TERKINI
Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang///
Ekonomi

Deflasi Adalah: Pengertian, Penyebab, Dampak ke Uangmu, dan Contoh Nyata di Indonesia

Deflasi adalah turunnya harga barang dan jasa secara terus-menerus. Pahami bedanya dengan disinflasi dan resesi, cara membaca angkanya, dan dampaknya ke belanja, tabungan, serta cicilanmu.

apa itu deflasi

Berita.co – Harga yang turun terdengar menguntungkan, tetapi saat berita deflasi muncul kamu mungkin bertanya apakah perlu menunda belanja atau melunasi cicilan lebih cepat. Sebelum memutuskan, pahami dulu apa itu deflasi dan seberapa jauh dampaknya ke dompetmu.

Deflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa turun secara terus-menerus dalam suatu periode. Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi, dan penjelasan lengkap soal inflasi bisa kamu baca di artikel inflasi adalah.

Apa itu deflasi?

Penurunan harga satu barang dalam sehari belum tentu disebut deflasi, karena kata kuncinya adalah turun terus-menerus dalam suatu periode. Penurunan itu juga dilihat pada harga barang dan jasa secara umum, bukan pada satu barang saja.

Bayangkanlah sebuah ilustrasi berupa harga beras yang turun dari Rp18.500 ke Rp16.500, lalu ke Rp15.000 per liter. Angka dan satuan itu hanya contoh dalam penjelasan tersebut, bukan data harga beras di pasar.

Kalau inflasi membuat uangmu bisa membeli lebih sedikit barang, deflasi membuat uang yang sama bisa membeli lebih banyak. Kedengarannya enak untuk pembeli, tetapi dampaknya ke ekonomi secara keseluruhan tidak sesederhana itu.

Istilah yang mirip dengan deflasi dan maknanya

Deflasi sering tertukar dengan disinflasi dan resesi, padahal ketiganya mengukur hal yang berbeda. Tabel berikut merangkum perbedaannya, lengkap dengan inflasi sebagai pembanding.

IstilahApa yang berubahContoh tanda
InflasiHarga barang dan jasa naik terus-menerusIndeks harga lebih tinggi dari periode sebelumnya
DeflasiHarga barang dan jasa turun terus-menerusIndeks harga lebih rendah dari periode sebelumnya
DisinflasiHarga masih naik, tetapi kenaikannya melambatInflasi tahunan turun dari 2,12% menjadi 1,84%
ResesiAktivitas ekonomi melemah, bukan ukuran hargaPenjualan dan produksi turun, PHK bertambah

Contoh disinflasi pernah terlihat pada 2024, saat inflasi tahunan turun dari 2,12% (yoy) pada Agustus menjadi 1,84% (yoy) pada September. Angka itu berasal dari data BPS yang dimuat dalam siaran pers bank sentral, dan harga pada periode itu tetap naik dibanding setahun sebelumnya walaupun lajunya melambat.

Baca Juga:  BI Akui Modal Asing Keluar Usai Dokumen Konsultasi MSCI, Persiapkan Langkah Stabilisasi Rupiah

Resesi berbeda karena istilah ini menyangkut melemahnya aktivitas ekonomi, bukan naik turunnya harga. Penjelasan resesi dan disinflasi di bagian ini adalah penjelasan penulis untuk memudahkan perbandingan, tanpa ambang angka resmi.

Apa saja penyebab deflasi?

Secara umum, deflasi muncul ketika permintaan turun, pasokan berlebih, atau harga komoditas jatuh. Ketiga pemicu itu membuat penjual menurunkan harga supaya barangnya tetap laku.

Permintaan bisa turun saat banyak orang menahan belanja, sementara pasokan bisa berlebih saat hasil produksi melimpah dalam waktu bersamaan. Harga komoditas yang jatuh ikut menekan harga barang yang memakai komoditas itu sebagai bahan baku.

Contoh nyata datang dari kelompok pangan pada September 2024, ketika pasokan naik karena musim panen hortikultura. Harga cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras turun sehingga kelompok pangan bergejolak mengalami deflasi.

Untuk membaca penyebabnya, harga biasanya dipilah ke dalam tiga kelompok komponen. Pembagian ini membantu kamu melihat apakah penurunan harga datang dari pasar, dari musim, atau dari kebijakan.

  • Inti, yaitu kelompok harga yang bergerak mengikuti permintaan dan penawaran secara umum.
  • Pangan bergejolak (volatile food), yaitu harga bahan pangan yang mudah naik turun karena musim dan pasokan.
  • Harga yang diatur pemerintah (administered price), yaitu harga yang besarannya ditetapkan atau diatur pemerintah.

Bagaimaan dampak deflasi ke uangmu?

Penjelasan yang dikutip di awal artikel ini juga menggambarkan rantai dampak deflasi terhadap ekonomi. Rantainya dimulai dari keputusan pembeli dan bisa berakhir pada perlambatan ekonomi.

