TERKINI
Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang///
Edukasi Kripto

Apa itu Market Cap Kripto? Cara Menghitung Kapitalisasi Pasar Kripto

Market cap adalah harga aset kripto dikali circulating supply. Pahami bedanya dengan FDV lewat contoh hitung, perbandingan dengan saham, dan tiga salah kaprah saat membaca angka ini.

mengenal apa itu market cap

Berita.co – Dua koin dengan harga per keping yang sama bisa punya market cap yang berbeda jauh, dan di situ banyak pemula salah membaca angka di aplikasi. Market cap adalah nilai pasar total sebuah aset kripto, dihitung dari jumlah koin yang beredar dikali harga pasarnya.

Angka ini sering tampil paling atas di daftar koin, padahal ia hanya mengukur ukuran, bukan murah atau mahalnya sebuah aset. Artikel ini bagian dari seri edukasi kripto, dan kalau kamu baru mengenal token di blockchain, penjelasan tentang NFT bisa jadi titik awal.

Apa itu Market Cap?

Market cap aset kripto dihitung dengan mengalikan circulating supply dengan harga pasar yang berlaku. Rumusnya sederhana, yaitu market cap sama dengan harga per koin dikali jumlah koin yang beredar.

Menurut OJK dalam POJK 23/2025, aset kripto adalah representasi digital dari nilai yang dapat berupa koin digital, token, atau representasi aset lainnya. Artinya rumus market cap berlaku sama untuk koin maupun token, karena keduanya sama-sama punya harga dan jumlah unit.

Istilah yang perlu kamu pegang di bagian ini adalah circulating supply, yaitu jumlah koin yang beredar di pasar. Koin yang belum beredar tidak ikut dihitung, sehingga market cap hanya memotret bagian pasokan yang sudah ada di tangan pasar.

Tiga jenis supply yang perlu kamu bedakan

Aplikasi kripto biasanya menampilkan tiga angka pasokan, dan ketiganya sering tertukar. Masing-masing menjawab pertanyaan berbeda, jadi kamu perlu tahu angka mana yang dipakai dalam sebuah hitungan.

  • Circulating supply, yaitu perkiraan terbaik jumlah koin yang beredar di pasar.
  • Total supply, yaitu angka pasokan terpisah yang tidak sama dengan circulating supply maupun max supply.
  • Max supply, yaitu jumlah maksimum teoretis koin dikurangi koin yang terbukti sudah dibakar.
Baca Juga:  Crypto Halal atau Haram? Isi Keputusan Ijtima Ulama MUI dan Bedanya dengan Status Legal di Indonesia

Contoh batas pasokan yang paling dikenal datang dari Bitcoin. Menurut FAQ Bitcoin.org, jumlah bitcoin dirancang mencapai total 21 juta.

Angka 21 juta itu adalah batas desain, bukan jumlah yang sudah beredar, sehingga circulating supply Bitcoin tidak bisa melampauinya. Jarak antara batas desain dan jumlah beredar inilah yang nanti menentukan selisih antara market cap dan FDV.

Market cap vs fully diluted valuation (FDV)

FDV atau fully diluted valuation adalah nilai sebuah proyek bila seluruh pasokannya sudah beredar. Kalau market cap memotret koin yang beredar, FDV memotret kondisi ketika semua koin sudah dilepas ke pasar.

Ada satu hal yang perlu kamu perhatikan di sumber definisinya, karena halaman glosarium yang sama menulis rumus FDV sebagai total supply dikali harga. Namun contoh di halaman itu memakai max supply, yaitu market cap $10.000 dari 10.000 token seharga $1, dengan max supply 1 juta token sehingga FDV menjadi $1 juta.

Artikel ini menulis kedua versi apa adanya, karena sumbernya sendiri memakai keduanya. Contoh hitung di bawah memakai max supply sesuai contoh di halaman tersebut, sehingga hasilnya bisa berbeda untuk proyek yang total supply dan max supply-nya tidak sama.

Selisih besar antara market cap dan FDV berarti masih banyak token yang belum beredar. Token itu bisa masuk ke pasar mengikuti jadwal proyek, jadi FDV memberi gambaran ukuran proyek kalau semua pasokan sudah dilepas.

Contoh perhitungan market cap aset kripto

Bayangkan token rekaan bernama Token X yang dijual seharga Rp1.000 per token, dengan circulating supply 10.000.000 token dan max supply 100.000.000 token. Angka di tabel berikut adalah ilustrasi, bukan data koin nyata.

