TERKINI
Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang///
Bisnis

Rupiah Menguat Senin 12 Oktober 2026, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Pendorong

Rupiah dibuka menguat pada Senin, 12 Oktober 2026, ditopang penurunan harga minyak dunia dan pelemahan indeks dolar AS, meski tiga laporan mencatat besaran penguatan yang sedikit berbeda.

Berita.co – Nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Senin, 12 Oktober 2026.

Penguatan ini ditopang penurunan harga minyak dunia dan pelemahan indeks dolar AS, meski besarannya dilaporkan tidak seragam antar sumber.

Berdasarkan data, rupiah dibuka naik 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.894 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.899 per dolar AS.

Apa yang mendorong penguatan ini

Semua laporan sepakat soal pemicu utama, yaitu penurunan harga minyak mentah dunia dan pelemahan indeks dolar AS. Harga minyak mentah berjangka Brent tercatat turun 0,91 persen menjadi 103,95 dolar AS per barel, sementara indeks dolar AS melemah ke level 102,2.

Pelemahan harga minyak ini dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan dengan Rusia soal pasokan energi.

Rusia disebut siap memasok 300 ribu ton solar ke pasar global paling cepat pada Oktober 2026, naik menjadi 500 ribu ton pada November, dan 1 juta ton pada Desember, dengan potensi pengiriman mencapai 3 juta ton per bulan.

Kesiapan pasokan ini disampaikan menyusul pembicaraan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Trump, di mana Putin menegaskan kesiapan Rusia memasok minyak dan produk minyak bumi ke pasar AS maupun pasar global.

Rusia juga disebut akan mencabut pembatasan ekspor solar lebih awal dari jadwal semula.

Faktor dalam negeri: lelang SRBI dan sentimen domestik

Dari sisi domestik, stabilitas rupiah ditopang hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang menyerap dana Rp30 triliun dengan yield yang menurun.

Yield SRBI tenor 6 bulan tercatat 6,55 persen, tenor 9 bulan 6,52 persen, dan tenor 12 bulan 6,68 persen.

Baca Juga:  Stimulus Tiket Pesawat Nataru Resmi Berlaku, Ini Hitungan Hematnya

Analis Bank Woori Saudara (BWS), Rully Nova, memperkirakan rupiah bergerak menguat tipis pada kisaran Rp17.870 sampai Rp17.900 per dolar AS pada hari itu, dipengaruhi penurunan harga minyak dan indeks dolar secara global.

Ia juga menyebut indeks keyakinan konsumen serta penanganan bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera masih menjadi perhatian pelaku pasar domestik.

Geopolitik Timur Tengah membatasi ruang penguatan

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.850 sampai Rp17.950 per dolar AS pada hari itu. Menurutnya, ruang penguatan rupiah masih terbatas karena situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas.

Pergerakan rupiah pagi itu sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar sebesar 0,31 persen, disusul ringgit Malaysia 0,13 persen, yen Jepang 0,11 persen, peso Filipina 0,10 persen, dolar Singapura 0,09 persen, dan baht Thailand 0,06 persen.

Sebaliknya, dolar Taiwan melemah 0,12 persen, yuan China turun 0,02 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,001 persen.

Berita Terkait

Bisnis · Bank Indonesia