Acer memperkenalkan sederet laptop baru sekaligus satu konsep perangkat gaming hybrid dalam ajang Next@Acer di Berlin, Jerman. Acara ini digelar bersamaan dengan pameran elektronik IFA 2026, awal September 2026.
Melansir Suara.com, Acer meluncurkan laptop Aspire G 3D 16 yang membawa teknologi layar 3D tanpa kacamata, bersama dua PC all-in-one Aspire S 27 dan Aspire S 24 untuk kebutuhan rumahan. Di ajang yang sama, Acer juga memperkenalkan laptop tipis Swift Blade 14 dan Swift Air 16, serta memamerkan konsep perangkat bernama Project DualPlay Mini.
Aspire G 3D 16, Layar 3D yang Tidak Butuh Kacamata

Istilah “3D tanpa kacamata” ini bisa membingungkan kalau kamu belum pernah lihat teknologinya langsung. Cara kerjanya, layar Aspire G 3D 16 dibekali dua kamera pelacak yang bisa mengubah konten 2D biasa menjadi tampilan 3D secara otomatis, dibantu aplikasi SpatialLabs 3D Hub bawaan Acer.
Layarnya berukuran 16 inci dengan resolusi WQXGA+ 3.840 x 2.400 piksel, refresh rate 120 Hz, dan cakupan warna 100% DCI-P3. Saat mode 3D aktif, resolusi turun jadi 1.920 x 2.400 piksel, konsekuensi wajar karena sebagian data gambar dipakai untuk menciptakan efek kedalaman.
Dari sisi dapur pacu, laptop ini mengandalkan prosesor AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan klaim performa hingga 126 TOPS dan grafis AMD Radeon 8060S. Memori LPDDR5x-8000 tersedia sampai 128 GB, penyimpanan SSD M.2 sampai 2 TB, baterai 99,9 Wh, plus konektivitas Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Buat kamu yang kerja dengan render video atau desain 3D, kombinasi RAM besar dan GPU terintegrasi ini yang lebih relevan dilihat, bukan sekadar angka TOPS-nya.
Aspire S 27 dan Aspire S 24, PC Rumahan Layar Sentuh

Selain laptop, Acer juga membawa dua PC all-in-one baru, Aspire S 27 dengan layar 27 inci dan Aspire S 24 dengan layar 23,8 inci. Keduanya memakai prosesor Intel Core 7 350 dan menjalankan Windows 11, dengan opsi layar sentuh yang mendukung stylus.
Aspire S 27 tersedia dalam panel QHD 120 Hz atau FHD 144 Hz, sementara Aspire S 24 hanya hadir dalam panel FHD 144 Hz. Refresh rate 144 Hz ini cuma berpengaruh kalau kamu memang memakai aplikasi atau game yang mendukungnya, bukan otomatis bikin komputer terasa lebih cepat. Kapasitas penyimpanannya sama sama sampai 1 TB SSD dengan RAM LPDDR5 sampai 16 GB, dilengkapi webcam FHD dengan privacy shutter, Wi-Fi 6E, dan Bluetooth 5.3.
Swift Blade 14, Laptop dengan Bobot 799 Gram

