BYD Recall 32.009 Shark 6 di Australia dan 183 Ribu Qin dan Tang di China
BYD menarik 32.009 unit Shark 6 di Australia karena ban cadangan berisiko terlepas, dan 183 ribu unit Qin dan Tang di China karena cacat bantalan pedal rem. Ini yang perlu kamu cek kalau BYD masuk daftar pertimbanganmu.
Berita.co – BYD menjalankan dua kampanye penarikan kendaraan sekaligus di dua pasar berbeda, keduanya diberitakan pada 23 September 2026. Di Australia, seluruh populasi pikap plug-in hybrid Shark 6 sebanyak 32.009 unit ditarik karena ban cadangan berisiko terlepas saat mobil berjalan.
Di China, 183 ribu unit Qin dan Tang ditarik karena cacat pada bantalan penahan pedal rem. Tidak satu pun dari model itu dijual resmi di Indonesia, tapi dua kasus ini tetap relevan kalau BYD masuk daftar pertimbanganmu.
Shark 6 di Australia: 32.009 unit, masalahnya ban serep bisa copot
Recall ini mencakup seluruh varian Shark 6 yang dijual di Australia, yaitu Premium, Performance, dan Dynamic. Rinciannya 28.543 unit Premium, 2.100 unit Performance, dan 1.366 unit Dynamics, dengan rentang produksi 29 Agustus 2024 sampai 15 Juni 2026.
Ban cadangan Shark 6 ditempatkan di kolong bodi belakang. Risikonya, ban itu bisa terlepas saat mobil dikendarai, dan itu berbahaya bukan cuma buat pengemudinya tapi juga kendaraan di belakangnya. Penyebabnya ada tiga:
- Keausan tidak wajar pada kabel penopang ban cadangan akibat gesekan terus-menerus saat mobil berjalan.
- Pemasangan ban cadangan yang keliru, baik dari pabrik maupun saat perawatan.
- Posisi tray atau wadah ban cadangan yang tidak pas, ditambah torsi pengencangan baut yang kurang memadai.
Instruksi sementara dari pabrikan, pemilik diminta melepas ban cadangan dari dudukannya sampai perbaikan resmi dikerjakan. Penggantian komponen digratiskan dan diklaim hanya butuh sekitar 30 menit. Pemberitahuan dikirim lewat email dan aplikasi resmi BYD, dan disediakan situs khusus untuk mengecek apakah sebuah unit termasuk terdampak.
Untuk perbaikan permanennya, BYD Australia memasang komponen penahan ban cadangan dengan desain dan struktur baru yang lebih kuat.
Qin dan Tang di China: 183 ribu unit, masalahnya bantalan pedal rem
Kasus kedua jauh lebih besar dari sisi jumlah unit. Mengutip Electrive dan laporan regulator pasar China, ada cacat produksi pada sejumlah bantalan penahan pedal rem yang bisa membuat komponen itu sobek atau terlepas seiring masa pemakaian. Efek lain yang mungkin muncul, lampu rem terus menyala meski pedal tidak sedang diinjak.
Model yang terdampak adalah Qin dan Tang dengan tahun produksi 2014 sampai 2022, totalnya 183 ribu unit. Komponen bermasalah itu diganti gratis lewat kampanye penarikan.
Kasus ini muncul di tengah gelombang recall lain di industri otomotif China. Sebelumnya Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, dan Zeekr menghadapi masalah gagang pintu mekanis yang sulit diakses saat situasi darurat, sampai otoritas setempat mengeluarkan kebijakan pembaruan.
Yang perlu kamu bandingkan kalau BYD masuk daftar pertimbangan
Dua recall ini tidak menyentuh unit yang dijual resmi di Indonesia. Qin dan Tang produksi 2014 sampai 2022 bukan model yang dipasarkan di sini, dan Shark 6 baru sebatas diisukan masuk. Jadi jangan langsung diterjemahkan sebagai peringatan untuk unit BYD yang kamu lihat di dealer Indonesia.
Ada tiga hal yang bisa kamu ambil dari dua kasus ini:
- Recall adalah sinyal proses, bukan otomatis vonis kualitas. Pabrikan yang menarik unit lebih cepat dengan instruksi yang jelas justru lebih mudah kamu lacak daripada yang diam.
- Kalau kamu mempertimbangkan model yang baru masuk Indonesia, cek dulu apakah model yang sama pernah kena recall di pasar lain dan komponen apa yang bermasalah. Informasi ini lebih berguna daripada membaca kesan satu unit saja.
- Untuk model dengan ban cadangan di kolong, seperti pikap dan sebagian SUV, minta bengkel mengecek kondisi kabel penopang dan dudukan ban serep saat servis berkala. Titik ini jarang dilihat pemilik.
Kalau prioritasmu keamanan jangka panjang, yang layak kamu tanyakan ke dealer adalah riwayat recall model itu di pasar asalnya dan bagaimana jalur klaimnya di Indonesia. Kalau prioritasmu biaya, tetap hitung biaya kepemilikan di luar masa garansi, karena penggantian gratis hanya berlaku untuk unit dan komponen yang memang masuk daftar recall.
