Graha Merah Putih (GMP), gedung yang selama ini dikelola TelkomGroup di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, sedang dijajaki untuk dipakai sebagai kantor operasional Badan Gizi Nasional (BGN). Rencana ini disampaikan lewat siaran pers pada Selasa, 8 September 2026, dan sampai hari itu prosesnya masih tahap negosiasi, belum ada kepastian jadwal maupun luas ruang yang bakal dipakai.
Kalau kamu penasaran kenapa gedung milik perusahaan telekomunikasi bisa disewakan ke lembaga pemerintah, jawabannya ada di strategi optimalisasi aset yang sedang digenjot Telkom. PT Graha Sarana Duta atau TelkomProperty, unit pengelola aset properti Telkom, menyebut ada 3.010 aset yang mereka kelola di berbagai lokasi, dan sekitar separuhnya sudah masuk proses optimalisasi. Direktur Utama TelkomProperty Didit Sulistyo mengatakan optimalisasi ini dilakukan lewat skema leveraging asset, termasuk membuka peluang pemanfaatan aset oleh pihak eksternal secara business to business (B2B), menurut laporan detikInet.
Graha Merah Putih sendiri dikelola PT Telkom Landmark Tower (TLT), anak usaha TelkomProperty. Direktur Utama TLT Suratman menegaskan rencana pemanfaatan gedung ini oleh BGN belum final, masih dalam proses negosiasi dan pembahasan dengan berbagai pihak terkait. Dia juga memastikan proses ini tidak akan mengganggu aktivitas tenant yang sudah lebih dulu menempati gedung tersebut.
Dari sisi Telkom pusat, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut rencana penyewaan GMP oleh BGN sebagai bentuk leveraging asset yang bisa membuka peluang bisnis baru, termasuk lewat layanan konektivitas dan solusi digital dari Telkom sendiri, seperti dikutip CNBC Indonesia. Momentum ini juga dipakai TelkomGroup untuk menata ulang kebutuhan ruang kerja, karena saat ini sejumlah unit bisnis masih tersebar di berbagai lokasi di Jakarta.
Di luar soal GMP, Dian juga menyebut Telkom sedang melanjutkan program peremajaan Telkom Integrated Operation Center (TIOC), yang mencakup adopsi otomasi dan kecerdasan buatan untuk sistem monitoring. Program ini berjalan terpisah dari rencana pemanfaatan GMP, tapi sama-sama bagian dari modernisasi teknologi yang sedang dijalankan Telkom.
Rencana pindahnya BGN ke GMP sebenarnya bukan kabar baru. BGN sebelumnya sudah menyebut bakal pindah kantor dari kawasan Kebon Sirih ke GMP dalam beberapa bulan ke depan. Kepala BGN Sudaryono, saat ditemui usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR pada Kamis malam, 3 September 2026, mengatakan pihaknya tetap akan membayar biaya sewa gedung, meski menurutnya nilainya tidak akan besar karena sama-sama instansi pemerintah.
Sampai artikel ini ditulis, belum ada kepastian soal kapan BGN mulai menempati GMP, berapa luas ruang yang disewa, atau berapa nilai sewanya. Telkom dan BGN kompak menyebut detailnya masih dibahas.