TERKINI
Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026, MotoGP Group Kecewa meski Klaim Ada Jaminan Aman/// Wamenhaj Usul Non-Muslim Jadi Petugas Haji Teknis, MUI Batasi pada Tugas Lapangan/// Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November, Ini Tahapan Setelahnya/// KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Sidang Korupsi Bea Cukai/// Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Jadi Rp2.541.000 per Gram, Buyback Rp2.311.000/// Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026, MotoGP Group Kecewa meski Klaim Ada Jaminan Aman/// Wamenhaj Usul Non-Muslim Jadi Petugas Haji Teknis, MUI Batasi pada Tugas Lapangan/// Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November, Ini Tahapan Setelahnya/// KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Sidang Korupsi Bea Cukai/// Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Jadi Rp2.541.000 per Gram, Buyback Rp2.311.000///
Nasional

Truk Molen Rem Blong Tabrak Halte di Bekasi, 6 Tewas dan Sopir Diperiksa

Truk molen bermuatan semen menabrak 12 orang di halte depan kampus BSI, Jalan Cut Mutia, Bekasi. Sopir berinisial TM diperiksa sebagai saksi, dan tim TAA Polda Metro Jaya merekonstruksi kejadian pada Senin (2/11/2026).

Truk Molen Rem Blong Tabrak Halte di Bekasi

Berita.co – Enam orang tewas dan enam lainnya luka setelah truk molen bermuatan semen menabrak warga yang menunggu angkutan umum di halte depan kampus Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu (1/11/2026) sore. Sopir truk berinisial TM sudah diamankan Polres Metro Bekasi Kota dan diperiksa sebagai saksi.

Truk bernomor polisi B 9548 MV itu diduga mengalami gangguan rem saat melaju di jalan menurun dari arah Unisma menuju Rawapanjang. “Setiba di lokasi kejadian kendaraan Truck B-9548-MV mengalami rem blong (jember rem pecah), sehingga tidak bisa menguasai kemudi dan oleng ke kiri,” kata Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Joko Sambodo.

Sopir sempat membanting setir ke arah tembok pembatas kampus BSI. Truk tetap tidak terkendali dan menabrak 12 orang di depan gerbang kampus.

Korban dan rumah sakit rujukan

Separuh dari 12 korban meninggal dunia. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana menyebut data sementara korban tewas terdiri dari satu anak dan lima orang dewasa, sedangkan Kompol Joko menyebut dua di antaranya anak-anak dan mayoritas perempuan.

Lima jenazah dibawa ke RSUD Kota Bekasi dan satu ke RS Siloam. Enam korban luka dirawat di dua rumah sakit, empat di RS Juwita dan dua di RS Siloam.

Daftar nama korban tewas dan luka dari keterangan kepolisian dimuat Liputan6. Keluarga yang mencari kerabat bisa langsung menghubungi ketiga rumah sakit tersebut.

Sopir masih berstatus saksi

Polisi membuka kemungkinan menaikkan status TM menjadi tersangka. “Tentu apabila bukti-bukti telah mencukupi dan perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan, tidak menutup kemungkinan statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka,” kata Putu.

Baca Juga:  Demo 28 Oktober: Massa Berkumpul di Bundaran HI, 8 Rute Transjakarta Berubah

Penyidik mendalami kondisi truk, termasuk riwayat perawatan berkala dan pemenuhan kewajiban uji KIR. Dokumen kendaraan juga diperiksa, selain olah TKP, keterangan saksi, dan rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Truk molen sudah diamankan sebagai barang bukti. Polisi berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kendaraan untuk mendatangkan derek, dan jalan ditutup sementara selama truk dipindahkan.

Rekonstruksi ilmiah mulai Senin

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Metro Jaya dijadwalkan turun pada Senin (2/11/2026) untuk merekonstruksi kejadian secara ilmiah. Putu menyatakan kasus ini akan diusut “tuntas dan transparan melalui pendekatan scientific crime investigation.”

Polisi juga meminta warga tidak menyebarkan foto maupun video korban demi menghormati keluarga. Perkembangan kasus, termasuk hasil analisis TAA dan status hukum sopir, akan disampaikan lewat saluran resmi Polres Metro Bekasi Kota, jadi kamu bisa memantau kanal itu sebelum ikut membagikan informasi.

Berita Terkait

Nasional · Bekasi