Laptop

Chip Memori Diproyeksi Langka sampai 2028, HP Dorong OmniBook Ber-AI Sekarang

Kalau kamu sedang menimbang beli laptop atau PC baru dalam waktu dekat, ada satu angka yang layak kamu perhatikan lebih dulu: kelangkaan chip memori global yang diproyeksikan masih berlanjut sampai 2028. Angka itu bukan sekadar proyeksi analis, tapi jadi dasar HP Indonesia menyarankan konsumen tidak menunda pembelian.

Kenapa Harga Laptop Bisa Naik Gara-Gara Chip Memori?

Menurut laporan kumparan.com, Consumer Personal System Category Manager HP Indonesia, Edo Jonathan Chandra, mengatakan kenaikan harga laptop dan PC sulit dihindari selama harga chip memori terus naik. Penyebabnya bukan dari sisi produksi laptop, melainkan dari alokasi pasokan memori yang makin banyak diserap data center dan server kecerdasan buatan (AI) sejak akhir 2025.

Server AI butuh memori dalam jumlah besar untuk memproses dan menyimpan data, jadi produsen chip memprioritaskan pasokan ke sana. Di Amerika Serikat, menurut Edo, konsumsi memori untuk server AI sudah menyerap porsi besar dari total pasokan. Dampaknya turun ke bawah, mengurangi ketersediaan komponen untuk perangkat konsumen seperti laptop dan PC.

“Banyak konsumen menanyakan kepada saya, kapan waktu terbaik untuk refresh PC atau perangkat elektronik? Waktu terbaiknya sekarang,” kata Edo Jonathan Chandra, Consumer Personal System Category Manager HP Indonesia.

Edo menyampaikan pernyataan itu di acara The OmniBook Clubhouse, Selasa, 1 September 2026. Ia mengutip proyeksi lembaga riset International Data Corporation (IDC) dan Samsung bahwa tekanan pasokan chip memori global bisa berlangsung sampai 2028.

Kalau proyeksi ini benar, konsumen yang menunda pembelian berpotensi menghadapi harga perangkat yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Meski begitu, Edo memastikan HP Indonesia masih punya stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam waktu dekat, jadi belum ada alasan panik soal ketersediaan barang.

OmniBook Baru Pakai Intel Core Ultra Series 3, Ini yang Berubah

Di hari yang sama, HP juga memakai momentum itu untuk mendorong lini laptop OmniBook yang membawa kemampuan AI lebih dalam ke cara kerja perangkat. President Director HP Indonesia, Juliana Cen, menyatakan di Jakarta, Selasa, 1 September 2026, bahwa pola penggunaan laptop sudah berubah jauh dibanding sebelumnya.

“Teknologi harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut, bukan justru menambah kompleksitas,” ujar Juliana Cen, President Director HP Indonesia.

Klaim itu didasari data HP Work Relationship Index 2025 yang dikutip oleh Suara.com:

  • 70 persen Gen Z dan 68 persen milenial di Indonesia punya side hustle di luar pekerjaan utama.
  • 94 persen pekerja berbasis pengetahuan di Indonesia sudah menggunakan AI, dan 50 persen di antaranya memakainya setiap hari.

Artinya, satu laptop sekarang dituntut merangkap banyak peran: kerja kantor, cari penghasilan tambahan, belajar, sampai bikin konten, kadang dalam hari yang sama. Untuk merespons pola itu, HP membawa portofolio OmniBook yang ditenagai Intel Core Ultra Series 3, dibanderol Rp10,899 juta sampai Rp30,999 juta.

Soal Intel Core Ultra Series 3 sendiri, ini generasi chip Intel yang punya unit pemroses khusus AI (NPU) di dalamnya. Fungsinya menjalankan tugas AI ringan, seperti pengenalan suara atau efek video real-time, langsung di perangkat tanpa selalu bolak-balik ke server cloud. Buat pemakaian sehari-hari, ini berarti tugas AI tertentu bisa jalan lebih responsif dan tidak selalu bergantung koneksi internet stabil.

Tapi generasi chip ini urusannya beda dengan krisis chip memori yang dibahas Edo di atas: satu soal prosesor AI, satu lagi soal pasokan memori (DRAM/NAND) yang jadi komponen terpisah. Kenaikan harga OmniBook ke depan, kalau terjadi, kemungkinan besar didorong oleh yang kedua, bukan oleh generasi prosesornya.

Yang Perlu Kamu Timbang Sebelum Beli

Dari dua kabar ini, ada satu benang merah: harga laptop hari ini kemungkinan lebih murah dibanding beberapa tahun ke depan, kalau proyeksi IDC dan Samsung soal krisis memori sampai 2028 benar. Rentang harga Rp10,899 juta sampai Rp30,999 juta untuk OmniBook juga jadi acuan kasar berapa besar variasi harga laptop AI generasi ini, dari kelas pemula sampai kelas atas.

Beli sekarang berarti kamu mengunci harga sebelum kenaikan lanjutan, tapi belum tentu dapat generasi chip atau fitur AI paling baru di masa depan. Menunda berarti ada peluang dapat perangkat lebih baru, tapi dengan risiko harga yang lebih mahal kalau proyeksi kelangkaan memori itu benar terjadi. Tidak ada jawaban tunggal yang benar untuk semua orang, tergantung seberapa mendesak kebutuhan laptop kamu sekarang.

Roni Eka Setiawan

Roni Eka Setiawan

Editor

Menulis kanal Teknologi di Berita.co. Backend engineer di Airpaz, sebelumnya web platform engineer di Bank Rakyat Indonesia dan Kompas Gramedia, jadi spesifikasi dan komparasi gadget di sini ditulis dari sudut orang yang tiap hari bekerja dengan teknologinya.

linkedin.com View all articles