TERKINI
Apa Itu Web3? Pengertian, Cara Kerja, Contoh, dan Keterbatasan/// Hashim Tepis Narasi Indonesia Gelap karena Utang, Sebut Rp10.000 Triliun Ekonomi Belum Tercatat/// KPK Taksir Kerugian Negara Kasus Cukai Terkait PT Djarum Capai Triliunan Rupiah/// Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa dan Pabrik Baterai CATL dan Antam/// DFSK Pakai Emblem Baru untuk Kendaraan Komersial, Spesifikasi Tidak Berubah/// Apa Itu Web3? Pengertian, Cara Kerja, Contoh, dan Keterbatasan/// Hashim Tepis Narasi Indonesia Gelap karena Utang, Sebut Rp10.000 Triliun Ekonomi Belum Tercatat/// KPK Taksir Kerugian Negara Kasus Cukai Terkait PT Djarum Capai Triliunan Rupiah/// Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa dan Pabrik Baterai CATL dan Antam/// DFSK Pakai Emblem Baru untuk Kendaraan Komersial, Spesifikasi Tidak Berubah///
Bisnis

Prabowo Segera Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa dan Pabrik Baterai CATL dan Antam

Pemerintah menyiapkan peresmian 1.413 titik listrik desa program 2025, kemungkinan besar di Sulawesi, sementara hampir 11 ribu desa dan dusun masih belum berlistrik. Pabrik baterai CATL dan Antam juga sudah berproduksi dan segera diresmikan.

Berita.co – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan 1.413 titik program listrik desa tahun 2025 dalam waktu dekat, dengan Sulawesi sebagai lokasi yang paling mungkin. Rencana ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai melapor kepada Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dalam pertemuan yang sama, Bahlil melaporkan pabrik baterai hasil kerja sama CATL dan Antam sudah mulai berproduksi dan segera diresmikan. Tanggal pasti kedua peresmian belum diumumkan pemerintah.

1.413 titik dari hampir 11 ribu desa dan dusun

Bahlil menyebut hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia belum memiliki akses listrik.

“Kemungkinan besar kita akan lakukan di Sulawesi. Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini,” kata Bahlil.

Dibandingkan angka hampir 11 ribu itu, 1.413 titik setara sekitar 12,8 persen. Dengan asumsi satu titik melayani satu desa atau dusun, masih ada sekitar 9.600 desa dan dusun yang menunggu jaringan listrik.

Pemerintah menargetkan seluruh desa teraliri listrik pada periode 2029 hingga 2030. Peta jalannya, menurut Bahlil, menuntaskan listrik untuk 1.400 desa pada 2025 dan lebih dari 4.000 desa pada 2026.

Kendala utamanya ada di geografi dan keekonomian, terutama di pegunungan, kepulauan, dan dusun terisolasi. PLN kerap harus membangun jaringan sepanjang satu kilometer hanya untuk melayani sekitar 100 rumah.

Dua jalur: jaringan desa dan bantuan pasang baru

Pemerataan listrik berjalan lewat dua jalur. Jalur pertama membangun infrastruktur jaringan listrik desa, sedangkan jalur kedua adalah Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk warga kurang mampu.

BPBL menyasar rumah tangga yang terkendala biaya pemasangan baru, yang menurut Bahlil mencapai Rp2 juta per rumah. Pada 15 Oktober 2026, Bahlil meresmikan bantuan BPBL di Dusun Krajan, Desa Muara Baru, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat.

Baca Juga:  RI Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, Bahlil: Masih dalam Batas Kontrak

Pemetaan wilayah dan rumah tangga yang belum berlistrik dilakukan lewat kerja sama pemerintah daerah dan PLN.

Pabrik CATL dan Antam masuk ekosistem baterai

Peletakan batu pertama pabrik baterai CATL dan Antam dilakukan Prabowo setahun lalu, dan kini pabrik itu sudah mulai berproduksi. “Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” ujar Bahlil.

Bahlil menyebut pabrik ini menjadi pabrik baterai mobil ketiga di Indonesia. Dua lainnya adalah fasilitas milik Hyundai, yang disebutnya berkapasitas awal 10 giga, dan pabrik di Halmahera dengan investasi dari Tiongkok yang baru diresmikan.

Menurut Bahlil, rantai produksinya kini terhubung dari tambang, smelter, HPAL, prekursor, katoda, hingga sel baterai. Ia menilai integrasi ini bagian dari upaya hilirisasi yang didorong pemerintah.

Berita Terkait

Bisnis · Bahlil Lahadalia