PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan pabrik perakitannya di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat, pada Kamis, 3 September 2026. Peresmian ini menutup babak lebih dari dua tahun BYD mengandalkan kendaraan impor utuh atau Completely Built Up (CBU) untuk memenuhi pasar Indonesia.
Fasilitas yang berdiri di lahan seluas 126 hektare ini punya kapasitas produksi maksimal 150.000 unit per tahun. Seluruh tahapan produksi utama, mulai dari stamping, welding, painting, hingga assembly, sekarang dikerjakan di dalam negeri. Jumlah pekerja di pabrik ini sudah lebih dari 5.000 orang, dan menurut KOMPAS.com, angka itu berpotensi naik jadi lebih dari 20.000 pekerja lokal saat pabrik beroperasi pada kapasitas penuh.
Nilai investasi pabrik ini disebut mencapai Rp11,6 triliun, menurut CNN Indonesia. Model pertama yang diproduksi di fasilitas ini adalah BYD M6 DM, dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen.
Kenapa Pabrik Ini Baru Berdiri Sekarang
Vice President BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan pabrik Subang adalah bagian dari rencana panjang BYD di kendaraan energi baru. Ke KOMPAS.com ia menyebut ini realisasi dari impian “30 tahun yang lalu”, sementara ke kumparan ia menyebut angka “hampir 40 tahun”. Angka pastinya berbeda di tiap wawancara, tapi pesannya sama, ini bukan keputusan mendadak.
BYD berhenti memproduksi mobil berbahan bakar konvensional sejak 2022 dan sepenuhnya beralih ke lini New Energy Vehicle (NEV), baik kendaraan listrik berbasis baterai maupun teknologi elektrifikasi lain. Secara global, penjualan BYD mencapai 4,6 juta unit sepanjang 2025, dengan akumulasi 17,8 juta unit terjual hingga Agustus 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita hadir dalam peresmian dan menyebut fasilitas ini sebagai simbol lahirnya harapan bagi industrialisasi nasional lewat penciptaan ekosistem industri otomotif. Ia juga mengaitkan keputusan BYD membangun pabrik di Jawa Barat dengan pertumbuhan ekonomi provinsi ini yang mencapai 5,73 persen year on year. Agus berharap investasi BYD tidak berhenti di pabrik saja, tapi meluas ke ekosistem kendaraan listrik yang lebih besar.
Apa Artinya untuk Kamu yang Lagi Mempertimbangkan Mobil Listrik
Kalau kamu sedang mempertimbangkan BYD sebagai opsi mobil listrik berikutnya, tiga hal dari peresmian ini yang relevan buat keputusanmu.
- TKDN dan potensi insentif. Model pertama dari pabrik ini, BYD M6 DM, punya TKDN di atas 40 persen. Kalau kamu mengejar mobil listrik dengan insentif pemerintah yang mensyaratkan komponen lokal, ini poin yang perlu kamu cek lebih detail ke dealer resmi saat model tersebut mulai dijual.
- Jaringan purna jual yang sedang diperluas. BYD menargetkan kerja sama dengan 100 mitra diler tahun ini dan berambisi menjadi 200 mitra tahun depan, lengkap dengan pembangunan jaringan charging station khusus penggunanya. Kalau prioritasmu adalah kemudahan servis dan pengisian daya di kotamu, cek dulu apakah ekspansi ini sudah menjangkau wilayahmu sebelum membeli.
- Belum ada perubahan harga resmi. Peresmian pabrik ini belum disertai pengumuman harga baru untuk model yang sudah beredar. Kalau prioritasmu adalah harga saat ini, keputusanmu belum perlu berubah karena produksi lokal.
Kalau prioritas kamu adalah dukungan purna jual dan potensi insentif dari TKDN, produksi lokal BYD ini jadi sinyal positif yang perlu kamu pantau perkembangannya lewat dealer resmi. Kalau prioritas kamu murni harga di pasar sekarang, belum ada perubahan yang perlu direspons karena harga OTR belum diumumkan berubah akibat peresmian pabrik ini.