TERKINI
Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026, MotoGP Group Kecewa meski Klaim Ada Jaminan Aman/// Wamenhaj Usul Non-Muslim Jadi Petugas Haji Teknis, MUI Batasi pada Tugas Lapangan/// Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November, Ini Tahapan Setelahnya/// KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Sidang Korupsi Bea Cukai/// Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Jadi Rp2.541.000 per Gram, Buyback Rp2.311.000/// Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026, MotoGP Group Kecewa meski Klaim Ada Jaminan Aman/// Wamenhaj Usul Non-Muslim Jadi Petugas Haji Teknis, MUI Batasi pada Tugas Lapangan/// Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November, Ini Tahapan Setelahnya/// KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Sidang Korupsi Bea Cukai/// Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Jadi Rp2.541.000 per Gram, Buyback Rp2.311.000///
Teknologi

Pendapatan Telkom Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Lini Data Kini Sumbang 63 Persen

Telkom membukukan pendapatan Rp113,5 triliun sepanjang Januari hingga September 2026, naik 3,5 persen. Lini data tumbuh lebih cepat dari total pendapatan, sementara ARPU seluler Telkomsel naik menjadi Rp45.400.

Direktur Utama Telkom Indonesia Nanang Hendarno.

Berita.co – Pendapatan konsolidasi Telkom Indonesia hingga kuartal III 2026 mencapai Rp113,5 triliun, naik 3,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka sembilan bulan itu diumumkan perseroan pada Senin, 2 November 2026, dan sebagian besar datang dari bisnis Data, Internet & IT Services senilai Rp71,5 triliun.

EBITDA tercatat Rp55,5 triliun, tumbuh 2,0 persen, dengan margin 48,9 persen. Laba bersih mencapai Rp14,4 triliun, sedangkan laba bersih normalisasi naik 3,9 persen menjadi Rp16,5 triliun.

Persentase pertumbuhan itu bisa dibalik untuk melihat besarnya tambahan. Pendapatan sembilan bulan 2025 berarti sekitar Rp109,7 triliun, sehingga tambahannya kira-kira Rp3,8 triliun dalam setahun.

Bisnis Data, Internet & IT Services sendiri bertambah sekitar Rp5,5 triliun dari kira-kira Rp66 triliun. Artinya, lini data tumbuh lebih besar dari total pendapatan, dan lini lain secara gabungan menyusut sekitar Rp1,7 triliun.

Dengan hitungan yang sama, lini data kini menyumbang sekitar 63 persen dari seluruh pendapatan Telkom. “Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal,” kata Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dalam siaran pers resmi Telkom.

ARPU Telkomsel naik 7,1 persen

Segmen B2C, yang mencakup layanan seluler dan internet rumah, membukukan Rp81,6 triliun atau naik 3,5 persen. Telkomsel mencatat pendapatan Rp82,9 triliun, naik 1,8 persen, dengan bisnis digital senilai Rp60,7 triliun atau sekitar 73 persen dari total pendapatannya.

ARPU, singkatan dari average revenue per user, adalah rata-rata pendapatan operator dari tiap pelanggan. Angka Telkomsel naik 7,1 persen menjadi Rp45.400, atau bertambah sekitar Rp3.000 dari kira-kira Rp42.400 setahun sebelumnya.

Kenaikan ARPU tidak sama dengan kenaikan tarif 7,1 persen untuk setiap pelanggan. Perseroan mengaitkannya dengan pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, dan strategi komersial untuk memperkuat monetisasi layanan seluler.

Baca Juga:  Telkomsel Gelar NextDev ke-12, Genjot Kurikulum AI di Tengah Pendanaan Startup Anjlok

Pendapatan dari setiap unit data yang dipakai pelanggan juga naik 6,5 persen. Secara rata-rata, pelanggan membayar lebih untuk tiap unit data dibanding tahun lalu, jadi membandingkan harga per GB antarpaket tetap berguna sebelum kamu membeli paket berikutnya.

IndiHome dan bisnis UKM mulai bertambah pelanggan

IndiHome membukukan pendapatan Rp19,1 triliun di tengah penataan basis pelanggan. Pada kuartal III 2026, jumlah pelanggannya naik 1,2 persen dibanding kuartal sebelumnya menjadi 9,63 juta.

Dari persentase itu, tambahannya sekitar 115 ribu pelanggan dalam satu kuartal. ARPU IndiHome juga naik 3,2 persen secara kuartalan menjadi Rp217.700, hampir lima kali ARPU seluler Telkomsel.

Segmen B2B ICT mencatat Rp11,2 triliun, naik 3,1 persen, dengan bisnis UKM tumbuh 10,2 persen menjadi Rp3,3 triliun. Pelanggan Indibiz, layanan konektivitas Telkom untuk pelaku usaha, bertambah 10,9 persen menjadi 771,1 ribu.

Data center dan kabel laut jadi andalan berikutnya

Segmen B2B Infrastructure naik 5,5 persen menjadi Rp7,1 triliun. Di dalamnya, NeutraDC mencatat pendapatan Rp1,39 triliun hingga September 2026, naik 17 persen, dengan EBITDA tumbuh 35 persen dan margin 40,9 persen.

Permintaan datang dari fasilitas di Singapura dan Cikarang, termasuk kebutuhan komputasi kecerdasan buatan lewat layanan Neutra Compute. NeutraDC menargetkan kapasitas hingga 400 megawatt dengan aspirasi 1 gigawatt, dan TelkomGroup sedang menjajaki mitra strategis untuk kemampuan teknis, akses pasar, dan pendanaan.

Segmen International naik 5,8 persen menjadi Rp8,9 triliun, didorong pendapatan jaringan yang melonjak 50,2 persen menjadi Rp1,37 triliun. Kabel laut ICE 1 sudah mendarat di Batam pada Juli 2026, sementara INSICA ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.

Belanja modal TelkomGroup mencapai Rp15,7 triliun, setara 13,8 persen dari pendapatan, dan 94,3 persen di antaranya mengalir ke B2C serta B2B Infrastructure. Pada 30 September 2026, pemisahan aset wholesale fiber ke InfraNexia rampung, sehingga lebih dari 90 persen aset jaringan grup kini terkonsolidasi di entitas itu.

Baca Juga:  Graha Merah Putih Bakal Dipakai BGN, Telkom Pastikan Masih Tahap Negosiasi

InfraNexia memakai model carrier-neutral dan open-access, artinya jaringan fibernya bisa dipakai banyak penyedia layanan tanpa terikat pada satu operator. Telkom kini makin bertumpu pada data dan pusat data, tapi kenaikan pendapatan per pengguna juga berarti rata-rata belanja pelanggannya ikut naik.

Berita Terkait

Teknologi · NeutraDC