TERKINI
Penjualan Ritel Daihatsu Kuartal III 2026 Naik 10%, Ditopang Gran Max Series/// BGN Mulai Uji Coba MBG Skema Prasmanan ala Jepang di Lebih dari 60 Dapur/// Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.917 per Dolar AS, JISDOR BI Ikut Naik/// KPK Periksa Kakak Ridwan Kamil sebagai Saksi, Dalami Pembelian Mobil Volvo/// Danantara Pangkas Jumlah BUMN dari 1.074 Jadi 354 Perusahaan/// Penjualan Ritel Daihatsu Kuartal III 2026 Naik 10%, Ditopang Gran Max Series/// BGN Mulai Uji Coba MBG Skema Prasmanan ala Jepang di Lebih dari 60 Dapur/// Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.917 per Dolar AS, JISDOR BI Ikut Naik/// KPK Periksa Kakak Ridwan Kamil sebagai Saksi, Dalami Pembelian Mobil Volvo/// Danantara Pangkas Jumlah BUMN dari 1.074 Jadi 354 Perusahaan///
Bisnis

BGN Mulai Uji Coba MBG Skema Prasmanan ala Jepang di Lebih dari 60 Dapur

BGN menguji skema penyajian prasmanan untuk program MBG di lebih dari 60 dapur SPPG mulai 5 Oktober 2026, dengan siswa dilibatkan sebagai piket penyaji seperti di sekolah Jepang.

Berita.co – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji skema baru penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan model prasmanan di kelas, meniru pola makan siang sekolah di Jepang.

Uji coba ini resmi berjalan sejak Senin, 5 Oktober 2026, di lebih dari 60 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jayapura.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, makanan tetap dimasak di dapur SPPG, lalu dibawa ke sekolah dalam kondisi hangat, kemudian disajikan langsung di kelas.

Siswa dibagi dalam kelompok piket berisi 5 sampai 6 orang yang bertugas melayani teman sekelasnya, lengkap dengan celemek dan sarung tangan.

Sudaryono mengatakan skema ini dirancang untuk mengurangi risiko makanan rusak akibat jeda waktu distribusi, yang sebelumnya sempat terjadi di sejumlah daerah saat MBG masih dibagikan memakai wadah sekat per porsi atau ompreng. Dengan prasmanan, siswa juga bisa menambah porsi kalau masih ada sisa, sehingga makanan yang terbuang diklaim lebih sedikit.

Selain soal kualitas makanan, Sudaryono menyebut skema prasmanan punya fungsi edukasi bagi siswa. Penerapannya membutuhkan pelatihan dari dua sisi, baik pengelola dapur SPPG maupun pihak sekolah, karena siswa sendiri yang akan melayani teman temannya.

Menurut Sudaryono, model ini diadaptasi dari sistem central kitchen yang dipelajari BGN bersama Japan International Cooperation Agency (JICA), tempat makanan dimasak terpusat lalu didistribusikan hangat ke sekolah dalam bentuk prasmanan.

Informasi ini relevan buat kamu yang mengikuti perkembangan kebijakan MBG, terutama kalau kamu terlibat di rantai pasok atau operasional dapur SPPG.

Contoh di Blora dan Angka Cakupan yang Berbeda

Salah satu lokasi uji coba berada di SDN 5 Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Penerapannya di sekolah itu mengacu pada nota dinas Deputi Sistem Tata dan Kelola BGN Nomor 43 tertanggal 30 September 2026, dan akan dievaluasi selama dua pekan sebelum hasilnya dilaporkan ke BGN pusat, menurut keterangan Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora.

Soal jumlah dapur yang ikut uji coba, ada perbedaan angka antar sumber. Sudaryono menyebut piloting berjalan di lebih dari 60 dapur SPPG secara nasional.

Sementara itu, keterangan dari koordinator wilayah SPPG Blora menyebut ada 42 SPPG yang ditunjuk menjalankan uji coba ini di seluruh Indonesia sesuai nota dinas tersebut. Belum ada klarifikasi lanjutan yang menjelaskan selisih kedua angka ini.

Kalau kamu mengelola atau berencana ikut tender dapur SPPG, perubahan skema ini berarti ada proses pelatihan tambahan dari BGN dan penyesuaian cara penyajian, dari yang sebelumnya pakai wadah sekat sekali pakai menjadi penyajian prasmanan yang melibatkan siswa secara langsung.

Sudaryono sendiri belum memastikan kapan atau apakah skema ini bakal diperluas secara permanen, karena hasil evaluasi uji coba masih berjalan.

Berita Terkait

Bisnis · Badan Gizi Nasional