Smartphone

Xiaomi 18 Fold Pakai RAM LPDDR6 China, Persaingan Ponsel Lipat Memanas September 2026

Xiaomi bakal jadi produsen ponsel pertama yang memakai chip memori LPDDR6 buatan pabrikan China, CXMT (ChangXin Memory Technologies). Chip ini rencananya disematkan pada ponsel lipat terbaru Xiaomi, yakni Xiaomi 18 Fold, yang dikabarkan meluncur September 2026.

Menurut laporan KOMPAS.com yang diperbarui 1 September 2026, CXMT sudah masuk tahap produksi massal untuk modul LPDDR6 buatannya. Dengan begitu, CXMT melangkah lebih dulu dibanding dua raksasa memori dunia, Samsung dan SK Hynix, yang juga sedang mengembangkan standar memori yang sama.

LPDDR6 adalah penerus LPDDR5X, standar memori hemat daya yang saat ini masih dipakai di banyak ponsel flagship. Kalau kamu penasaran angka ini artinya apa buat pemakaian sehari-hari, jawabannya ada di kecepatan transfer data dan lebar interface-nya. Saat dipasangkan dengan chipset Xring O3 milik Xiaomi, LPDDR6 disebut sanggup mencapai 10.667 MT/s, dengan kemampuan maksimal hingga 12.800 MT/s. Standar LPDDR6 secara umum bahkan mendukung kecepatan sampai 14.400 MT/s.

LPDDR6 juga memakai interface 24-bit, lebih lebar dari LPDDR5X. Interface yang lebih lebar ini yang bikin bandwidth memori naik, sekaligus efisiensi dan throughput lebih baik untuk beban kerja berat seperti AI dan grafis terintegrasi. Artinya, kalau kamu sering multitasking berat atau pakai fitur AI on-device, kombinasi ini yang paling terasa dampaknya, bukan sekadar buka aplikasi harian biasa.

Xring O3 sendiri adalah chip besutan Xiaomi yang diproduksi lewat proses fabrikasi 3 nanometer milik TSMC. Selain Xiaomi 18 Fold, kombinasi Xring O3 dan LPDDR6 dari CXMT ini juga disebut bakal dipakai di Xiaomi Pad 9 Pro Max.

Xiaomi 18 Fold dikabarkan mengusung layar 7,6 inci, baterai 6.000 mAh dengan dukungan pengisian daya nirkabel, serta kamera utama 200 megapiksel. “Xring O3 milik Xiaomi jadi chip pertama yang mendukung standar memori baru ini,” kata Lei Jun, pendiri sekaligus CEO Xiaomi, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Gizmochina.

Satu catatan yang perlu kamu ingat: Qualcomm juga digadang-gadang bakal mengadopsi LPDDR6 pada chipset flagship barunya, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, tapi kemungkinan besar memakai LPDDR6 dari produsen memori lain, bukan dari CXMT. Jadi RAM cepat dari CXMT untuk sekarang baru eksklusif di jalur chip Xring milik Xiaomi.

Bulan yang sama, Huawei dan Apple ramai-ramai masuk pasar ponsel lipat

Xiaomi 18 Fold bukan satu-satunya ponsel lipat yang bersiap meluncur September 2026. Setelah Samsung memperkenalkan ponsel lipatnya beberapa bulan lalu, giliran Huawei dan Apple yang akan bersaing di segmen yang sama, sama-sama dengan rencana rilis di bulan yang sama.

Persaingan dua vendor perangkat premium ini, menurut laporan Selular, diperkirakan bakal mendorong permintaan komponen di seluruh rantai pasok ponsel lipat. Komponen yang jadi sorotan meliputi panel layar UTG (Ultra-Thin Glass), engsel, sistem pendingin, dan sirkuit cetak fleksibel.

