Mobil

Pabrik BYD Subang Resmi Beroperasi, Kejar TKDN 60% dan Investasi Rp16 Triliun

Pabrik perakitan domestik BYD di Subang, Jawa Barat resmi mulai berproduksi pada Kamis, 3 September 2026. Peresmian ini menandai babak baru ekspansi BYD di pasar kendaraan listrik Indonesia, lengkap dengan revisi nilai investasi dan target kandungan komponen lokal yang lebih agresif.

PT BYD Motor Indonesia mengonfirmasi nilai investasi pengembangan fasilitas di Subang naik dari sebelumnya Rp11,2 triliun menjadi Rp16 triliun, menurut pemberitaan kumparan.com pada Kamis (3/9). Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menjelaskan kenaikan itu berasal dari kalkulasi menyeluruh atas ekosistem industri yang dibangun BYD, bukan cuma gedung pabriknya saja.

Karena ini berurusannya dengan informasi publik yang berkaitan dengan kepemerintahan, dia secara numbers itu juga memperhatikan ekosistem investasi yang ada. Salah satunya kita punya part center, kita juga punya distribution center, logistik, hingga jaringan penunjang ekosistem manufacturer.

Menurutnya, angka Rp11,2 triliun yang beredar di awal cuma mencakup bangunan pabrik. Nilai Rp16 triliun tercatat resmi lewat sistem Online Single Submission (OSS) sehingga realisasinya dipantau langsung oleh pemerintah. Dengan nilai investasi sebesar itu, pabrik Subang diproyeksikan menjadi salah satu basis produksi terbesar BYD di kawasan Asia Tenggara.

Target TKDN 60% Mulai Januari 2027

Selain soal investasi, BYD juga menegaskan komitmen mengejar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60% mulai Januari 2027. President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyampaikan hal ini di sela peresmian, sebagaimana dilaporkan Gridoto.

Tahun 2027 sudah di depan mata, persiapan matang tengah dikebut, termasuk dengan merangkul lebih banyak pelaku usaha lokal serta industri komponen domestik untuk masuk ke dalam rantai pasok global mereka.

Ekspansi ini juga berdampak ke penyerapan tenaga kerja. Sudah lebih dari 5.000 teknisi lokal dilibatkan, dengan proyeksi naik hingga 20.000 teknisi seiring peningkatan kapasitas produksi. Sebanyak 1.000 di antaranya sudah menjalani pelatihan langsung di kantor pusat BYD di China.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita turut memaparkan peta jalan nasional untuk peningkatan TKDN kendaraan listrik roda empat.

Model BYD yang Dirakit di Subang

Untuk tahap awal, lini produksi lokal difokuskan pada model-model dengan volume penjualan terbesar di Indonesia. Luther menyebut tiga model yang sudah masuk jalur perakitan domestik:

  • BYD Atto 3
  • BYD M6, tersedia dalam dua varian penggerak, EV dan DM (Dual Mode/Hybrid)
  • MPV mewah Denza, yang terindikasi mulai disiapkan masuk ke perakitan lokal secara bertahap

Pada saat ini kami memang secara perlahan-lahan mulai membuat produk-produk itu diproduksi secara domestik khususnya yang menyumbang volume cukup signifikan, yaitu Atto 3, M6, dan ada dalam waktu dekat sekali yang cukup favorit.

Strategi ini mengedepankan efisiensi manufaktur, jalur perakitan diatur agar bisa menangani beberapa model sekaligus. BYD menargetkan kebutuhan unit pasar domestik ke depannya bisa sepenuhnya dipasok dari fasilitas Subang.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan BYD Atto 3 atau M6, kedua model itu sekarang statusnya sudah masuk jalur rakitan lokal, jadi ketersediaan unit berpotensi lebih stabil dibanding saat masih impor utuh.

Kalau kamu menunggu Denza, catat bahwa posisinya masih tahap awal perakitan bertahap, jadi belum ada kepastian jadwal peluncuran resmi ke pasar. Soal harga, TKDN 60% baru ditargetkan tercapai Januari 2027, jadi efeknya ke harga jual dan insentif kendaraan listrik kemungkinan baru terasa signifikan setelah target itu tercapai, bukan dalam waktu dekat.

Rendy Andriyanto

Rendy Andriyanto

Administrator

Menulis kanal Otomotif di Berita.co. Praktisi SEO dengan pengalaman 8 tahun lebih di industri berita, otomotif, dan produk finansial, termasuk dua tahun menangani Hyundai Motorstudio Senayan Park dan membangun situsnya, hyundai.motorstudio.co.id.

linkedin.com View all articles