TERKINI
Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang///
Bisnis

Rupiah Melemah ke Rp18.187 per Dolar AS Jelang Keputusan The Fed

Rupiah melemah ke kisaran Rp18.173 hingga Rp18.187 per dolar AS pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026. Pasar sedang menunggu rapat FOMC, harga minyak masih tinggi, dan investor asing menjual saham.

Berita.co – Nilai tukar rupiah melemah ke kisaran Rp18.173 hingga Rp18.187 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi, 28 Oktober 2026. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di Rp18.156 per dolar AS.

Rupiah dibuka turun 17 sampai 18 poin, atau sekitar 0,1 persen. Data Bloomberg mencatat pelemahan sempat melebar ke Rp18.187, turun 31 poin atau 0,17 persen.

Tekanan dari FOMC, minyak, dan dana asing

Pasar menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada Rabu malam waktu AS. Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan bersikap hawkish, dan perkiraan itu mendorong indeks dolar AS naik.

“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah di tengah kenaikan indeks dolar AS akibat antisipasi sikap hawkish The Fed dalam pertemuan FOMC malam ini,” kata analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong. Menurut dia, harga minyak yang masih tinggi dan aksi jual bersih investor asing di pasar saham domestik juga membebani rupiah.

Ekonom BCA David Sumual menyebut kejutan dari penyedia indeks global MSCI sebagai faktor tambahan. Kepada Liputan6, dia mengatakan pasar obligasi domestik khawatir harga minyak yang tinggi akan menekan harga obligasi sekaligus kurs rupiah.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyoroti ketegangan di Timur Tengah. Menurut dia, konflik yang melibatkan Iran telah mengganggu pelayaran komersial di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, dua jalur penting perdagangan energi global.

Pergerakan mata uang Asia pagi itu bervariasi. Ringgit Malaysia menguat 0,13 persen dan peso Filipina menguat 0,14 persen, sedangkan won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam di kawasan.

Tren sepekan menurut kurs JISDOR

Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia menunjukkan rupiah sudah melemah beberapa hari berturut-turut. Menurut situs resmi Bank Indonesia, JISDOR berada di Rp17.986 per dolar AS pada 21 Oktober 2026, lalu naik bertahap hingga Rp18.139 pada 27 Oktober 2026.

Baca Juga:  Inflasi Adalah: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Cara Menghitung

Dalam rentang itu, rupiah melemah Rp153 per dolar AS atau sekitar 0,85 persen. Pada 23 Oktober, JISDOR sudah berada di Rp18.069, dan pada 26 Oktober di Rp18.116.

Untuk tagihan senilai 1.000 dolar AS, selisih tersebut setara Rp153.000. Dengan kurs JISDOR 21 Oktober, kebutuhannya Rp17.986.000, sedangkan dengan kurs 27 Oktober menjadi Rp18.139.000.

Hitungan ini memakai kurs referensi JISDOR. Angka akhirnya tetap mengikuti kurs jual bank tempat kamu bertransaksi.

Proyeksi rentang rupiah

Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Untuk jangka pendek, Ekonom Bank Danamon Faiz Irman memproyeksikan rentang yang lebih lebar, yaitu Rp18.100 hingga Rp18.300.

Pelaku usaha dengan kewajiban dolar dalam waktu dekat bisa memakai batas atas Rp18.300 per dolar AS saat menyusun anggaran. Kurs JISDOR harian di situs Bank Indonesia bisa menjadi patokan untuk memantau arah rupiah setelah FOMC.

Berita Terkait

Bisnis · Bank Indonesia