TERKINI
Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang///
Laptop

Mengenal PROLED XDR, Layar Sentuh Pertama MacBook Pro yang Harganya Tembus Rp260 Juta

PROLED XDR mengganti Mini-LED dengan OLED tandem dan menambahkan layar sentuh ke MacBook Pro. Ini arti angka kontras, kecerahan, bobot, dan harganya.

MacBook Pro terbaru Apple dengan layar sentuh PROLED XDR

Berita.co – PROLED XDR adalah nama yang dipakai Apple untuk layar sentuh pertama di MacBook Pro. Di balik nama itu ada pergantian teknologi layar dari Mini-LED ke OLED tandem.

Apple memperkenalkan model ini di Los Angeles pada Rabu (28/10/2026) waktu setempat, dengan harga mulai USD2.899 atau sekitar Rp51,89 juta. Selain layar sentuh, model ini membawa Dynamic Island serta pilihan chip M5 Pro dan M5 Max.

Pemesanan dibuka pada hari peluncuran, dan penjualan dimulai Jumat (6/11/2026). Konfigurasi tertingginya mencapai USD14.549, sekitar Rp260,43 juta.

Apa beda PROLED XDR dengan Liquid Retina XDR

Di halaman produk Apple, MacBook Pro kini terbagi menjadi dua keluarga layar. Model PROLED XDR memakai OLED tandem, sementara model Liquid Retina XDR tetap memakai Mini-LED.

Mini-LED masih mengandalkan lampu latar di belakang panel. Pada OLED, setiap piksel menghasilkan cahayanya sendiri tanpa lampu latar.

Perbedaan itu paling jelas di angka kontras. Apple mencantumkan rasio kontras 10.000.000:1 untuk PROLED XDR, sepuluh kali lipat dari 1.000.000:1 di Liquid Retina XDR.

Kecerahan puncaknya naik dari 1.600 nit menjadi 2.000 nit, sedangkan kecerahan stabilnya sama di 1.000 nit. Untuk kerja harian di dalam ruangan, angka 1.000 nit itulah yang lebih sering kamu rasakan, sedangkan angka puncak lebih berpengaruh saat menonton atau menyunting video HDR.

Bobotnya juga berbeda. Model 14 inci PROLED XDR dengan M5 Pro mulai 3,0 pon atau sekitar 1,36 kg, sekitar 227 gram lebih ringan dari model Liquid Retina XDR setara yang beratnya 3,5 pon atau sekitar 1,59 kg.

Kenapa logo Apple bisa menyala lagi

Model ini juga menghidupkan kembali logo Apple bercahaya di punggung layar. Fitur itu pertama kali muncul di PowerBook G3 generasi ketiga pada 1999, lalu hilang sejak MacBook Retina 12 inci pada 2015 dan MacBook Pro 2016.

Baca Juga:  Apple Akui Layar Dalam iPhone Duo Bermasalah, Pemasok Engsel FineMTEC Membantah

Dulu logo itu menyala karena cahaya lampu latar LCD menembus logo yang transparan. OLED tidak punya lampu latar, sehingga cara lama itu tidak bisa dipakai lagi.

Apple belum menjelaskan mekanisme pencahayaan logo yang baru. Pada 2022, Apple pernah mengajukan paten logo dengan struktur cermin parsial dan pencahayaan belakang, tetapi belum ada kepastian paten itu dipakai di model ini.

Dari Rp51,89 juta sampai Rp260 juta

Model 14,2 inci dengan M5 Pro dijual mulai USD2.899 (sekitar Rp51,89 juta), dan model 16,3 inci mulai USD3.399 (sekitar Rp60,84 juta). Dengan M5 Max, harganya menjadi USD4.499 (sekitar Rp80,53 juta) untuk 14,2 inci dan USD4.799 (sekitar Rp85,90 juta) untuk 16,3 inci.

Lonjakan ke Rp260 juta datang dari pilihan di konfigurator. Memori 128GB menambah USD2.000, penyimpanan 16TB menambah USD7.000, dan kaca antisilau nano-texture menambah USD150, sehingga tiga pilihan itu saja sudah menyumbang USD9.150 atau sekitar Rp163,8 juta.

Sebagai pembanding, MacBook Pro M6 dengan layar Liquid Retina XDR yang diluncurkan pada hari yang sama dijual mulai USD1.999. Jadi, model 14 inci dengan layar sentuh OLED dan M5 Pro punya harga awal USD900 lebih tinggi, sekitar Rp16 juta.

Apple belum mengumumkan harga dan jadwal penjualan di Indonesia. Nilai rupiah di atas masih hasil konversi harga Amerika Serikat, belum termasuk pajak dan penyesuaian harga lokal.

Layarnya lebih kontras dan bodinya lebih ringan, tapi harga awalnya USD900 lebih mahal dibanding MacBook Pro M6.

Berita Terkait

Teknologi · Apple