TERKINI
Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam/// Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam///
Teknologi

Telkom Ganti Direktur Utama, Nanang Hendarno Gantikan Dian Siswarini

RUPSLB Telkom 30 September 2026 menunjuk Nanang Hendarno sebagai Direktur Utama baru, berbarengan dengan pemisahan aset jaringan fiber ke InfraNexia dan arahan Danantara untuk mempercepat streamlining anak usaha.

Berita.co – Telkom Indonesia merombak susunan direksinya lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 30 September 2026.

Nanang Hendarno, yang sebelumnya menjabat Direktur Network, naik posisi menjadi Direktur Utama menggantikan Dian Siswarini.

Pergantian ini berbarengan dengan agenda besar lain, yaitu pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity Telkom ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia.

Siapa Nanang Hendarno?

Nanang bukan nama baru di TelkomGroup. Ia menyelesaikan Sarjana Electrical Engineering di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 1991, lalu meraih gelar Master Space System Engineering dari Delft University of Technology, Belanda, pada 1997.

Rekam jejaknya di TelkomGroup terbilang panjang. Pada 2015 sampai 2016 ia menjabat Executive General Manager Divisi Service Operation di Telkom.

Dari 2016 sampai 2022 ia menjadi Chief of Technology di PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), lalu pada 2022 sampai 2025 menjabat CEO PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia.

Setelah itu ia kembali ke Telkom sebagai Direktur Network, posisi yang dipegangnya sampai RUPSLB kemarin.

Susunan Baru Direksi dan Komisaris Telkom

Selain posisi Direktur Utama, RUPSLB 30 September 2026 juga mengubah dua kursi direksi lain. Berikut susunan Direksi Telkom terbaru:

  • Direktur Utama: Nanang Hendarno
  • Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
  • Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
  • Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
  • Direktur Network: Budi Satria Dharma Purba
  • Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji
  • Direktur Wholesale & International Service: Radita Ali Putra
  • Direktur IT Digital: Kharim I. G. Siregar
  • Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana

Budi Satria Dharma Purba pindah dari Direktur Wholesale & International Service ke kursi Direktur Network yang ditinggalkan Nanang.

Kursi yang ia tinggalkan diisi Radita Ali Putra. Di posisi Direktur IT Digital, Kharim I. G. Siregar menggantikan Faizal Rochmad Djoemadi.

Di jajaran komisaris, Rionald Silaban dan Silmy Karim tidak lagi tercatat. Keduanya digantikan Edwin Hidayat Abdullah dan Anthony Leong, sementara Angga Raka Prabowo tetap menjabat Komisaris Utama.

Nasib Perampingan Anak Usaha Setelah Pergantian Direksi

Pergantian direksi ini terjadi saat Telkom masih menjalankan proyek perampingan anak usaha yang dimulai di era Dian Siswarini, yang menjabat Direktur Utama sejak Mei 2025.

Proyek itu sudah menutup 24 dari 58 anak perusahaan, dengan target akhir menyisakan 18 entitas saja.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, memastikan pergantian direksi tidak mengubah arah proyek ini.

“Jadi terkait dengan streamlining, nomor satu, istilahnya kalau dikatakan dampak harusnya hampir tidak ada karena ini sistemnya transparan dengan pergantian direksi,” katanya seperti dikutip CNBC Indonesia.

Ia menambahkan target penutupan anak perusahaan ke-19 dikejar pada kuartal keempat tahun ini, sedangkan 7 sisanya kemungkinan baru rampung pada 2027 karena melibatkan proses divestasi.

Arahan Danantara dan Agenda TLKM 30

Dalam konferensi pers usai RUPSLB, Nanang mengatakan belum ada gebrakan khusus dari sisi program kerja, tapi ada arahan langsung dari Danantara dan pemerintah untuk mempercepat eksekusi transformasi TLKM 30.

“Kami BOD Telkom akan melanjutkan fokus ke implementasi TLKM 30, yaitu Operational and Service Excellence, kemudian Streamlining, Unlock Value, dan Modus-Operandi Shift,” ujarnya, seperti dilaporkan detikInet.

Ia menyebut target dari Danantara dan pemerintah adalah mempercepat proses streamlining, idealnya rampung tahun ini meski kemungkinan berlanjut ke 2027.

Agenda TLKM 30 ini juga tercermin dari aksi korporasi yang disetujui di RUPSLB yang sama, yaitu pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia sebagai bagian dari penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2.

Lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom, termasuk sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic dan 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut domestik, dikonsolidasikan ke InfraNexia dengan nilai transaksi sekitar Rp85,7 triliun.

Lewat skema ini Telkom bergeser dari model Operating Holding menuju Strategic Holding, memisahkan fungsi pengelolaan portofolio dari operasional tiap entitas.

Berita Terkait

Teknologi · Danantara