Houthi Dituding Serang Bandara Riyadh, Kemenhaj Minta WNI dan Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada
Pasca serangan di Bandara Internasional King Khalid Riyadh pada 10 Oktober 2026 yang dituding dilakukan Houthi, Kemenhaj meminta WNI dan jemaah umrah di Arab Saudi waspada dan memantau sumber resmi.
Berita.co – Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu, 10 Oktober 2026, membuat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengeluarkan imbauan waspada untuk warga negara Indonesia (WNI) dan jemaah umrah yang berada di Arab Saudi. Imbauan ini disampaikan di Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026.
Serangan itu menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang lainnya, mengutip keterangan Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA).
GACA menyebut serangan terjadi di tengah rangkaian serangan yang masih berlanjut terhadap fasilitas penerbangan sipil di Arab Saudi, dan operasional bandara dihentikan sementara untuk penilaian kerusakan serta pemeriksaan keselamatan. GACA menambahkan bahwa pihaknya masih berupaya memastikan jumlah pasti korban luka.
Angka korban yang beredar belum seragam. Liputan6 mencatat jumlah korban tewas sebanyak 13 orang akibat serangan tersebut, berbeda dari angka 12 orang yang dilaporkan otoritas Saudi di atas. Kedua angka ini sama sama belum disatukan dalam satu rilis resmi tunggal dari pemerintah Saudi.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyatakan, dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu, 11 Oktober 2026, belum ada laporan WNI yang menjadi korban meninggal maupun luka dalam serangan tersebut.
“Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut,” demikian pernyataan KBRI Riyadh.
Houthi dituding, situasi di lapangan mencekam

Pemerintah Arab Saudi dan sekutunya menuding kelompok Houthi dari Yaman, yang disebut mendapat dukungan Iran, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini.
Mengutip kantor berita AFP, menuliskan kesaksian warga Riyadh yang mendengar ledakan keras hingga merasakan bandara berguncang, serta penumpang yang berlarian menyelamatkan diri di terminal saat kejadian.
Sejumlah penumpang transit yang penerbangannya dialihkan ke Dammam dan Jeddah mengaku terlantar tanpa kejelasan informasi dari otoritas setempat, menurut laporan yang sama.
Warga setempat juga mengeluhkan sikap tertutup otoritas Arab Saudi soal insiden keamanan selama tiga bulan terakhir, yang menurut mereka memperbesar rasa cemas di tengah eskalasi konflik bersenjata dengan Houthi, kelompok yang kerap meluncurkan rudal dan drone ke infrastruktur strategis Saudi termasuk fasilitas penerbangan publik.
Imbauan Kemenhaj untuk WNI dan jemaah umrah
Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha meminta WNI yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” kata Ichsan di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.
Ichsan juga meminta WNI tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tidak menyebarluaskan kabar yang bisa menimbulkan keresahan. Kemenhaj meminta masyarakat mengutamakan informasi resmi dalam menentukan aktivitas maupun rencana perjalanan selama berada di Arab Saudi.
Kalau kamu sedang berada di Arab Saudi sebagai jemaah umrah, Kemenhaj meminta kamu tetap berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan, dan mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat. PPIU juga diminta memastikan kondisi jemaahnya terpantau dan menyampaikan informasi penting secara berkala.
Kalau kamu belum berangkat, Kemenhaj meminta kamu terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan PPIU untuk memastikan jadwal, status penerbangan, serta kesiapan keberangkatan. Jangan ragu meminta penjelasan ke PPIU kalau ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan, dan jangan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Berikut sumber resmi yang perlu kamu cek secara berkala, menurut imbauan Kemenhaj per Senin, 12 Oktober 2026:
- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh
- Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah
- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
- Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing masing
Sampai pernyataan KBRI Riyadh dikonfirmasi pada Minggu, 11 Oktober 2026, belum ada laporan WNI yang menjadi korban dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid. Kamu tetap perlu memantau kanal resmi di atas karena informasi soal korban dan situasi keamanan masih bisa berkembang.

