Otomotif

E20 dan B60 Dikebut, Ini yang Perlu Kamu Cek soal Bahan Bakar Kendaraanmu

Kalau kendaraanmu masih pakai bensin atau solar biasa, ada dua agenda bahan bakar yang perlu kamu pantau dalam beberapa tahun ke depan. Yang pertama soal bensin campuran bioetanol berkadar tinggi, E20, yang sosialisasinya diminta digencarkan. Yang kedua soal biodiesel, di mana B50 baru saja diluncurkan tapi pemerintah sudah menyiapkan lompatan ke B60 tahun depan.

Sekretaris Kompartemen Pengembang Industri di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Abdul Rohim, mengatakan sosialisasi E20 perlu masif supaya masyarakat paham cara memakai bahan bakar dengan kadar biofuel tinggi.

Pernyataan ini disampaikan di acara IndoEBTKE ConEx 2026 di Jakarta pada Kamis, 3 September 2026, seperti diberitakan Kompas.com pada 4 September 2026.

Kenapa sosialisasi ini penting buat kamu?

Menurut Abdul, tidak semua kendaraan punya kemampuan yang sama menampung bahan bakar berkadar bioetanol tinggi. Karena itu dia meminta ada penandaan yang jelas di setiap SPBU, supaya kamu sebagai pengguna tahu jenis bahan bakar mana yang cocok untuk mesin kendaraanmu dan tidak salah isi.

Dia juga mengusulkan agar bahan bakar fosil murni, yakni jenis N0 untuk bensin dan B0 untuk solar, tetap tersedia di SPBU. Skema ini disebut sebagai protection grid, khusus untuk kendaraan yang belum bisa memakai campuran biofuel berkadar tinggi.

Dampaknya ke performa dan konsumsi BBM

Ada alasan teknis kenapa harga dan performa perlu diperhatikan. Biofuel punya densitas energi lebih rendah dibanding bahan bakar fosil, artinya volume bahan bakar yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi yang sama jadi lebih banyak.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi performa kendaraan dan konsumsi bahan bakar, terutama begitu kadar bioetanol dalam bensin makin tinggi.

Karena itu Abdul menilai harga biofuel idealnya dipatok lebih rendah dari bahan bakar fosil murni, supaya selisih konsumsi bahan bakar itu bisa terkompensasi buat kamu di kantong.

Tahapannya bertahap, bukan langsung lompat ke E20

Pemerintah tidak langsung menerapkan E20. Tahap awal adalah E10, yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027, sebelum berlanjut ke E20 pada periode 2028 sampai 2029.

Untuk mendukung E20, pemerintah memperkirakan kebutuhan bioetanol mencapai sekitar 4 juta kiloliter per tahun, dihitung dari konsumsi bensin nasional yang mencapai sekitar 40 juta kiloliter per tahun.

Bahan bakunya direncanakan dari tebu, singkong, dan jagung, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada bensin impor.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat menyebut mandatori 20 persen etanol berpotensi memangkas impor bensin sampai 8 juta kiloliter. Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi BBM nasional saat ini berada di kisaran 1,6 juta barel per hari, setara 39 sampai 40 juta kiloliter per tahun, sementara produksi minyak domestik hanya sekitar 600 ribu barel per hari.

B50 sudah jalan, B60 menyusul tahun depan

Di sisi biodiesel, agendanya justru lebih cepat. Solar B50 baru saja diluncurkan dan penjualannya dijadwalkan mulai 1 Oktober 2026. Belum genap sebulan sejak peluncuran itu, pemerintah sudah bicara soal target B60 yang rencananya diterapkan pada 2027, dan saat ini masih tahap pengkajian kesiapan bahan baku serta industri pendukungnya.

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan target B60 itu disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran B50. Kementerian ESDM disebut mulai mengonsolidasikan kesiapan dari sisi hulu, termasuk ketersediaan crude palm oil atau CPO sebagai bahan baku biodiesel, sampai kemungkinan perluasan lahan sawit atau peningkatan produktivitasnya. Kabar rencana B60 ini dilaporkan Gridoto.

Rangkuman status tiap kadar campuran biofuel

Jenis bahan bakar Kadar campuran Status per 4 September 2026
Bensin E10 Rencana, ditargetkan mulai 2027
Bensin E20 Rencana lanjutan, ditargetkan 2028 sampai 2029, masih tahap sosialisasi
Solar / Biodiesel B50 Sudah diluncurkan, penjualan mulai 1 Oktober 2026
Solar / Biodiesel B60 Rencana, ditargetkan 2027, masih tahap kajian bahan baku

Yang perlu kamu cek sesuai jenis kendaraan

Kalau kendaraanmu berbahan bakar bensin, belum ada yang berubah dalam waktu dekat karena E10 saja masih ditargetkan 2027. Yang perlu kamu lakukan sekarang cukup memantau penandaan jenis bahan bakar di SPBU begitu tahapan itu mulai berjalan, supaya tidak salah isi.

Kalau kendaraanmu berbahan bakar solar, terutama kendaraan komersial atau niaga, B50 sudah lebih dekat karena penjualannya dijadwalkan mulai bulan depan. Ada baiknya kamu cek ke bengkel resmi atau diler apakah mesin kendaraanmu sudah kompatibel dengan kadar biodiesel setinggi itu, sebelum B60 menyusul di 2027.

Untuk kedua jenis kendaraan, poin protection grid yang diusulkan Gaikindo layak kamu tunggu kepastiannya. Kalau memang direalisasikan, bahan bakar fosil murni N0 dan B0 akan tetap tersedia bagi kendaraan yang belum kompatibel dengan campuran tinggi.

Rendy Andriyanto

Rendy Andriyanto

Administrator

Menulis kanal Otomotif di Berita.co. Praktisi SEO dengan pengalaman 8 tahun lebih di industri berita, otomotif, dan produk finansial, termasuk dua tahun menangani Hyundai Motorstudio Senayan Park dan membangun situsnya, hyundai.motorstudio.co.id.

linkedin.com View all articles