Teknologi

Acer Predator Atlas 7 Resmi Meluncur, DualPlay Mini Masih Sebatas Konsep Hybrid Laptop

Acer memperkenalkan dua handheld gaming baru dalam konferensi pers global next@acer di Berlin, Jerman, Rabu (2/9/2026). Predator Atlas 7 dengan nomor model PA07-I51 langsung diluncurkan sebagai produk resmi, bukan sekadar konsep. Project DualPlay Mini, di sisi lain, baru sebatas perangkat konsep yang menggabungkan fungsi handheld gaming dengan laptop mini.

Perbedaan status kedua perangkat ini penting kamu pahami sebelum menaruh ekspektasi. Selular melaporkan Predator Atlas 7 sudah resmi diluncurkan sebagai produk dengan spesifikasi lengkap, sementara DualPlay Mini belum punya kepastian soal spesifikasi final, harga, maupun jadwal ketersediaan.

Predator Atlas 7: Spesifikasi yang Menentukan Performa Harian

Predator Atlas 7 mengandalkan prosesor Intel Arc G3 Extreme dengan grafis Intel Arc B390, berjalan di atas Windows 11. Acer menyertakan dukungan langganan Xbox Game Pass, yang menambah katalog game siap main tanpa kamu harus membeli satu per satu.

Layarnya berukuran 7 inci, panel sentuh Full HD dengan refresh rate hingga 120Hz dan kecerahan maksimal 500 nits. Ada Variable Refresh Rate (VRR) yang menyesuaikan kecepatan penyegaran layar dengan keluaran grafis, jadi tampilan tetap mulus saat frame rate game naik turun. Lapisan Corning Gorilla Glass Victus dengan permukaan DXC dipakai untuk menahan goresan sekaligus mengurangi silau, dan Acer menyertakan pelindung layar tempered glass tambahan dalam paket penjualan.

Untuk kontrol, joystick Predator Atlas 7 memakai teknologi tunneling magnetoresistance (TMR) yang diklaim presisi tanpa dead zone dan tahan drift dalam pemakaian jangka panjang. Trigger-nya memakai Hall-effect analog, jadi tekanan yang kamu berikan ke tombol ikut menentukan input di game, berguna buat genre yang butuh kontrol analog halus seperti balapan.

Soal panas, Predator Atlas 7 memakai dua kipas: satu kipas logam Predator AeroBlade dengan 89 bilah setebal 0,1 mm, satu lagi berbahan plastik. Menurut klaim Acer, desain AeroBlade ini meningkatkan aliran udara hingga 10 persen, dibantu teknologi Vortex Flow yang mengarahkan udara panas keluar sasis lewat saluran internal bersudut. Klaim ini datang dari Acer sendiri, jadi hasil sebenarnya di pemakaian sehari-hari baru bisa dipastikan lewat pengujian independen.

Baterainya berkapasitas hingga 80 Wh, cukup besar untuk konsol genggam sehingga kamu bisa main lebih lama tanpa harus dekat colokan. Konektivitasnya mencakup dua port Thunderbolt 4 untuk docking dan output layar, slot microSD UHS-II untuk tambahan penyimpanan, Intel Killer Wi-Fi 7, dan Bluetooth 5.4. Ada juga pembaca sidik jari di tombol daya yang mendukung Windows Hello, jadi kamu bisa login tanpa mengetik password tiap kali.

Untuk audio, ada dua speaker 2 watt dengan DTS:X Ultra dan dua mikrofon dengan teknologi Acer PurifiedVoice yang memakai AI untuk meredam kebisingan saat kamu voice chat. Semua pengaturan performa, pencahayaan RGB, dan mode gameplay bisa diatur lewat aplikasi PredatorSense.

Project DualPlay Mini: Konsep Hybrid Handheld dan Laptop Mini

Dari luar, DualPlay Mini terlihat seperti Predator Atlas yang sudah ada di pasaran, dengan layar 8 inci diapit tombol dan joystick. Bedanya baru terasa saat dibuka: di baliknya tersembunyi speaker dan keyboard fisik ala laptop, tanpa trackpad. Kompas.com menjelaskan bahwa Acer memakai mekanisme flip-and-swivel pada layarnya, sehingga panel bisa diputar dari depan ke belakang. Saat diputar ke belakang, layar itu diapit dua speaker di kiri kanan yang membentuk konfigurasi mirip sepasang sayap.

Konsep menggabungkan handheld gaming dan laptop bukan hal baru. Ayaneo, OneXPlayer, dan GPD sudah lebih dulu bereksperimen dengan perangkat serupa. Pendekatan Acer yang membedakan ada di keyboard yang disembunyikan di balik bentuk handheld, bukan ditempel terpisah.

Untuk kontrol gaming, DualPlay Mini juga memakai joystick TMR dan Hall-effect trigger, sama seperti yang dilaporkan pada Predator Atlas 7. Sistem pendinginnya memakai arsitektur dua kipas yang diadopsi dari Predator Atlas 8, terdiri dari kipas logam AeroBlade berbilah lebih tipis dan satu kipas plastik.

Ada satu detail yang menandai perangkat ini bukan sekadar konsep generik: tulisan “Acer 50 since 1976” dalam kode Morse di penutup bagian belakang, merujuk pada ulang tahun ke-50 Acer tahun ini.

Yang perlu kamu catat, DualPlay Mini masih berstatus perangkat konsep. Berbeda dari Predator Atlas 7 yang sudah diluncurkan sebagai produk, belum ada kepastian soal spesifikasi final, harga, atau kapan perangkat ini benar-benar dijual.

Perbandingan Singkat

 Predator Atlas 7 (PA07-I51)Project DualPlay Mini
StatusSudah diluncurkan sebagai produkMasih perangkat konsep
Ukuran layar7 inci, FHD, 120Hz8 inci, detail resolusi belum diungkap
Fungsi tambahanHandheld gaming Windows 11 dengan Xbox Game PassBisa berubah jadi laptop mini lewat mekanisme flip-and-swivel dan keyboard fisik tersembunyi
Harga dan ketersediaan di IndonesiaBelum diumumkan, cek situs resmi Acer IndonesiaBelum ada kepastian, masih tahap eksplorasi desain

Kalau kamu memang butuh handheld gaming yang sudah bisa dipesan sekarang, Predator Atlas 7 punya spesifikasi yang jelas untuk dijadikan pertimbangan, mulai dari layar 120Hz sampai konektivitas Thunderbolt 4.

Kalau yang menarik perhatianmu justru ide menggabungkan handheld dan laptop dalam satu bodi, DualPlay Mini baru sebatas preview desain, jadi belum bisa langsung kamu masukkan daftar belanja.

Acer sendiri menyebut spesifikasi, harga, dan ketersediaan kedua perangkat ini bisa berbeda tergantung kawasan. Untuk memastikan kapan dan dengan harga berapa perangkat ini masuk Indonesia, cek langsung situs resmi Acer Indonesia sebelum memutuskan.

Roni Eka Setiawan

Roni Eka Setiawan

Editor

Menulis kanal Teknologi di Berita.co. Backend engineer di Airpaz, sebelumnya web platform engineer di Bank Rakyat Indonesia dan Kompas Gramedia, jadi spesifikasi dan komparasi gadget di sini ditulis dari sudut orang yang tiap hari bekerja dengan teknologinya.

linkedin.com View all articles