Travel & Wisata

Karhutla Jadi Bencana Terbanyak di Indonesia 2026, Ini yang Perlu Dicek Sebelum Aktivitas Outdoor

Kalau kamu lagi menyusun rencana kegiatan di luar ruangan dalam waktu dekat, terutama di Kalimantan atau wilayah yang biasa terdampak kabut asap, ada data yang sebaiknya kamu cek dulu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai jenis bencana paling banyak terjadi di Indonesia sepanjang 2026, dan dampak asapnya sudah menyeberang sampai memicu status darurat di Malaysia.

Menurut laporan Suara.com yang terbit Selasa, 8 September 2026, kondisi kabut asap di kawasan Serian, Sarawak, sempat membuat Indeks Pencemar Udara (IPU) menyentuh angka 302, kategori berbahaya bagi kesehatan. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut situasi itu sebagai alasan kenapa ASEAN perlu mengevaluasi ulang mekanisme penanganan kabut asap lintas batas.

Data BNPB: Karhutla Jadi Bencana Terbanyak Tahun Ini

Sekretaris Utama BNPB Rustian, dalam konferensi pers virtual Selasa (7/9/2026), menyampaikan bahwa Indonesia mencatat 1.730 kejadian bencana dari Sabang sampai Merauke hingga 7 September 2026. Karhutla menempati posisi teratas dengan 627 kejadian, lebih tinggi dibanding banjir yang tercatat 543 kejadian.

Di bawah dua jenis bencana itu, cuaca ekstrem tercatat 324 kejadian, tanah longsor 105 kejadian, dan kekeringan 101 kejadian. Gelombang pasang serta abrasi mencapai 14 kejadian, sementara bencana geologi berupa gempa bumi tercatat 13 kejadian dan erupsi gunung api tiga kejadian.

Rangkaian bencana ini juga merusak fasilitas publik dalam jumlah besar. BNPB mencatat 29.143 rumah rusak berat, 24.521 rumah rusak sedang, dan 57.869 rumah rusak ringan. Kerusakan turut menimpa 2.361 satuan pendidikan, 867 rumah ibadah, 230 fasilitas kesehatan, 751 kantor, dan 92 jembatan.

Asap Lintas Batas Bikin Malaysia Tetapkan Status Darurat

Di sisi lain perbatasan, dampak karhutla ini terasa nyata. Pemerintah Malaysia menetapkan status darurat kabut asap di seluruh wilayah Serian setelah kualitas udara di kawasan itu dinilai membahayakan kesehatan masyarakat, terutama balita dan anak-anak. Keputusan ini disetujui Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim atas nasihat Anwar Ibrahim dan Premier Sarawak Abang Johari Tun Openg, sebelum akhirnya dicabut kembali.

“Ada ruang untuk perbaikan. Saya pikir para menteri ASEAN harus memandangnya secara serius, karena ini mempengaruhi kehidupan, khususnya anak-anak, dan bayi, dan jika apa yang telah kita lihat di Serian itu sungguh membimbangkan,” kata Anwar Ibrahim.

Anwar meminta penyebab kebakaran lahan di Indonesia dikaji menyeluruh sebelum tuduhan diarahkan ke pihak tertentu. Ia juga menegaskan pemerintah Malaysia tidak akan melindungi perusahaan berbendera Malaysia jika terbukti terlibat pembakaran hutan di wilayah Indonesia, dan akan menghormati proses hukum yang berjalan di Indonesia.

Desakan evaluasi turut datang dari ASEAN Parliamentarians for Human Rights (APHR), yang menilai krisis kabut asap lintas batas ini sudah bergeser jadi darurat hak asasi manusia. Organisasi ini mendorong forum Konferensi Para Pihak untuk Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas di Da Nang, Vietnam, dipakai untuk menyusun kerangka hukum yang lebih tegas terhadap korporasi pemicu kebakaran lahan.

Kalau Kamu Tetap Mau Beraktivitas Outdoor, Ini yang Perlu Dicek

Dengan tren karhutla yang menjadi bencana paling sering terjadi tahun ini, wajar kalau kamu jadi lebih hati-hati sebelum menyusun agenda di luar ruangan, apalagi kalau rencana kamu ada di wilayah Kalimantan, Sumatera, atau daerah lain yang biasa kena dampak kabut asap musiman. Berikut beberapa hal yang sebaiknya kamu pastikan dulu di sumber resmi sebelum berangkat.

  • Cek kondisi kualitas udara terkini di wilayah tujuanmu lewat kanal resmi seperti Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau data pemantauan BMKG, bukan cuma dari media sosial.
  • Pantau status siaga karhutla dan titik panas di provinsi tujuanmu lewat kanal resmi BNPB atau BPBD setempat, terutama kalau rencana kamu di area yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.
  • Siapkan opsi cadangan agenda indoor kalau ternyata kualitas udara di lokasi tujuan masuk kategori tidak sehat, terutama kalau kamu bepergian bersama anak kecil atau lansia.
  • Update rencana kamu H-1 keberangkatan, bukan cuma sekali di awal, karena kondisi kabut asap bisa berubah cepat mengikuti arah angin dan cuaca.

Data karhutla di atas berasal dari catatan resmi BNPB per 7 September 2026, sementara perkembangan situasi di Malaysia dan desakan ke ASEAN mengacu pada laporan yang terbit 8 September 2026. Cek ulang perkembangan terbaru sebelum kamu memutuskan jadi berangkat atau tidak.

Rifaldy Elninoru

Rifaldy Elninoru

Editor

Menulis kanal Lifestyle di Berita.co. Founder Api.co.id, sebelumnya founding engineer lalu senior software engineer di Gotrade, dan backend engineer di Bank Rakyat Indonesia. Basisnya di Jakarta, dan tulisan Lifestyle-nya datang dari sudut pembaca yang sama-sama sedang cari rekomendasi praktis.

linkedin.com View all articles