Suzuki e-Sky Resmi Meluncur, Pakai Baterai BYD 26 kWh
Suzuki resmi memperkenalkan e-Sky, kei car listrik pertamanya yang pakai baterai BYD 26 kWh dengan jarak tempuh 310 km, dan dijual mulai Rp240 jutaan di Jepang.
Berita.co – Suzuki resmi mengumumkan e-Sky, mobil listrik kei car pertamanya, pada awal Oktober 2026. Suzuki menggandeng BYD untuk urusan baterai, sementara platform EV dan sistem penggerak eAxle digarap sendiri oleh Suzuki.
Kei car adalah mobil mungil khas Jepang dengan dimensi dan kapasitas mesin yang dibatasi aturan. e-Sky jadi langkah resmi pertama Suzuki masuk ke segmen kei car listrik, setelah selama ini dominan di kei car bermesin bensin.
Baterai lithium iron phosphate (LFP) 26 kWh yang dipakai e-Sky berasal dari teknologi BYD, pabrikan asal China yang juga punya kei car listrik saingan, BYD Racco.
Menggunakan baterai 26 kWh itu, e-Sky diklaim bisa menempuh jarak hingga 310 km berdasarkan pengujian WLTC. Suzuki menargetkan e-Sky jadi kei car listrik paling terjangkau di Jepang, dengan harga mulai 2.120.000 yen, setara sekitar Rp240 jutaan memakai kurs konversi sekitar 1 yen = Rp113,1.
Baterai dan Jarak Tempuh, e-Sky vs BYD Racco
Kalau kamu penasaran seberapa dekat e-Sky dengan rivalnya yang juga pakai baterai BYD, tabel ini merangkum selisihnya.
| Spesifikasi | Suzuki e-Sky | BYD Racco (baterai 22,4 kWh) | BYD Racco (baterai 35,84 kWh) |
|---|---|---|---|
| Kapasitas baterai | 26 kWh (LFP) | 22,4 kWh (LFP) | 35,84 kWh (LFP) |
| Jarak tempuh (WLTC/WLTP) | 310 km | 210 km | 320 km |
| Bobot | 1.030 kg | 1.160 kg | 1.220-1.230 kg |
| Panjang x lebar x tinggi | 3.395 x 1.475 x 1.625 mm | 3.395 x 1.475 x 1.800 mm | 3.395 x 1.475 x 1.800 mm |
| Jarak sumbu roda | 2.460 mm | 2.520 mm | 2.520 mm |
Bobot e-Sky yang lebih ringan jadi salah satu alasan jarak tempuhnya bisa mendekati varian BYD Racco berbaterai lebih besar, meski kapasitas baterainya sendiri di tengah-tengah dua varian Racco.
Harga dan Varian e-Sky di Jepang
Suzuki menjual e-Sky dalam tiga varian, semuanya pakai sistem penggerak 2WD dan baterai 26 kWh yang sama. Bedanya ada di fitur dan kelengkapan. Rincian harganya sebagai berikut.
| Varian | Harga (yen) | Estimasi harga (rupiah) |
|---|---|---|
| A | 2.120.000 | sekitar Rp240 jutaan |
| G | 2.390.000 | sekitar Rp270 jutaan |
| X | 2.790.000 | sekitar Rp315 jutaan |
Varian A adalah yang paling murah dan lebih diarahkan untuk kebutuhan korporasi lewat sistem pemesanan khusus, tanpa fitur pengisian daya cepat demi menekan harga. Varian X di posisi tertinggi mendapat kelengkapan paling lengkap, termasuk fitur bantuan berkendara yang lebih banyak.
Suzuki menargetkan penjualan gabungan ketiga varian ini mencapai 1.000 unit per bulan.
Catatan penting, angka harga di atas masih dalam konteks pasar Jepang dan belum bisa dijadikan patokan kalau e-Sky dipasarkan di Indonesia, karena belum ada pengumuman resmi soal itu.
Platform EV dan Fitur Kelistrikan Tambahan
e-Sky dibangun di atas platform EV khusus bernama HEARTECT-e, yang dirancang untuk menghasilkan bodi ringan dan rigid. Sistem penggeraknya memakai eAxle yang mengintegrasikan motor listrik, inverter, dan gir reduksi dalam satu unit kompak. Suzuki juga membekalinya dengan sistem pengereman regeneratif yang bekerja bersama rem konvensional.
Konsumsi energinya tercatat 97 Wh/km berdasarkan pengujian WLTC, rinciannya 73 Wh/km di dalam kota, 88 Wh/km di luar kota, dan 113 Wh/km di jalan tol. Suzuki mengklaim angka ini terbaik di kelas kei EV berdasarkan data internal per Oktober 2026.
Pada varian tertentu, e-Sky dilengkapi AC power outlet 100 volt berdaya sampai 1.500 watt, plus kemampuan V2L dan V2H sehingga energi baterai bisa dipakai untuk perangkat elektronik atau disalurkan ke rumah lewat perangkat yang kompatibel.
Fitur tersebut berguna buat kamu yang sering berkemah atau butuh sumber listrik cadangan saat kondisi darurat.
Fitur Keselamatan dan Kabin
Untuk keselamatan, e-Sky mengandalkan paket Suzuki Safety Support, mencakup Dual Sensor Brake Support II, departure notification, sign recognition, lane departure warning dan prevention, drowsiness warning, serta automatic high beam.
Pada varian tertentu ditambah adaptive cruise control, lane keeping assist, dan kamera monitor 360 derajat.
- Meter digital 4,2 inci yang menampilkan kecepatan, kondisi baterai, dan konsumsi energi.
- Display audio 10,1 inci pada konfigurasi tertentu dengan konektivitas smartphone.
- Sistem navigasi yang memperhitungkan sisa daya baterai dan menyarankan lokasi pengisian.
- Jok belakang lipat konfigurasi 50:50, port USB Type-C, serta AC otomatis, keyless push-start, lampu kabin LED, seat heater, dan steering wheel heater di grade tertentu.
Kapan e-Sky Mulai Dijual?
e-Sky dijadwalkan mulai dijual di Jepang pada 16 November 2026. Artinya, model ini sudah diperkenalkan dan pemesanannya sudah dibuka, tapi penjualan resminya baru mulai di tanggal tersebut.
Kalau prioritas kamu adalah jarak tempuh dan harga paling murah, varian A dengan 310 km dan banderol sekitar Rp240 jutaan (konteks Jepang) yang paling masuk akal dibandingkan BYD Racco bertenaga setara.
Kalau prioritas kamu fitur kelistrikan tambahan seperti V2L, V2H, dan paket bantuan berkendara paling lengkap, varian G atau X lebih relevan karena fitur itu baru tersedia di grade tertentu. Sampai ada pengumuman resmi soal Indonesia, semua angka di atas masih spesifik untuk pasar Jepang.

