Motor

Motor Listrik Nasional Ditarget Rp18 Juta, Ojol Masih Terganjal Kredit

Pemerintah tengah mematangkan skema harga untuk Motor Listrik Nasional (Molinas), dengan target awal Rp18 juta per unit. Sambil kajian itu berjalan, kamu sebenarnya sudah bisa membeli sejumlah motor listrik dengan harga Rp12 juta sampai Rp20 juta sekarang, meski pengemudi ojek online, salah satu segmen pengguna yang paling diincar, masih menghadapi hambatan teknis dan pembiayaan untuk beralih.

Menurut laporan Gridoto yang terbit Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 18.36 WIB, target Rp18 juta itu masih berupa simulasi awal dan belum final. Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Atong Soekirman, menyebut angka itu bisa berubah kalau ada penambahan spesifikasi tertentu.

Simulasi sebelumnya sempat berada di kisaran Rp20 juta, lalu ditekan mendekati Rp18 juta dengan asumsi produksi massal sampai 1 juta unit per tahun. Pemerintah juga memastikan akan ada skema insentif tambahan, meski besaran dan mekanismenya masih dibahas.

Motor listrik yang sudah tersedia sekarang, harga di bawah Rp20 juta

Kamu tidak perlu menunggu Molinas kalau mau beralih ke motor listrik dalam waktu dekat. Sejumlah model dengan harga di bawah Rp20 juta sudah beredar di pasar per akhir Agustus 2026, seperti dilaporkan Suara.com.

ModelJarak tempuhKecepatan maksimalHarga mulaiSkema
Alva N3 Next Gen140 km (dua baterai)80 km/jamRp16,5 jutaBEBAS PAS (langganan baterai)
Polytron Fox-20085 km70 km/jamRp12,1 jutaSewa baterai
Yadea GT20tidak disebutkantidak disebutkanRp15,5 jutatidak disebutkan
Yadea RS20tidak disebutkantidak disebutkanRp16,6 jutatidak disebutkan

Perlu kamu catat, sebagian model ini pakai skema sewa atau langganan baterai, jadi harga belinya bukan biaya total kepemilikan. Kamu tetap perlu menghitung biaya sewa baterai bulanan di luar harga unit. Pemerintah juga berencana memberlakukan kembali program insentif motor listrik baru mulai September 2026, yang berpotensi mengubah harga di atas.

Kenapa pengemudi ojol masih ragu pindah ke motor listrik

Di sisi permintaan, BPI Danantara Indonesia mengungkap dua hambatan utama yang membuat pengemudi ojol belum banyak beralih, seperti dijelaskan KOMPAS.com: masalah teknis kendaraan dan akses pembiayaan.

Managing Director Industrialization Danantara Indonesia, Ardy Muawin, menyebut motor listrik generasi awal kurang bertenaga di tanjakan, dan kapasitas baterainya belum memenuhi kebutuhan pengemudi yang menggunakan kendaraan sepanjang hari. Menurutnya, persoalan teknis ini kini mulai teratasi seiring pengembangan produk oleh produsen.

Hambatan yang dinilai lebih krusial ada di pembiayaan. Danantara mendapat masukan dari Grab bahwa banyak mitra pengemudi kesulitan lolos verifikasi kredit lewat BI Checking atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, padahal profil risiko kredit mereka sebenarnya rendah karena bekerja aktif setiap hari.

Bunga kredit motor saat ini berada di kisaran 30 sampai 40 persen, jauh lebih tinggi dibanding kredit mobil yang sekitar 12 persen. Diler pun cenderung mendorong konsumen mengambil skema kredit tertentu untuk mengejar bonus penjualan, kata Ardy.

“Credit risk-nya bisa kita turunkan, sehingga harapannya cost of money bisa rendah, sehingga kita akan men-stimulate demand dari sisi teman-teman konsumen,” ujar Ardy Muawin, dikutip Rabu, 26 Agustus 2026.

Untuk menjawab hambatan itu, Danantara menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyusun skema kredit yang lebih terjangkau, misalnya lewat cicilan harian dan sistem penonaktifan otomatis kalau pembayaran menunggak. Berdasarkan riset Danantara, motor listrik bisa memangkas biaya harian ojol sekitar Rp10.000 sampai Rp20.000 dibanding motor bensin, atau sekitar Rp500.000 per bulan kalau dihitung 25 hari kerja.

Jadi, tunggu Molinas atau beli motor listrik yang sudah ada?

Kalau kamu butuh motor listrik sekarang dan budget di kisaran Rp12 juta sampai Rp17 juta, model seperti Polytron Fox-200 atau Alva N3 Next Gen di atas sudah bisa jadi opsi, asal kamu sudah hitung biaya sewa baterai bulanannya di luar harga unit.

Kalau kamu masih bisa menunggu dan prioritasnya harga semurah mungkin, target Rp18 juta untuk Molinas layak dipantau, tapi jadwal dan skema insentifnya masih dalam pembahasan sehingga belum ada kepastian kapan unitnya benar-benar dijual ke publik.

Untuk kamu yang berprofesi sebagai ojol dan terkendala kredit, perkembangan skema pembiayaan lewat Himbara yang paling relevan diikuti sebelum memutuskan ganti kendaraan.

Rendy Andriyanto

Rendy Andriyanto

Administrator

Menulis kanal Otomotif di Berita.co. Praktisi SEO dengan pengalaman 8 tahun lebih di industri berita, otomotif, dan produk finansial, termasuk dua tahun menangani Hyundai Motorstudio Senayan Park dan membangun situsnya, hyundai.motorstudio.co.id.

linkedin.com View all articles