Baca Juga:  POJK 27 Tahun 2024: Isi Pokok Aturan Aset Kripto OJK dan Perubahannya lewat POJK 23 Tahun 2025
UkuranHitunganHasil
Market capRp1.000 x 10.000.000 token beredarRp10 miliar
FDVRp1.000 x 100.000.000 token max supplyRp100 miliar
Token belum beredar100.000.000 dikurangi 10.000.00090.000.000 token

Market cap Token X hanya sepersepuluh dari FDV-nya, karena baru 10% dari max supply yang beredar. Kalau sisa 90.000.000 token masuk ke pasar dan harganya tetap Rp1.000, market cap akan sama dengan FDV, yaitu Rp100 miliar.

Hitungan ini mengandaikan harga tetap, padahal harga bisa bergerak ketika pasokan bertambah. Jadi FDV lebih tepat dibaca sebagai ukuran pada harga yang sama, bukan sebagai ramalan nilai proyek.

Market cap juga bisa menyesatkan kalau kamu membandingkan aset dengan cara kerja berbeda, misalnya aset yang nilainya sengaja dipatok. Contohnya ada di penjelasan stablecoin adalah, karena harga per token di sana dijaga supaya tetap dekat dengan aset acuannya.

Beda market cap saham dan kripto

Istilah market cap juga dipakai di pasar saham, dan rumusnya mirip. Market cap saham dihitung dari harga saham dikali jumlah saham yang beredar.

Tabel berikut membandingkan keduanya dari sisi unit yang dihitung, pencatatnya, dan apa yang bisa berubah. Dua baris terakhir adalah penjelasan penulis untuk membantu membaca angka, bukan kutipan aturan bursa atau regulator.

AspekSahamKripto
RumusHarga saham x jumlah saham beredarHarga x circulating supply
Unit yang dihitungLembar saham yang beredarKoin atau token yang beredar
Siapa yang mencatat jumlah unitData perusahaan yang tercatat di bursaPenyedia data menghitung circulating supply sebagai perkiraan terbaik
Apa yang bisa mengubah jumlah unitAksi korporasi perusahaanJadwal pelepasan pasokan proyek, sampai batas max supply kalau proyeknya punya batas

Bedanya paling terasa di sisi pasokan, karena jumlah koin bisa bertambah mengikuti jadwal proyek. Pada saham, jumlah lembar yang beredar umumnya berubah lewat aksi korporasi, sehingga perubahannya lebih jarang terjadi.

Baca Juga:  Wallet Crypto Adalah: Cara Kerja, Jenis, Risiko, dan Cara Memilih yang Aman

Banyak orang juga bertanya berapa market cap saham yang bagus. Tidak ada angka tunggal untuk itu, karena besar kecilnya market cap baru bermakna kalau dibandingkan dengan aset sejenis dan tujuan kamu sendiri.

Salah kaprah membaca market cap

Angka market cap mudah dibaca, tetapi juga mudah disalahartikan. Tiga salah kaprah berikut layak kamu hindari, dan dua yang pertama adalah penjelasan penulis berdasarkan cara rumus market cap bekerja.

  1. Harga per koin rendah berarti murah. Koin seharga Rp1.000 bisa punya market cap lebih besar dari koin seharga Rp1 juta kalau jumlah beredarnya jauh lebih banyak, jadi lihat market cap dan supply-nya, bukan harga per keping.
  2. Market cap adalah uang yang masuk ke proyek. Angka ini hanya hasil perkalian harga terakhir dengan jumlah koin beredar, sehingga tidak sama dengan total dana yang benar-benar dibayarkan pembeli.
  3. Circulating supply adalah angka pasti. Penyedia data yang sama menyebutnya perkiraan terbaik dan memperkirakan sekitar 4 juta BTC sudah hilang permanen, sehingga koin yang benar-benar bisa berpindah tangan bisa lebih sedikit dari yang tercatat.

Market cap tidak memberi tahu apa pun soal izin tempat kamu membeli atau menyimpan aset kripto. Untuk itu, cek dulu apakah penyelenggaranya tercantum di whitelist penyelenggara perdagangan aset kripto berizin yang diterbitkan regulator tadi.

Pada akhirnya market cap berguna untuk membandingkan ukuran dua aset kripto dalam satuan yang sama, tetapi tidak cukup untuk menilai risikonya. Gabungkan angka itu dengan circulating supply, FDV, dan status izin penyelenggara sebelum kamu mengambil keputusan apa pun.

Artikel ini bersifat edukasi dan bukan nasihat keuangan, dan nilai aset kripto bisa naik maupun turun tajam. Kalau kamu memutuskan menyimpan aset kripto sendiri, pahami dulu cara kerja wallet crypto, karena tidak ada customer service yang bisa mengembalikan aset di dalamnya kalau kuncinya hilang.

Berita Terkait

Crypto · Kapitalisasi Pasar