TERKINI
Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang///
Smartphone

Pasar Smartphone Asia Tenggara Turun 15 Persen di Kuartal II 2026, Cuma Samsung yang Tumbuh

Data Counterpoint Research menunjukkan pengiriman smartphone di Asia Tenggara turun 15 persen pada kuartal II 2026, sementara Samsung jadi satu-satunya merek besar yang tumbuh berkat pergeseran permintaan ke segmen harga menengah atas dan premium.

Pengiriman smartphone di Asia Tenggara turun 15 persen secara tahunan pada kuartal II 2026, periode April sampai Juni. Di tengah penurunan itu, cuma satu merek besar yang pengirimannya justru naik: Samsung, dengan kenaikan 6 persen.

Angka ini berasal dari laporan Counterpoint Research yang dirilis Selasa, 25 Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan Suara.com. Kenaikan pengiriman itu membuat pangsa pasar Samsung di kawasan naik dari 19 persen jadi 24 persen dibanding kuartal II 2025.

Siapa Naik, Siapa Turun

Di luar Samsung, posisi empat merek besar lain di Asia Tenggara berubah tipis sampai signifikan dibanding tahun lalu.

Merek Pangsa Pasar Q2 2025 Pangsa Pasar Q2 2026
Samsung 19% 24%
Xiaomi 18% 18%
Oppo 22% 17%
Transsion 14% 15%
Apple 8% 9%

Oppo mencatat penurunan pengiriman paling tajam di antara lima besar, turun 34 persen secara tahunan, menurut data yang dikutip Selular. Xiaomi relatif bertahan di pangsa yang sama, sementara Transsion dan Apple sama-sama naik tipis.

Kenapa Segmen Harga Bawah yang Paling Kena Dampak

Penurunan pasar ini tidak terjadi merata di semua kelas harga. Smartphone di bawah 150 dolar AS, sekitar Rp2,66 juta, pengirimannya anjlok 38 persen secara tahunan. Segmen 250 sampai 499 dolar AS turun 11 persen.

Sebaliknya, smartphone di kisaran 500 sampai 699 dolar AS justru tumbuh 74 persen, dan segmen di atas 700 dolar AS naik 18 persen. Pola ini konsisten di kedua laporan: kenaikan biaya komponen bikin produsen menaikkan harga, dan pembeli di segmen bawah paling kena dampaknya karena lebih sensitif terhadap harga.

Angka Ini Artinya Apa Buat Kamu yang Lagi Cari HP Baru

Kalau kamu incar HP di kelas harga di bawah Rp2,66 juta, artinya stok dan pilihan model baru di segmen itu kemungkinan makin terbatas, karena produsen sendiri melihat permintaan di situ turun paling dalam dibanding segmen lain.

Baca Juga:  XLSmart Naikkan Investasi Jaringan ke Rp20 Triliun, Ini Efeknya buat Sinyal XL, AXIS, dan Smartfren

Sebaliknya, kalau budget kamu di kisaran Rp8,8 juta ke atas, kamu ada di segmen yang justru paling ramai persaingannya sekarang, karena di situlah pengiriman tumbuh paling tinggi. Ketersediaan produk yang lebih baik dan promosi pertengahan tahun ikut membantu Samsung menangkap sebagian permintaan itu, di samping performa lini flagship-nya.

Pertumbuhan 6 persen ini bikin Samsung mempertahankan posisi nomor satu di Asia Tenggara, tapi itu terjadi di tengah pasar yang total pengirimannya turun 15 persen. Artinya, kenaikan pangsa pasar Samsung sebagian juga karena pesaing seperti Oppo mengalami penurunan lebih dalam, bukan cuma karena permintaan terhadap produk Samsung naik drastis secara mandiri.

Berita Terkait

Teknologi · Counterpoint Research