Angka yang jadi sorotan di lini Swift kali ini adalah bobot. Swift Blade 14 (SFB14-53CF) diklaim Acer punya berat 799 gram dengan ketebalan 12,9 mm, hasil dari sasis campuran magnesium aluminium dan serat karbon, tersedia dalam warna Marshmallow Blue dan Marshmallow White.
Di baliknya, laptop ini memakai prosesor Intel Core i7-350, RAM LPDDR5 12 GB, dan penyimpanan sampai 1 TB. Layarnya OLED resolusi 3K dengan cakupan warna 100% DCI-P3, rasio 16:10, rasio layar ke bodi 90 persen, dan bezel tipis 4,3 mm. Baterainya 50 Wh dengan tiga port USB 3.2 Gen 1 Type-C dan kamera FHD. Baterai sekecil ini jadi konsekuensi wajar dari bodi yang dipangkas seringan mungkin, jadi jangan berharap daya tahannya sama dengan laptop kerja yang lebih tebal.
Swift Air 16, Adik Swift Blade dengan NPU Khusus
Selain Swift Blade 14, Acer turut memperkenalkan Swift Air 16 berukuran layar 16 inci. Laptop ini memakai prosesor Intel Core 7 350 dengan NPU berkemampuan hingga 40 TOPS, RAM LPDDR5x sampai 16 GB, dan penyimpanan sampai 512 GB.
Ketebalannya 13,3 mm dengan bobot 1,5 kg, lebih berat dari Swift Blade 14 karena sasisnya memakai aluminium penuh, bukan kombinasi serat karbon. Tersedia tiga pilihan warna, Elemental Blue, Sage Green, dan Sandstone Gold.
Project DualPlay Mini, Konsep Handheld yang Bisa Jadi Laptop Mini
Berbeda dari perangkat lain yang sudah siap produksi, Project DualPlay Mini masih berstatus konsep. Menurut KOMPAS.com, Acer memamerkan perangkat ini di ajang IFA 2026, Rabu (2/9/2026).
Sekilas bentuknya mirip konsol genggam Acer Predator Atlas yang sudah dijual, dengan layar 8 inci diapit tombol dan joystick. Bedanya, di balik bodinya tersembunyi keyboard fisik tanpa trackpad dan sepasang speaker, yang bisa dimunculkan lewat mekanisme flip and swivel, layar diputar dari depan ke belakang. Dengan begitu, perangkat yang tadinya konsol genggam bisa berubah fungsi jadi laptop mini buat mengetik atau membalas e-mail.
Untuk kontrol gim, DualPlay Mini memakai joystick TMR dan Hall effect trigger yang menurut Acer bisa mengurangi keausan mekanis penyebab masalah drift dalam jangka panjang. Karena masih berstatus konsep, belum ada kepastian soal harga maupun kapan atau apakah perangkat ini akan benar benar dijual.
Bandingkan Tiga Laptop Baru Acer
| Model | Prosesor | Layar | Bobot / Ketebalan | RAM Maksimal |
|---|---|---|---|---|
| Swift Blade 14 | Intel Core i7-350 | OLED 3K, 100% DCI-P3 | 799 gram / 12,9 mm | LPDDR5 12 GB |
| Swift Air 16 | Intel Core 7 350 + NPU 40 TOPS | 16 inci | 1,5 kg / 13,3 mm | LPDDR5x 16 GB |
| Aspire G 3D 16 | AMD Ryzen AI Max+ 395 | 16 inci WQXGA+, 3D tanpa kacamata, 120 Hz | Belum diinformasikan | LPDDR5x 128 GB |
Belum ada satu pun laporan yang menyebut harga rilis maupun tanggal ketersediaan untuk kelima perangkat ini di pasar Indonesia. Kalau kamu berencana upgrade laptop dalam waktu dekat, informasi harga ini jadi variabel penting yang masih harus ditunggu.
Dari tiga laptop yang sudah siap produksi ini, tidak ada satu yang otomatis jadi pilihan terbaik. Swift Blade 14 lebih masuk akal buat kamu yang mengutamakan bobot ringan dan sering bepergian, tapi kapasitas RAM dan penyimpanannya lebih terbatas.
Aspire G 3D 16 lebih cocok buat kerja visual berat berkat RAM sampai 128 GB dan GPU terintegrasi yang lebih kuat, dengan konsekuensi bodi yang kemungkinan besar lebih berat dan lebih mahal dibanding laptop tipis macam Swift.
Swift Air 16 ada di tengah tengah, membawa NPU khusus AI tapi dengan kapasitas memori dan penyimpanan yang lebih terbatas dibanding Aspire G 3D 16.