TERKINI
Penjualan Ritel Daihatsu Kuartal III 2026 Naik 10%, Ditopang Gran Max Series/// BGN Mulai Uji Coba MBG Skema Prasmanan ala Jepang di Lebih dari 60 Dapur/// Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.917 per Dolar AS, JISDOR BI Ikut Naik/// KPK Periksa Kakak Ridwan Kamil sebagai Saksi, Dalami Pembelian Mobil Volvo/// Danantara Pangkas Jumlah BUMN dari 1.074 Jadi 354 Perusahaan/// Penjualan Ritel Daihatsu Kuartal III 2026 Naik 10%, Ditopang Gran Max Series/// BGN Mulai Uji Coba MBG Skema Prasmanan ala Jepang di Lebih dari 60 Dapur/// Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.917 per Dolar AS, JISDOR BI Ikut Naik/// KPK Periksa Kakak Ridwan Kamil sebagai Saksi, Dalami Pembelian Mobil Volvo/// Danantara Pangkas Jumlah BUMN dari 1.074 Jadi 354 Perusahaan///
Bisnis

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.917 per Dolar AS, JISDOR BI Ikut Naik

Rupiah ditutup di Rp17.917 per dolar AS pada Senin (5/10/2026), turun 35 poin, sementara kurs referensi JISDOR Bank Indonesia juga naik ke level yang sama akibat sentimen konflik Yaman dan penguatan dolar AS global.

Berita.co – Rupiah ditutup di level Rp17.917 per dolar AS pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, turun 35 poin atau sekitar 0,20% dari penutupan sebelumnya di Rp17.882.

Pelemahan nilai tukar Rupiah yang sama tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari itu, yang naik ke Rp17.917 per dolar AS dari posisi sesi sebelumnya di Rp17.898.

Tiga laporan pasar uang yang merekam penutupan Senin sore itu, dirilis berturut-turut pukul 16.10 WIB, 17.20 WIB, dan 19.48 WIB, mencatat angka penutupan yang sama.

Tercatat bahwa pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS pada hari yang sama.

Mata uangPerubahan terhadap dolar AS, Senin (5/10/2026)
Yuan ChinaMenguat 0,02%
Yen JepangMenguat 0,05%
Dolar Hong KongMenguat 0,01%
Peso FilipinaMelemah 0,14%
Ringgit MalaysiaMelemah 0,09%
Dolar SingapuraMelemah 0,14%
Won Korea SelatanMelemah 0,023%
Euro EropaMelemah 0,46%
Poundsterling InggrisMelemah 0,05%
Franc SwissMelemah 0,05%
Dolar AustraliaMenguat 0,10%
Dolar KanadaMenguat 0,01%

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan dolar AS.

“Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS, tertekan oleh kenaikan indeks dolar AS ke level tertinggi dalam 18 bulan yang didukung oleh pelemahan euro akibat kekhawatiran fiskal pemerintah Eropa serta kenaikan harga minyak dunia,” kata Lukman pada Senin (5/10/2026).

Sentimen lain datang dari eskalasi konflik di Yaman. Analis pasar uang dan komoditas sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah turut dipengaruhi perkembangan konflik antara kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman dan Arab Saudi.

Mengutip Ibrahim dari Antara, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi menyatakan akan meluncurkan operasi militer besar besaran untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Sebelumnya, kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak ke fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais, sebagai tanggapan atas serangan yang dipimpin Arab Saudi di Yaman. Arab Saudi belum mengonfirmasi serangan tersebut.

Tercatat juga bahwa kelompok tersebut mengklaim serangan itu menyebabkan kebakaran hebat, sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai 50 serangan udara dan rudal yang dipimpin Arab Saudi di Yaman dalam 12 jam terakhir.

Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan produksi minyak, mengingat Arab Saudi adalah salah satu negara pengekspor energi utama dunia.

Selain sentimen geopolitik, pelaku pasar pekan ini juga mencermati sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve.

Agenda itu antara lain data ISM Services PMI, data klaim pengangguran mingguan, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terakhir, serta data sentimen konsumen dari University of Michigan.

Perubahan ekspektasi suku bunga AS dari rangkaian data tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS, yang pada akhirnya ikut menekan atau menopang nilai tukar rupiah.

Kalau kamu punya kewajiban atau biaya dalam dolar AS pekan ini, misalnya pembayaran impor, cicilan utang valas, atau belanja produk luar negeri, patokan yang relevan adalah kurs resmi pada hari transaksi, bukan angka penutupan hari sebelumnya.

Kurs referensi JISDOR yang dipublikasikan Bank Indonesia setiap hari kerja bisa jadi acuan resmi untuk mengecek level terbaru sebelum kamu menghitung biayanya.

Berita Terkait

Bisnis · Dolar AS