  1. Pembeli menunda belanja karena berharap harga turun lagi.
  2. Penjual kehilangan pendapatan karena barangnya tidak terjual.
  3. Stok barang menumpuk.
  4. Produsen mengurangi produksi.
  5. Pengurangan produksi bisa berujung pada PHK.
  6. Ekonomi melambat.
Baca Juga:  Rupiah Menguat Senin 12 Oktober 2026, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Pendorong

Untuk keputusan sehari-hari, tabel berikut merangkum arti deflasi bagi belanja, tabungan, dan cicilanmu. Isinya adalah penjelasan penulis, bukan ketentuan resmi, jadi sesuaikan dengan kondisi keuanganmu.

Pos keuanganSaat harga turunHal yang perlu diperhatikan
BelanjaUang yang sama bisa membeli lebih banyak barangPenurunan bulanan seperti 0,12% pada September 2024 terlalu kecil untuk dijadikan alasan menunda kebutuhan pokok
TabunganDaya beli tabungan naik selama harga turunManfaat ini hilang bila penghasilanmu ikut turun dan tabungan terpakai untuk kebutuhan rutin
Cicilan tetapJumlah angsuran tidak ikut turunNilai riil utang terasa lebih berat bila pendapatanmu ikut turun

Cicilan tetap paling perlu diwaspadai, karena angsuran tidak berubah walaupun harga barang dan pendapatan usaha turun. Kalau kamu sedang menimbang pinjaman usaha, pelajari dulu syarat KUR BRI supaya besaran cicilan sesuai kemampuan bayarmu.

Cara membaca angka deflasi

Angka deflasi dihitung dari perubahan indeks harga, bukan dari harga satu barang. Contoh berikut memakai angka bulat sebagai ilustrasi hitungan, bukan data resmi.

  1. Misalkan indeks harga pada bulan pertama adalah 100,00.
  2. Pada bulan berikutnya, indeks turun menjadi 99,88.
  3. Selisihnya adalah 99,88 dikurangi 100,00, yaitu minus 0,12.
  4. Selisih itu dibagi indeks awal 100,00, lalu dikali 100%, sehingga hasilnya minus 0,12%.

Hasil minus berarti terjadi deflasi sebesar 0,12% dalam periode itu. Kalau hasilnya plus, artinya terjadi inflasi.

Perhatikan juga dua singkatan yang hampir selalu menyertai angka ini. Mtm (month to month) membandingkan harga dengan bulan sebelumnya, sedangkan yoy (year on year) membandingkan harga dengan bulan yang sama setahun sebelumnya.

Kedua ukuran itu bisa menunjukkan arah yang berbeda pada bulan yang sama. Contoh paling jelasnya terjadi di Indonesia pada September 2024.

Baca Juga:  Rupiah Melemah ke Rp18.187 per Dolar AS Jelang Keputusan The Fed

Pernah terjadi di Indonesia

Indonesia mencatat deflasi 0,12% (mtm) pada September 2024, sementara inflasi tahunannya tetap 1,84% (yoy). Kedua angka ini bersumber dari data BPS dalam siaran pers yang sama dengan contoh disinflasi di atas.

Pendorong utamanya adalah kelompok pangan bergejolak yang mengalami deflasi 1,34% (mtm), lebih dalam dari deflasi 1,24% (mtm) pada bulan sebelumnya. Penyumbangnya adalah cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras.

Artinya, harga pada September 2024 turun dibanding Agustus 2024, tetapi masih lebih tinggi dibanding September 2023. Inilah alasan berita deflasi bulanan tidak otomatis berarti harga lebih murah dari tahun sebelumnya.

Sebagai pembanding, data BPS untuk September 2026 yang dimuat dalam siaran pers bank sentral berikutnya mencatat inflasi 0,30% (mtm) dan 3,28% (yoy). Angka tahunan itu berada di dalam sasaran inflasi 2,5% plus minus 1%.

Cara pemerintah dan BI menjaga harga

Pengendalian harga tidak dijalankan bank sentral sendirian. Bank Indonesia, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah berkoordinasi lewat Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Selain koordinasi itu, bank sentral memakai kebijakan moneter dan pemerintah memakai kebijakan fiskal untuk menjaga harga tetap stabil. Tujuannya menjaga inflasi di dalam sasaran, sehingga harga tidak naik terlalu cepat dan tidak turun terus-menerus.

Kalau penghasilanmu stabil, deflasi bulanan yang sesaat bukan alasan untuk menunda kebutuhan. Kalau penghasilanmu ikut turun, prioritaskan dana darurat dan pembayaran cicilan sebelum belanja lain.

Untuk menilai apakah penghasilanmu benar-benar tumbuh dibanding harga, bandingkan kenaikan upahmu dengan angka inflasi dan pelajari juga penjelasan UMP adalah. Artikel ini bersifat edukasi dan bukan nasihat keuangan, jadi sesuaikan setiap keputusan dengan kondisi keuanganmu sendiri.

Berita Terkait

Bisnis · Bank Indonesia