Kalau kamu belum familiar, UTG adalah lapisan kaca fleksibel setebal 30 hingga 100 mikrometer, lebih tipis dari sehelai rambut manusia. Lewat proses penguatan kimiawi, kaca ini bisa ditekuk berulang kali tanpa pecah, sekaligus tetap memberi sensasi sentuhan dan kejernihan optik layaknya kaca asli. Ini yang membedakannya dari film plastik atau polimida yang dipakai ponsel lipat generasi awal, dan yang bikin bekas lipatan di tengah layar jadi lebih tersamar.

Selain UTG, engsel jadi komponen mekanis utama yang memungkinkan layar dan bodi ditekuk mulus, sementara sistem pendingin harus tetap mengalirkan panas melintasi bagian yang bergerak tanpa cepat aus. Artinya, daya tahan ponsel lipat bukan cuma soal spesifikasi chip atau RAM, tapi juga seberapa baik komponen-komponen fisik ini dirancang.

Pasar ponsel lipat masih niche, tapi tumbuh cepat

Data dari tiga lembaga riset pasar, Omdia, Counterpoint, dan IDC, menunjukkan pasar smartphone lipat mulai menemukan momentumnya di pertengahan 2026. Omdia memprediksi pengiriman tahunan bisa mencapai 45 juta unit pada 2030, meski kategori ini diperkirakan tetap mencakup kurang dari 3 persen dari total pasar smartphone secara keseluruhan.

Counterpoint memprediksi kenaikan pasar ponsel layar lipat hingga 21 persen sepanjang 2026, sementara IDC memperkirakan pertumbuhan di atas 12,5 persen dengan volume hampir 23 juta unit. Sebagai perbandingan, model clamshell justru melemah, dengan penurunan pengiriman 47 persen secara tahunan pada semester pertama 2026, menurut data Omdia.

Huawei memelopori desain format lebar lewat Pura X Max pada Mei 2026, disusul Samsung Galaxy Z Fold 8. “Dengan vendor-vendor terkemuka lainnya yang dijadwalkan meluncurkan produk serupa dalam beberapa bulan mendatang, kategori baru ini mendorong gelombang pertumbuhan baru di pasar ponsel pintar lipat,” kata analis utama Omdia, Zaker Li.

Apple sendiri diperkirakan merilis iPhone lipat pertamanya, yang disebut-sebut bakal bernama iPhone Fold atau iPhone Ultra, pada September 2026 bersamaan dengan jajaran iPhone 18 Pro, dengan perkiraan harga awal sekitar 1.999 dollar AS. Proyeksi kenaikan 21 persen dari Counterpoint itu sudah memperhitungkan kemungkinan Apple meraih pangsa pasar 25 persen pada akhir tahun ini. “Tahun ini akan menandai fase baru bagi pertumbuhan pasar ponsel pintar lipat,” kata Direktur Asosiasi Counterpoint, Liz Lee.

Dua kabar ini sebenarnya saling berkaitan. RAM LPDDR6 dari CXMT bikin performa Xiaomi 18 Fold di atas kertas lebih cepat dibanding generasi sebelumnya, tapi kecepatan itu baru terasa nyata kalau kamu memang sering menjalankan beban kerja berat seperti AI on-device atau multitasking intensif. Untuk pemakaian harian biasa, selisihnya kemungkinan tidak terlalu terasa.

Sementara itu, makin ramainya Huawei dan Apple di pasar ponsel lipat bulan yang sama bukan cuma soal siapa yang menang penjualan. Ini juga jadi sinyal buat kamu yang berencana beli ponsel lipat, bahwa komponen fisik seperti UTG dan engsel akan makin banyak dikembangkan berbagai vendor, yang pada akhirnya bisa berpengaruh ke daya tahan dan harga jangka panjang. Chip cepat saja tidak cukup kalau lipatannya sendiri belum teruji tahan lama.

Roni Eka Setiawan

Roni Eka Setiawan

Editor

Menulis kanal Teknologi di Berita.co. Backend engineer di Airpaz, sebelumnya web platform engineer di Bank Rakyat Indonesia dan Kompas Gramedia, jadi spesifikasi dan komparasi gadget di sini ditulis dari sudut orang yang tiap hari bekerja dengan teknologinya.

linkedin.com View all articles