Pemerintah mulai memetakan jalur bahan bakar nabati untuk beberapa tahun ke depan. Biodiesel B60 ditarget jalan pada 2027, sementara campuran bioetanol 20% atau E20 ditarget berlaku pada 2029.
Di sela itu, Kementerian ESDM juga mengklaim Indonesia jadi pionir dunia untuk campuran biodiesel 50% atau B50 yang sudah berjalan sekarang. Semua pernyataan ini disampaikan pekan ini, awal September 2026.
B60 ditarget 2027, bahan bakunya belum sepenuhnya siap
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan, Presiden Prabowo Subianto sudah menyampaikan target implementasi B60 pada 2027 saat peluncuran B50. Pernyataan itu disampaikan Yuliot dalam siaran langsung YouTube Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Rabu (2/9/2026), dan dilaporkan Kompas.com keesokan harinya.
Kenaikan campuran dari 50% ke 60% otomatis butuh lebih banyak bahan baku nabati. Kementerian ESDM sedang mengonsolidasikan ketersediaan crude palm oil (CPO) di hulu, termasuk kemungkinan menambah luas tanam atau menaikkan produktivitas sawit. Kapasitas industri Fatty Acid Methyl Ester (FAME), komponen utama biodiesel, juga sedang disiapkan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut pemerintah masih mengkaji opsi menambahkan 10 persen Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) ke formulasi B60. Kendalanya soal biaya, harga HVO disebut 1,5 sampai 2 kali lipat harga FAME. Uji formulasi ini, menurut Eniya, baru mulai berjalan.
Klaim pionir B50, ini dasar perbandingannya
Eniya juga menyebut belum ada negara lain yang mencapai campuran biodiesel 50% seperti Indonesia. Ini klaim dari ESDM, bukan hasil verifikasi lembaga independen. Malaysia, menurut Eniya, baru mengumumkan B20 setelah sebelumnya menjalankan B15. Sejumlah negara Eropa masih di kisaran 7%, negara lain rata-rata sekitar 10%.
“Ini rekor dunia, jadi tidak ada di dunia yang mencapai 50% (biodiesel) dari campuran ini. Malaysia itu kemarin baru mengumumkan penerapan B20 setelah sebelumnya B15,” kata Eniya, dalam siaran langsung YouTube Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Rabu (2/9/2026).
Eniya menyebut tim bioenergi sudah menjalani enam bulan uji dan road test bersama untuk B50, dan datanya dibuka ke publik. Sejauh ini belum ada rincian metodologi road test itu yang dipublikasikan di dua artikel sumber, jadi klaim performa B50 sebaiknya kamu tunggu datanya secara resmi sebelum dijadikan pegangan teknis.
E20 ditarget 2029, ESDM masih menunggu pasokan bahan baku
Rencana campuran bioetanol 20% pada bensin belum bisa langsung jalan. Menurut laporan OtoDream, Eniya mengatakan pemerintah tidak ingin menetapkan target campuran tanpa memastikan pasokan bahan baku tersedia. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta dan dikutip Kamis, 3 September 2026.
Kalau E20 diterapkan untuk BBM sektor non-PSO, perhitungan sementara pemerintah butuh sekitar 20 pabrik bioetanol dengan kapasitas produksi minimal 40.000 kiloliter per tahun per pabrik. Revisi Perpres 40 soal gula dan bioetanol sedang dibahas untuk mencantumkan kebutuhan ini. ESDM juga tengah menyusun tiga skema Harga Indeks Pasar (HIP) berdasarkan bahan baku, yakni tetes tebu (molasses), singkong, dan jagung, karena biaya produksi tiap bahan baku beda.
Di sisi teknis kendaraan, pemerintah menyiapkan spesifikasi bukan cuma untuk E20, tapi sampai E100, supaya kendaraan dan sistem distribusi BBM bisa menyesuaikan diri secara bertahap. Eniya, dalam laporan Kompas.com yang sama soal B50, juga menyebut program bioetanol diarahkan menteri ESDM untuk bisa mulai berjalan pada 2028, setahun sebelum target mandatori E20 pada 2029.
Ringkasan target biofuel
| Program | Status/target tahun | Catatan |
|---|---|---|
| B50 (biodiesel 50%) | Berjalan saat ini | Diklaim ESDM sebagai pencapaian tertinggi dunia untuk campuran biodiesel |
| B60 (biodiesel 60%) | Target 2027 | Tergantung ketersediaan CPO, kapasitas FAME, dan keputusan soal tambahan HVO |
| Program bioetanol | Diarahkan mulai 2028 | Sesuai arahan Menteri ESDM, menurut Eniya |
| E20 (bioetanol 20%) | Target 2029 | Menunggu revisi Perpres 40, kesiapan pabrik, dan skema harga bahan baku |
Kalau kamu punya kendaraan diesel atau bensin, apa yang perlu dibandingkan
Semua target di atas masih berstatus rencana pemerintah, bukan kebijakan yang sudah pasti berlaku pada tanggal tersebut. Beberapa hal ini yang layak kamu pantau sebelum menganggapnya sebagai kepastian:
- Kompatibilitas mesin diesel kamu dengan campuran B60 kalau target 2027 benar-benar jalan, terutama soal rekomendasi pabrikan dan status garansi.
- Perkembangan harga HVO versus FAME, karena ini yang menentukan formulasi final B60 dan berpotensi memengaruhi harga solar campuran ke depan.
- Rilis resmi spesifikasi teknis E20 sampai E100 dari pemerintah dan pabrikan, sebelum menganggap kendaraan bensin kamu otomatis kompatibel.
- Progres pembangunan pabrik bioetanol, karena target 2029 sendiri disebut bergantung pada apakah sekitar 20 pabrik dengan kapasitas memadai itu benar-benar berdiri.
Kalau prioritas kamu adalah kendaraan diesel yang sudah kamu pakai sekarang, yang paling relevan dipantau adalah kepastian formulasi B60 dan rekomendasi resmi pabrikan soal garansi, karena itu yang punya dampak paling dekat ke 2027.
Kalau prioritas kamu adalah rencana beli mobil atau motor bensin baru dalam 3 sampai 5 tahun ke depan, yang lebih relevan dipantau adalah progres pembangunan pabrik bioetanol dan rilis spesifikasi E20 resmi, karena itu menentukan apakah kendaraan yang kamu beli nanti benar-benar siap dengan bahan bakar baru ini.