Isi Sumpah Pemuda: Teks Asli 1928, Versi Ejaan Baku, dan Arti Tiap Butirnya
Bunyi lengkap isi Sumpah Pemuda dalam ejaan asli 1928 dan ejaan baku, lengkap dengan arti tiap butir, perumusnya, dan salah kutip yang paling sering muncul di butir ketiga.
Berita.co – Sumpah Pemuda berisi tiga butir putusan Kongres Pemuda II yang dibacakan pada 28 Oktober 1928, yaitu tentang satu tanah air, satu bangsa, dan bahasa persatuan.
Bunyi lengkapnya, versi ejaan aslinya, dan arti tiap butir ada di bawah, sedangkan peringatan nasional lainnya bisa kamu cek di daftar hari besar nasional.
Isi Sumpah Pemuda dalam ejaan baku
Menurut situs Museum Sumpah Pemuda di bawah Kementerian Kebudayaan, putusan kongres itu berbunyi seperti berikut, ditulis dalam huruf kapital persis seperti di sumbernya. Kutipan ini memakai ejaan baku dan bisa langsung kamu pakai untuk catatan belajar atau tugas sekolah.
- KAMI PUTERA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH INDONESIA.
- KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA.
- KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.
Halaman museum itu memang menulis “PUTERA” di butir pertama dan “PUTRA” di butir kedua dan ketiga, jadi perbedaan itu bukan salah ketik. Ketiga butir ini populer disebut ikrar Sumpah Pemuda, walaupun dokumen aslinya menyebutnya putusan kongres.
Teks asli 1928 dan perbandingannya
Teks asli dalam ejaan lama tercantum di lampiran surat edaran Kementerian Pemuda dan Olahraga tentang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Tabel di bawah menaruh bunyi tiap butir dalam ejaan asli di samping versi ejaan baku.
| Ejaan asli 1928 | Ejaan baku |
|---|---|
| PERTAMA KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH-DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA. | PERTAMA. KAMI PUTERA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH INDONESIA. |
| KEDOEA KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA. | KEDUA. KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA. |
| KETIGA KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA. | KETIGA. KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA. |
Perbedaan paling terlihat ada pada huruf “oe” yang menjadi “u” dan “dj” yang menjadi “j”, seperti “MENDJOENDJOENG” yang menjadi “menjunjung”. Lampiran itu menulis “BAHASA PERSATUAN” dalam ejaan baru, walaupun kata lain di teks yang sama tetap memakai ejaan lama.
Selain ejaan, tanda bacanya juga sedikit berbeda, misalnya “BERTUMPAH DARAH” di versi museum dan “BERTOEMPAH-DARAH” di lampiran surat edaran. Susunan katanya tetap sama, jadi kutip apa adanya sesuai sumber yang kamu pakai dan jangan menyeragamkan keduanya.
Arti tiap butir ikrar
Makna di bawah mengikuti rangkuman museum yang dikutip di awal, yaitu mencintai tanah air, merawat persatuan sebagai bangsa, dan menjunjung penggunaan bahasa Indonesia. Tiap butir punya kata kunci sendiri yang sering terlewat saat dihafalkan.
Butir pertama, satu tanah air
Butir pertama berbicara tentang tumpah darah, yaitu tanah tempat seseorang lahir dan dibesarkan. Frasa “yang satu, tanah Indonesia” menegaskan tanah air yang diakui, sehingga maknanya adalah mencintai tanah air.
Butir kedua, satu bangsa
Butir kedua berisi pengakuan berbangsa yang satu, yaitu bangsa Indonesia. Maknanya adalah merawat persatuan sebagai satu bangsa.
Isi sumpah pemuda yang ketiga adalah
Isi Sumpah Pemuda yang ketiga adalah “KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA”. Kata kerjanya “menjunjung”, bukan “mengaku” seperti dua butir sebelumnya.
Bahasa Indonesia di sini dijunjung sebagai bahasa persatuan, sehingga maknanya adalah menjunjung penggunaan bahasa Indonesia. Butir ini juga sering muncul di soal ujian, salah satunya di contoh soal TWK yang menanyakan bunyi butir ketiga.
Siapa yang merumuskan dan membacakan
Putusan ini dirumuskan oleh Mohammad Yamin dan dibacakan oleh Sugondo Djojopuspito saat kongres ditutup pada 28 Oktober 1928. Kalau soal ujian menanyakan perumusnya, jawabannya Mohammad Yamin, sedangkan pembacanya adalah Sugondo Djojopuspito.
Kongres Pemuda II sendiri berlangsung pada 27 dan 28 Oktober 1928 di Djakarta, sebutan Jakarta dalam teks aslinya. Jalannya rapat dan tokoh lain yang terlibat dibahas di artikel sejarah tersendiri, jadi bagian ini cukup fokus pada teks putusan.
Bagian putusan yang jarang dikutip
Teks putusan sebenarnya tidak berhenti di tiga butir itu. Setelahnya, kongres menyatakan bahwa asas persatuan tersebut wajib dipakai oleh perkumpulan kebangsaan Indonesia.
Kongres juga menyebut dasar yang memperkuat persatuan Indonesia. Ada lima dasar yang disebut dalam putusan itu.
- Kemauan
- Sejarah
- Bahasa
- Hukum adat
- Pendidikan dan kepanduan
Jadi kalau ada pertanyaan tentang isi yang tertuang dalam Sumpah Pemuda antara lain apa saja, jawabannya mencakup tiga butir ikrar ditambah lima dasar persatuan ini. Bagian ini jarang dikutip, padahal termasuk dalam putusan yang sama.
Salah kutip yang sering muncul
Salah kutip yang paling sering muncul ada di butir ketiga, yaitu “mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia”. Bunyi resminya adalah “menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”, jadi kata “mengaku” hanya ada di butir pertama dan kedua.
Kalau kamu mencari isi Sumpah Pemuda yang benar, rujuk teks museum di bagian awal artikel ini. Pakai satu sumber untuk satu versi ejaan supaya kutipanmu tidak bercampur.
Nama organisasi peserta kongres juga ditulis berbeda antarsumber resmi, misalnya Jong Soematra di satu sumber dan Jong Sumatranen Bond di sumber lain. Daftar organisasi peserta yang lebih lengkap ada di artikel Hari Sumpah Pemuda 2026.
Sebelum memakai teks ini untuk tugas, lomba, atau soal ujian, cek tiga hal di bawah ini. Ketiganya cukup untuk memastikan kutipanmu sama dengan sumber resminya.
- Ambil versi ejaan baku dari situs Museum Sumpah Pemuda.
- Ambil versi ejaan asli dari lampiran surat edaran Kemenpora.
- Jangan mencampur kedua ejaan dalam satu kutipan, dan pastikan butir ketiga berbunyi “menjunjung”.
Kalau kamu butuh informasi peringatannya, mulai dari tema sampai tata upacara, semuanya ada di artikel peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026. Artikel ini sengaja hanya membahas teksnya supaya kamu bisa fokus pada bunyi dan arti ikrar.

