Harga Minyak Brent Naik Lagi ke US$109 per Barel pada 21 Oktober 2026
Brent kembali ke kisaran US$109 per barel pada Rabu, 21 Oktober 2026, setelah turun di sesi Selasa. Serangan kapal di sekitar Hormuz, serangan Houthi ke fasilitas Aramco, dan stok minyak AS yang anjlok jadi pendorongnya.
Berita.co – Harga minyak mentah Brent naik lagi ke kisaran US$109 per barel pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026, setelah sempat turun di sesi Selasa.
Pemicunya serangan terhadap kapal di sekitar Selat Hormuz, serangan kelompok Houthi ke fasilitas minyak Arab Saudi, dan stok minyak mentah Amerika Serikat yang turun lebih dalam dari perkiraan.
Angka Brent dan WTI per sesi
Angka yang beredar Rabu pagi berbeda tipis. Supaya kamu tidak bingung, ini urutannya.
| Waktu | Brent | WTI |
|---|---|---|
| Penutupan Selasa, 20 Oktober 2026 (Rabu pagi WIB) | US$108,79, turun 0,7% (kontrak Desember) | US$101,79, turun 1,8% (kontrak November, berakhir Selasa); kontrak Desember US$98,28, turun 26 sen |
| Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 00.14 GMT (07.14 WIB) | US$109,48, naik 0,6% (kontrak Desember) | US$98,46, naik 0,65% |
| Perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026, dalam laporan yang terbit pukul 11.05 WIB | US$109,64, naik 85 sen atau 0,78% | US$98,58, naik 76 sen atau 0,78% |
Di sesi itu, Brent sempat menyentuh US$111,99 dan WTI November sempat di US$110,48 sebelum keduanya ditutup lebih rendah.
Kenapa sempat turun di hari Selasa?
Brent sempat mencapai level tertinggi dalam lima bulan pada Selasa, 20 Oktober 2026, lalu terkoreksi tipis. Koreksi itu terjadi setelah pejabat Iran terlihat bertemu mediator di Pakistan. Pasar berharap ada kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Harapan itu tertahan lagi. Pihak Iran menegaskan kepada Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan bahwa tidak akan ada perundingan dengan Washington sebelum tuntutan Teheran dipenuhi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, juga menyatakan pada Selasa bahwa Teheran akan merespons setiap serangan Amerika dengan tindakan yang setara atau lebih keras.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan pada bulan ini bahwa pasukan Amerika tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November.
Kenapa naik lagi di hari Rabu?
Kenaikan Rabu datang dari kekhawatiran pasokan Timur Tengah. Ada tiga faktor yang disebut:
- Serangan kapal di Selat Hormuz: Perusahaan pelacak kapal Kpler mencatat setidaknya 18 serangan terhadap kapal dalam dua pekan terakhir. Garda Revolusi Iran menyatakan pada Selasa bahwa kapal tanker yang dianggap melanggar aturan terbakar setelah menghantam ranjau laut. Satu laporan menyebut satu kapal super tanker di selatan Selat Hormuz, laporan lain menyebut dua kapal tanker.
- Serangan meluas ke luar Hormuz: Analis LSEG menyebut serangan terhadap kapal tanker sudah menjangkau selatan Teluk Oman. Ini mengancam pemuatan minyak di luar kawasan Teluk Arab dan transfer minyak antarkapal.
- Serangan Houthi ke Arab Saudi: Pada Senin, 19 Oktober 2026, Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, serta bandara Riyadh dan Abha. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pihaknya belum menerima tanggapan dari Arab Saudi maupun Houthi atas tawaran Teheran untuk membantu memediasi perundingan damai.
Stok minyak Amerika Serikat ikut menekan pasokan
Data American Petroleum Institute (API) mencatat stok minyak mentah AS turun 4,93 juta barel pada pekan yang berakhir 16 Oktober 2026. Estimasi analis sebelumnya hanya 1,3 juta barel. Penurunan dalam tiga pekan terakhir dikaitkan dengan terganggunya produksi di kawasan Pesisir Teluk akibat Badai Isaias.
Untuk periode yang sama, jajak pendapat terhadap delapan analis memperkirakan stok minyak mentah AS turun rata-rata sekitar 800 ribu barel. Data API biasanya jadi indikator awal sebelum laporan resmi EIA yang dirilis Rabu waktu setempat.
Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS juga dilaporkan berada di level terendah dalam 44 tahun, akibat pelepasan cadangan darurat secara beruntun. Dua pejabat Departemen Energi AS mengatakan pemerintah sedang bekerja sama dengan kilang di berbagai negara untuk menambah produksi bahan bakar, di tengah kekurangan pasokan diesel.
Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga, menilai penguatan WTI kontrak jangka pendek menjelang masa kedaluwarsa sebagai tanda ketatnya pasokan global. Menurutnya, keputusan AS mengecualikan armada bayangan Rusia dari sanksi kemungkinan menurunkan biaya angkut, sehingga minyak mentah AS kembali diperhitungkan sebagai pengganti minyak Timur Tengah.
Pantauan selanjutnya
Dua sesi terakhir menunjukkan harga bergerak mengikuti dua arah kabar, diplomasi menekan harga, serangan dan data stok mendorongnya naik. Kalau kamu memantau harga minyak karena biaya bahan bakar atau logistik bisnismu, ada tiga hal yang bisa kamu cek.
- Kalau laporan resmi EIA mengonfirmasi penurunan stok sebesar angka API, faktor pasokan yang mendorong harga naik makin kuat.
- Kalau ada kemajuan nyata dalam mediasi Iran, Arab Saudi, dan Houthi, pola koreksi seperti sesi Selasa bisa terulang.
- Kalau serangan kapal terus meluas ke Teluk Oman, risiko gangguan pemuatan minyak di luar Teluk Arab ikut naik.
Angka di artikel ini adalah harga kontrak berjangka pada jam yang disebutkan di tabel. Harga bisa berubah cepat sepanjang sesi, jadi cek ulang angka terakhir sebelum kamu memakainya untuk perhitungan apa pun.

