TERKINI
Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang///
Hari Besar

Sejarah Sumpah Pemuda, dari Kongres Pemuda I 1926 sampai Tiga Rapat 27 dan 28 Oktober 1928

Kronologi sejarah Sumpah Pemuda dari Kongres Pemuda I 1926, persiapan dan panitia Kongres Pemuda II, sampai tiga rapat 27 dan 28 Oktober 1928 lengkap dengan gedung dan tokohnya.

museum sumpah pemuda

Berita.co – Sumpah Pemuda adalah putusan Kongres Pemuda Kedua yang digelar di Jakarta pada 27 sampai 28 Oktober 1928. Artikel ini merangkum siapa yang terlibat, di gedung mana rapatnya berlangsung, dan kapan tiap tahapnya terjadi, sedangkan peringatan nasional lainnya bisa kamu cek di daftar hari besar nasional.

Kronologinya dimulai dari Kongres Pemuda I tahun 1926, berlanjut ke persiapan Kongres Pemuda II pada 1928, lalu berakhir di tiga rapat dalam dua hari. Semua tanggal dan nama di bawah mengikuti catatan museum, termasuk satu tanggal yang ditulis berbeda di dua halamannya.

Kongres Pemuda I tahun 1926

Halaman pesan M. Tabrani dari Kongres Pemuda I di situs yang sama mencatat kongres pertama berlangsung 30 April sampai 2 Mei 1926 dan dipimpin M. Tabrani. Satu hari dari kongres itu, yaitu 1 Mei 1926, khusus dipakai untuk membahas kedudukan perempuan.

Halaman sejarah gedung di situs museum menyebut Kongres Pemuda I berhasil menyelesaikan perbedaan sempit kedaerahan di antara organisasi pemuda. Dari titik itu, Kongres Pemuda II diharapkan bisa menghasilkan keputusan yang lebih maju.

Persiapan Kongres Pemuda II

Kongres Pemuda II digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), yang namanya juga tercantum sebagai peserta di teks putusan. Rapat persiapannya membahas susunan panitia, acara, waktu, tempat, dan biaya kongres.

Biaya kongres ditanggung bersama oleh organisasi peserta, ditambah sumbangan sukarela. Pembagian biaya ini tercatat di halaman sejarah Sumpah Pemuda yang ditautkan di awal artikel.

Soal tanggal rapat persiapan, dua halaman museum menulis angka yang berbeda. Halaman sejarah Sumpah Pemuda mencatat pertemuan pada 3 Mei dan 12 Agustus 1928, sedangkan halaman sejarah gedung menyebut keputusan menggelar Kongres Pemuda II diambil pada 15 Agustus 1928.

Baca Juga:  Komdigi Buka Suara soal Dugaan Kebocoran Data Meutya Hafid, Sebut Data Lama Beredar Lagi

Kedua angka itu sama-sama berasal dari museum, jadi artikel ini tidak memilih salah satunya. Kalau kamu mengutip tanggal ini untuk tugas sekolah, tulis tanggalnya bersama halaman sumbernya.

Susunan panitia

Panitia Kongres Pemuda II terdiri dari sembilan orang dari berbagai organisasi pemuda. Susunannya seperti tabel berikut, mengikuti urutan di halaman sejarah Sumpah Pemuda.

JabatanNama dan organisasi
KetuaSugondo Djojopuspito (PPPI)
Wakil KetuaR.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
SekretarisMuhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)
BendaharaAmir Sjarifudin (Jong Bataks Bond)
Pembantu IJohan Mahmud Tjaja
Pembantu IIR. Katja Soengkana
Pembantu IIIR.C.L. Sendoek
Pembantu IVJohannes Leimena
Pembantu VMohammad Rochjani Su’ud (Pemoeda Kaoem Betawi)

Tiga rapat Kongres Pemuda II

Kongres Pemuda II berlangsung dalam tiga rapat di tiga gedung berbeda selama dua hari. Setiap rapat punya topik dan pembicaranya sendiri, seperti rinciannya di bawah.

