rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 tadi.

