TERKINI
Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam/// Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam///
Laptop

Google Rilis Googlebook, Laptop Berbasis Android Dibanderol Mulai USD 899

Google mulai memasarkan lini laptop berbasis Android bernama Googlebook seharga USD 899 sampai USD 1.299, hasil kolaborasi dengan Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo. Sistem operasi barunya menggabungkan Android dengan elemen ChromeOS dan menaruh Gemini langsung di inti OS, sementara harga dan tanggal masuk ke Indonesia belum diumumkan.

Berita.co – USD 899 adalah harga awal laptop baru Google yang menjalankan Android, bukan Windows atau ChromeOS seperti laptop Google sebelumnya. Angka itu jadi taruhan Google untuk meyakinkan orang bahwa Android sudah cukup matang dipakai di perangkat kerja, bukan cuma di ponsel.

Google resmi membuka pemesanan awal untuk lini laptop bernama Googlebook pada pekan ini, dengan harga mulai dari USD 899. Laporan lain menyebut kisaran harganya USD 899 sampai USD 1.299 tergantung konfigurasi.

Kelima produsen mitra, yaitu Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo, dijadwalkan merilis model perdana mereka secara serentak pada 4 Oktober, dimulai dari pasar Amerika Serikat, disusul Kanada, Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, dan Australia sehari setelahnya.

Kenapa Android, Bukan ChromeOS

Selama lebih dari satu dekade, Google berulang kali mencoba menyatukan Android dan ChromeOS, termasuk dengan menjalankan aplikasi Android di dalam ChromeOS. Cara itu tidak pernah terasa mulus.

Sistem operasi baru bernama Googlebook OS membalik pendekatannya, alih-alih menambal ChromeOS dengan Android, Google membawa elemen terbaik ChromeOS ke dalam Android, seperti multitasking, dukungan banyak jendela, waktu boot cepat, dan pembaruan sistem yang mulus.

Buat kamu yang sehari-hari pakai aplikasi Android di ponsel, ini artinya aplikasi yang sama berpotensi jalan di laptop tanpa lapisan emulasi tambahan, karena keduanya memang satu basis kode.

Googlebook OS dibangun di atas kernel Linux dan mendukung arsitektur x86 maupun Arm sekaligus, jadi laptop dengan chip Intel maupun Qualcomm sama-sama bisa menjalankannya.

Spesifikasi yang Sudah Dikonfirmasi

Laptop Googlebook generasi pertama hadir dalam ukuran layar 13 sampai 15 inci, dengan RAM minimal 16GB. Sebagian besar varian memakai layar sentuh OLED, sasis logam, keyboard dengan lampu latar, dan pemindai sidik jari atau pengenalan wajah.

Dapur pacunya memakai prosesor Intel Core Ultra Series 3 Panther Lake dan Qualcomm Snapdragon X Elite, keduanya sudah membawa Neural Processing Unit (NPU) khusus untuk menjalankan beban kerja AI secara lokal, dengan rencana Google menambah pilihan chip MediaTek belakangan.

RAM 16GB terdengar standar buat laptop kelas menengah ke atas, jadi angka yang lebih menentukan buat pemakaian harianmu sebenarnya bukan kapasitas RAM-nya, melainkan NPU tadi.

NPU itu unit pemroses khusus buat tugas AI seperti mengenali objek di foto atau menjalankan model bahasa kecil, dan tugas seperti inilah yang paling sering dipanggil oleh fitur-fitur AI Googlebook. Tanpa NPU, fitur yang sama tetap bisa jalan, tapi harus bolak-balik ke server Google, yang berarti lebih lambat dan butuh koneksi internet stabil.

Google juga mengeklaim daya tahan baterai Googlebook bisa sampai 14 jam pemakaian aktif dalam sekali pengisian, dan menjanjikan pembaruan sistem berkala selama 10 tahun ke depan, jauh lebih panjang dibanding siklus dukungan laptop kebanyakan yang biasanya 3 sampai 5 tahun. Keduanya masih klaim resmi dari Google sendiri, belum diuji pihak independen.

Fitur AI: Magic Pointer dan Gemini di Inti Sistem

Salah satu fitur utama Googlebook OS adalah kursor pintar bernama Magic Pointer. Pengguna cukup menggoyangkan kursor di atas gambar atau teks di layar untuk memanggil Gemini, yang langsung membaca konteks yang ditunjuk dan menawarkan tindakan cepat, mulai dari memeriksa keaslian email, menyusun jadwal ke Google Calendar, sampai menganalisis konten di layar.

Cara kerjanya mengadopsi fitur Circle to Search yang sebelumnya sudah jalan di ekosistem Android ponsel. Direktur Senior Manajemen Produk Laptop dan Tablet Google, Alexander Kuscher, menyebut fitur ini lahir dari keluhan soal kursor tradisional yang tidak bisa mengekspresikan kebutuhan pengguna saat mengetik di obrolan bot AI.

Sebagian pemrosesan AI ini berjalan lokal di perangkat berkat NPU yang disebutkan tadi, sebagian lagi tetap butuh koneksi ke cloud. Google juga menambahkan fitur dikte bernama Rambler yang merapikan rekaman suara berantakan jadi teks terstruktur, serta akses langsung ke Gemini Spark dan Gemini Live tanpa instalasi tambahan.

Buat kamu yang juga punya ponsel Android, ada fitur Continue On yang memunculkan ikon aplikasi aktif dari ponsel ke bilah navigasi laptop, dan Quick Access untuk mencari dokumen di penyimpanan ponsel langsung dari laptop, tanpa perlu memegang ponselnya.

Sejauh ini penjualan awal Googlebook baru dikonfirmasi untuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, dan Australia, dimulai 4 Oktober. Harga dan tanggal ketersediaan untuk Indonesia belum diumumkan di laporan-laporan yang jadi rujukan artikel ini, begitu juga konversi harganya ke rupiah.

Angka USD 899 sampai USD 1.299 itu masih harga di pasar asal peluncuran, belum termasuk pajak impor atau penyesuaian harga lokal yang biasanya berlaku kalau produk ini masuk ke Indonesia.

Dorongan di balik peluncuran ini bukan cuma soal menjual hardware baru. Institusi pendidikan di seluruh dunia saat ini memakai sekitar 50 juta unit Chromebook, dan Google berniat mengarahkan basis pengguna sebesar itu masuk ke ekosistem Gemini secara bertahap.

Setiap pembelian Googlebook juga dibundel dengan langganan gratis Google One AI Premium selama satu tahun, termasuk penyimpanan cloud 5 terabita, plus akses YouTube Premium dan Adobe Photoshop selama tiga bulan.

Kepala Divisi Perangkat Keras Google, Rick Osterloh, menegaskan bahwa hardware yang baik layak dibayar mahal, sinyal bahwa Google tidak lagi mengejar laptop murah sekali pakai seperti era awal Chromebook.

Berita Terkait

Teknologi · Android