Pengiriman smartphone di Asia Tenggara turun 15 persen secara tahunan pada kuartal II 2026, periode April sampai Juni. Di tengah penurunan itu, cuma satu merek besar yang pengirimannya justru naik: Samsung, dengan kenaikan 6 persen.
Angka ini berasal dari laporan Counterpoint Research yang dirilis Selasa, 25 Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan Suara.com. Kenaikan pengiriman itu membuat pangsa pasar Samsung di kawasan naik dari 19 persen jadi 24 persen dibanding kuartal II 2025.
Siapa Naik, Siapa Turun
Di luar Samsung, posisi empat merek besar lain di Asia Tenggara berubah tipis sampai signifikan dibanding tahun lalu.
| Merek | Pangsa Pasar Q2 2025 | Pangsa Pasar Q2 2026 |
|---|---|---|
| Samsung | 19% | 24% |
| Xiaomi | 18% | 18% |
| Oppo | 22% | 17% |
| Transsion | 14% | 15% |
| Apple | 8% | 9% |
Oppo mencatat penurunan pengiriman paling tajam di antara lima besar, turun 34 persen secara tahunan, menurut data yang dikutip Selular. Xiaomi relatif bertahan di pangsa yang sama, sementara Transsion dan Apple sama-sama naik tipis.
Kenapa Segmen Harga Bawah yang Paling Kena Dampak
Penurunan pasar ini tidak terjadi merata di semua kelas harga. Smartphone di bawah 150 dolar AS, sekitar Rp2,66 juta, pengirimannya anjlok 38 persen secara tahunan. Segmen 250 sampai 499 dolar AS turun 11 persen.
Sebaliknya, smartphone di kisaran 500 sampai 699 dolar AS justru tumbuh 74 persen, dan segmen di atas 700 dolar AS naik 18 persen. Pola ini konsisten di kedua laporan: kenaikan biaya komponen bikin produsen menaikkan harga, dan pembeli di segmen bawah paling kena dampaknya karena lebih sensitif terhadap harga.
Angka Ini Artinya Apa Buat Kamu yang Lagi Cari HP Baru
Kalau kamu incar HP di kelas harga di bawah Rp2,66 juta, artinya stok dan pilihan model baru di segmen itu kemungkinan makin terbatas, karena produsen sendiri melihat permintaan di situ turun paling dalam dibanding segmen lain.
Sebaliknya, kalau budget kamu di kisaran Rp8,8 juta ke atas, kamu ada di segmen yang justru paling ramai persaingannya sekarang, karena di situlah pengiriman tumbuh paling tinggi. Ketersediaan produk yang lebih baik dan promosi pertengahan tahun ikut membantu Samsung menangkap sebagian permintaan itu, di samping performa lini flagship-nya.
Pertumbuhan 6 persen ini bikin Samsung mempertahankan posisi nomor satu di Asia Tenggara, tapi itu terjadi di tengah pasar yang total pengirimannya turun 15 persen. Artinya, kenaikan pangsa pasar Samsung sebagian juga karena pesaing seperti Oppo mengalami penurunan lebih dalam, bukan cuma karena permintaan terhadap produk Samsung naik drastis secara mandiri.