TERKINI
Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam/// Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam///
Otomotif

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman 18-21 Hari, Harga Pertalite Ditahan sampai Akhir 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut cadangan BBM nasional berada di kisaran 18-21 hari per akhir September 2026, sementara harga Pertalite dipastikan tidak naik sampai akhir tahun meski Pertamax tetap mengikuti pergerakan ICP.

Berita.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih berada di level aman, yakni 18 sampai 21 hari, di tengah gejolak geopolitik global yang masih menekan harga minyak dunia. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, dan mulai ramai dikutip media pada Rabu, 23 September 2026.

Ini bukan angka baru. Bahlil sebelumnya, pertengahan September 2026, juga menyebut stok BBM nasional ada di kisaran 18-20 hari setelah rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan Dewan Energi Nasional (DEN). Yang berubah dari pernyataan terbaru adalah konteksnya, pemerintah sekaligus menegaskan harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun.

Stok BBM Aman, tapi Kenapa Harga Pertamax Tetap Naik Turun?

Bahlil membedakan dua mekanisme harga BBM secara tegas. BBM bersubsidi seperti Pertalite harganya ditahan sampai akhir 2026, sesuai arahan langsung Presiden Prabowo. Sementara BBM nonsubsidi seperti Pertamax mengikuti mekanisme pasar lewat indikator Indonesian Crude Price (ICP).

“Harga BBM nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tetapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi,” kata Bahlil, dalam pernyataan yang disampaikan kepada wartawan dan dikutip media pada Selasa, 22 September 2026.

Artinya, kalau kamu pakai Pertamax atau BBM nonsubsidi lain, harga di SPBU bisa naik saat harga minyak mentah dunia terkerek, misalnya akibat gangguan di jalur seperti Selat Hormuz, dan bisa turun kalau ICP terkoreksi. Bahlil juga kembali meminta masyarakat dari kelompok ekonomi menengah ke atas tidak memakai BBM subsidi, dengan alasan alokasi itu seharusnya untuk kelompok yang lebih berhak.

Jenis BBMContohStatus Harga sampai Akhir 2026
BersubsidiPertaliteDitahan, tidak naik (arahan Presiden Prabowo)
NonsubsidiPertamaxMengikuti ICP, bisa naik atau turun

Rencana Bensin dari Batu Bara, Bahlil Jelaskan Alasannya

Di luar soal stok dan harga, Bahlil juga merespons arahan Presiden Prabowo yang mendorong pengembangan bahan bakar dari batu bara. Pernyataan ini disampaikan dalam acara donor darah memperingati Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Balai Sudirman, Jakarta, pada Senin, 21 September 2026.

Menurut Bahlil, langkah itu adalah upaya mengoptimalkan seluruh potensi energi domestik di tengah ketidakpastian geopolitik. Ia menyebut teknologi untuk mengubah batu bara berkalori rendah menjadi gas atau minyak sudah diterapkan di beberapa negara, salah satunya China, dan sejumlah perusahaan disebutnya sudah menawarkan kerja sama teknologi serupa ke Kementerian ESDM. Ini penting dicatat sebagai pernyataan pejabat soal arah kebijakan dan penjajakan kerja sama, bukan kepastian teknis atau jadwal produksi massal.

Selain batu bara, pemerintah juga disebut sedang mengkaji pencampuran etanol ke bensin secara bertahap, dari E10 sampai E50. Rencana ini disebut sejalan dengan penghentian impor solar sejak 1 Juli 2026 setelah penerapan biodiesel B50, bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Kalau prioritasmu memastikan bujet bensin bulanan tetap stabil, kendaraan yang bisa jalan dengan Pertalite jadi pilihan yang lebih mudah diprediksi sampai akhir 2026. Kalau kendaraanmu memang mensyaratkan RON tinggi seperti Pertamax, siapkan slot anggaran ekstra karena harganya bergerak mengikuti ICP, bukan angka tetap.

Berita Terkait

Otomotif · Bahlil Lahadalia