Rapat pertama, Sabtu malam 27 Oktober 1928

Rapat pertama digelar Sabtu malam, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond dan dibuka lewat sambutan ketua panitia, Sugondo Djojopuspito. Mohammad Yamin lalu menguraikan lima faktor persatuan Indonesia, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Gedung rapat pertama ini berbeda dari gedung tempat putusan kongres dibacakan. Bagian lokasi di bawah menjelaskan fungsi gedung-gedung itu setelah 1928.

Rapat kedua, Minggu pagi 28 Oktober 1928

Rapat kedua berlangsung Minggu pagi, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop dan membahas topik pendidikan. Pembicaranya adalah Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro.

Rapat ketiga, Minggu sore 28 Oktober 1928

Rapat ketiga digelar Minggu sore, 28 Oktober 1928, di Gedung Indonesische Clubgebouw, Kramat 106, dengan topik kepanduan dan nasionalisme. Pembicaranya adalah Soenario, Ramelan, dan Theo Pangemanan.

Baca Juga:  Sejarah Hari Santri, dari Resolusi Jihad 1945 sampai Keppres 22 Tahun 2015

Di rapat ini, W.R. Soepratman memperdengarkan lagu Indonesia Raya lewat biola. Putusan kongres yang dirumuskan Mohammad Yamin lalu dibacakan Sugondo Djojopuspito saat penutupan.

Teks putusan itu sengaja tidak dikutip ulang di sini. Bunyi lengkapnya, versi ejaan aslinya, dan arti tiap butirnya ada di artikel isi Sumpah Pemuda.

Organisasi pemuda yang ikut

Teks putusan kongres mencantumkan sembilan perkumpulan pemuda yang ikut dalam Kongres Pemuda II. Daftar ini berguna kalau kamu perlu menyebut peserta kongres secara lengkap.

  • Jong Java
  • Jong Soematra (Pemoeda Soematra)
  • Pemoeda Indonesia
  • Sekar Roekoen
  • Jong Islamieten
  • Jong Bataksbond
  • Jong Celebes
  • Pemoeda Kaoem Betawi
  • Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI)

Gedung kongres setelah 1928

Halaman sejarah gedung mencatat bangunan di Kramat 106 dipakai sebagai Commensalen Huis sejak 1908 dan dikenal sebagai Indonesische Clubgebouw sejak 1927. Gedung itu dipugar pada 3 April sampai 20 Mei 1973, lalu difungsikan sebagai museum.

Tercatat juga bahwa lokasi Kongres Pemuda I sudah menjadi Gedung Kimia Farma, sedangkan lokasi rapat pertama Kongres Pemuda II menjadi Aula Gereja Katedral. Kalau kamu berencana mengunjungi lokasi-lokasi ini, pastikan jam buka dan aturan kunjungannya langsung ke pengelola tiap gedung.

Apa tujuan Sumpah Pemuda diikrarkan?

Halaman sejarah Sumpah Pemuda merangkum makna peristiwa ini dalam tiga hal, yaitu cinta tanah air, merawat persatuan, dan menjunjung bahasa Indonesia. Artikel ini sengaja berhenti di rumusan itu tanpa menambah tafsir lain, supaya yang kamu kutip tetap sesuai sumbernya.

Singkatnya, Kongres Pemuda I digelar 30 April sampai 2 Mei 1926, persiapan Kongres Pemuda II berjalan pada 1928, lalu tiga rapat pada 27 dan 28 Oktober 1928 menghasilkan putusan yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Kalau kamu butuh informasi tema dan upacara peringatannya, baca artikel Hari Sumpah Pemuda 2026.

Baca Juga:  WITF 2026 Digelar Oktober di JIExpo Kemayoran, Ini yang Perlu Kamu Tahu

Sebelum mengutip untuk tugas atau materi upacara, cocokkan tanggal rapat persiapan di dua halaman museum yang ditautkan di artikel ini. Cek juga ejaan nama tokoh, misalnya Theo Pangemanan yang di halaman yang sama juga tertulis Theo Pengamanan.

Berita Terkait

Nasional · Hari Sumpah Pemuda