Fadhilah Mathar Mundur dari Kursi Direktur Utama Bakti Komdigi
Fadhilah Mathar mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama Bakti Komdigi pada 28 Oktober 2026, setelah 10 tahun bekerja di lembaga itu. Komdigi belum mengumumkan penggantinya.
Berita.co – Fadhilah Mathar mundur dari jabatan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pengunduran diri itu diumumkan lewat akun Instagram resmi @bakti.komdigi pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Unggahan perpisahan itu dibuka dengan kalimat “Waktunya Regenerasi”. Di dalamnya, Fadhilah menyebut hari itu sebagai hari pertama dia tidak lagi datang ke kantor Bakti setelah 10 tahun bekerja di sana.
“Saya mundur untuk memberi jalan bagi generasi yang lebih baik,” tulis Fadhilah dalam unggahan tersebut.
Tiga tahun di kursi direktur utama
Fadhilah dilantik sebagai Direktur Utama Bakti pada 14 Agustus 2023 oleh Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu, Budi Arie Setiadi. Sebelumnya, dia menjabat Direktur Sumber Daya dan Administrasi Bakti.
Dihitung dari tanggal pelantikan sampai 28 Oktober 2026, masa jabatannya sebagai direktur utama sekitar 3 tahun 2 bulan. Dengan total pengabdian 10 tahun di Bakti, sekitar 7 tahun di antaranya dia jalani sebelum memimpin lembaga itu.
Komdigi belum mengumumkan siapa pengganti Fadhilah. Tanggal efektif pemberhentian dan proses administratif pengunduran dirinya juga belum dijelaskan secara resmi.
Pesan soal konektivitas 3T dan anggaran negara
Dalam pesan perpisahannya, Fadhilah meminta pegawai Bakti, yang dia sapa Jong Bakti, terus memperjuangkan konektivitas digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, akses internet di wilayah itu bukan sekadar sambungan, tapi juga membuka peluang hidup yang lebih baik bagi warganya.
Dia menyebut titik layanan yang merasakan manfaat internet, mulai dari sekolah, puskesmas, kantor desa, tempat ibadah, posko, hingga rumah warga di gunung, lembah, dan pesisir terpencil. Pegawai diminta mengingat manfaat itu ketika mulai lelah menjalankan tugas.
Fadhilah juga menyinggung pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang dia sebut sebagai “celengan suci raksasa, tempat doa & cita-cita kita ditabung.” Dia meminta anggaran itu dikelola dengan integritas dan transparansi, serta mengajak otoritas terkait menjaga dan mendampingi Bakti.
Pesan itu ditutup dengan mengaitkan kerja Bakti pada semangat Sumpah Pemuda 1928, yang tahun ini genap 98 tahun. “Jong Bakti, bergembiralah & tuluslah meneruskan perjuangan merajut persatuan Indonesia secara digital,” tulisnya.

