TERKINI
Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026, MotoGP Group Kecewa meski Klaim Ada Jaminan Aman/// Wamenhaj Usul Non-Muslim Jadi Petugas Haji Teknis, MUI Batasi pada Tugas Lapangan/// Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November, Ini Tahapan Setelahnya/// KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Sidang Korupsi Bea Cukai/// Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Jadi Rp2.541.000 per Gram, Buyback Rp2.311.000/// Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026, MotoGP Group Kecewa meski Klaim Ada Jaminan Aman/// Wamenhaj Usul Non-Muslim Jadi Petugas Haji Teknis, MUI Batasi pada Tugas Lapangan/// Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November, Ini Tahapan Setelahnya/// KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Sidang Korupsi Bea Cukai/// Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Jadi Rp2.541.000 per Gram, Buyback Rp2.311.000///
Nasional

Banjir Aceh Barat Meluas, Luapan Krueng Meureubo dan Krueng Woyla Rendam Belasan Desa

Banjir di pedalaman Aceh Barat meluas dari 6 desa pada Sabtu malam menjadi 12 desa di tiga kecamatan per Minggu, 1 November 2026. Debit sungai masih tinggi, dan data warga terdampak belum dirilis BNPB.

Foto udara rumah warga terendam banjir di Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh.

Berita.co – Banjir di pedalaman Kabupaten Aceh Barat, Aceh, terus meluas sejak Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Hingga Minggu, 1 November 2026, BNPB mencatat 12 desa di tiga kecamatan terendam, yaitu Pante Ceureumen, Sungai Mas, dan Woyla Barat.

Pemicunya hujan berintensitas tinggi selama dua hari yang membuat Krueng Meureubo dan Krueng Woyla meluap. Ketinggian air di sejumlah titik mencapai 50 hingga 100 sentimeter.

Dari 6 desa menjadi 12 desa dalam sehari

Air mulai menggenangi permukiman dan akses jalan pada Sabtu sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Dharmawan menyebut enam desa di Kecamatan Pante Ceureumen terdampak, yaitu Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, dan Canggai.

Sehari kemudian, jumlahnya naik dua kali lipat menjadi 12 desa. Pante Ceureumen bertambah satu desa, yaitu Sikundo, ditambah empat desa di Sungai Mas (Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong) serta Desa Napai di Woyla Barat.

Angka ini masih bisa bergerak. Keterangan foto ANTARA yang dimuat Suara.com menyebut banjir sudah menjangkau 17 desa di empat kecamatan, dengan Arongan Lambalek sebagai kecamatan keempat, lebih banyak dari catatan BNPB per Minggu.

Jalan dan sekolah rusak, data pengungsi belum keluar

Di Desa Sikundo, arus banjir mengikis badan jalan dan merusak pagar sekolah. Satu rumah di Desa Geudong, Kecamatan Sungai Mas, rusak pada bagian pondasinya.

BNPB belum merilis jumlah warga terdampak, pengungsi, maupun total kerusakan. “Data mengenai jumlah warga terdampak, pengungsi, dan kerusakan akan disampaikan setelah mendapatkan verifikasi resmi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Senin, 2 November 2026.

BPBD Aceh Barat sudah mengerahkan tim gabungan ke lokasi. BNPB berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan darurat serta potensi banjir susulan.

Baca Juga:  11 Pengasuh Daycare Little Aresha Divonis 2 hingga 3 Tahun, Restitusi untuk Korban Tak Dijatuhkan

Debit sungai masih tinggi

Hingga Minggu siang, arus sungai di Pante Ceureumen masih deras dan hujan belum berhenti. Potensi luapan susulan tetap ada, terutama di bantaran sungai dan wilayah hilir.

Warga di sepanjang aliran Krueng Meureubo dan Krueng Woyla diimbau memantau kondisi sungai dan segera mengikuti arahan petugas bila air kembali naik. Kamu yang punya keluarga di Pante Ceureumen, Sungai Mas, atau Woyla Barat bisa memantau pembaruan resmi soal sebaran banjir dan data korban dari BPBD Aceh Barat dan BNPB.

Berita Terkait

Nasional · Banjir Aceh Barat