TERKINI
Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam/// Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya Dipicu Kebocoran Gas Elpiji, 5 Orang Luka/// Konser Israel Houghton di Jakarta Dibatalkan, Visa Ditolak Pemerintah Indonesia/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam///
Teknologi

OpenAI Perkuat Lapisan Keamanan ChatGPT untuk Pengguna Remaja

OpenAI merinci sejumlah pengamanan tambahan ChatGPT untuk pengguna remaja, mulai dari prediksi usia sampai pengawasan orang tua, dan menjelaskan kenapa pendekatan keamanannya terus diperbarui.

Berita.co – OpenAI mempertegas lapisan pengamanan ChatGPT khusus untuk pengguna remaja, dengan pengaturan privasi dan keamanan yang otomatis aktif begitu sistem mendeteksi usia pengguna di bawah 18 tahun.

Penjelasan ini disampaikan dalam sesi media gathering di Jakarta pada Rabu, 30 September 2026.

Prediksi Usia Jadi Kunci Pengalaman yang Berbeda

Head of Policy Southeast Asia OpenAI, Sandy Kunvatanagarn, menjelaskan ChatGPT punya beberapa lapisan pembatasan yang berlaku untuk semua pengguna, lalu lapisan tambahan khusus kalau sistem mengenali penggunanya anak atau remaja.

Penentuan itu dilakukan lewat fitur prediksi umur, bukan sekadar form usia yang diisi manual.

Kalau sistem tidak tahu usia pengguna atau mendeteksi di bawah 18 tahun, pengguna otomatis masuk ke pengalaman ChatGPT untuk Remaja.

Di sana, jawaban soal topik sensitif, kekerasan, kekejaman, sampai penampilan diri atau citra tubuh dibuat lebih ketat dibanding pengalaman untuk pengguna dewasa.

“Perlindungan tambahan di konteks tersebut berarti kami akan memberlakukan ‘penjagaan’ khusus ketika berhubungan dengan topik-topik yang berkaitan dengan kekerasan, kekejaman, penampilan diri, dan hal-hal yang dianggap tidak pantas diakses anak-anak,” kata Sandy.

Bukan Cuma Soal Blokir, Ada Fitur Pendukung Orang Tua

Pendekatan ini dirancang supaya remaja tetap bisa memanfaatkan ChatGPT untuk belajar, bukan sekadar dibatasi aksesnya.

ChatGPT untuk Remaja dilengkapi Pengawasan Orang Tua yang memungkinkan orang tua menghubungkan akun mereka ke akun anak dan mengatur batasan, misalnya menonaktifkan fitur pembuatan gambar atau Voice Mode.

Ada juga Pengingat Istirahat dan Jam Tenang supaya remaja sadar kalau sudah terlalu lama memakai ChatGPT, plus Mode Belajar yang membuat ChatGPT menuntun cara berpikir ketimbang langsung memberi jawaban.

OpenAI mengklaim 9 dari 10 remaja yang memakai ChatGPT menggunakannya untuk belajar, bukan untuk hal yang disalahgunakan.

Klaim ini jadi dasar kenapa pendekatannya bukan menutup akses, melainkan menyesuaikan pengalaman sesuai usia.

PandAI untuk Keluarga, Jembatan Percakapan di Rumah

Di luar fitur produk, OpenAI juga meluncurkan panduan PandAI untuk Keluarga bersama platform edukasi parenting lokal, Good Enough Parents.

Panduan ini berisi Kartu mAIn, kartu percakapan yang bisa dipakai orang tua dan remaja untuk mulai ngobrol soal pemakaian AI di rumah.

Langkah ini merespons kesenjangan literasi yang nyata. Survei global UNICRI 2025 yang dikutip dalam sesi tersebut menunjukkan 44 persen orang tua merasa belum punya cukup pengetahuan untuk membimbing anak memakai AI dengan aman, 49 persen belum pernah bicara soal AI generatif ke anaknya, dan 40 persen mengaku tidak memantau sama sekali pemakaian AI anaknya.

Keamanan Dianggap Proses Berjalan, Bukan Target Sekali Selesai

Soal kenapa pengamanan terus direvisi, tercatat penjelasan Sandy bahwa kemampuan model AI naik sangat cepat, sehingga pendekatan keamanan juga harus diperbarui berkelanjutan, bukan selesai begitu satu model dirilis.

Menurutnya aspek keamanan masuk ke setiap tahap, mulai dari pelatihan model, post-training, pengembangan produk, sampai setelah model dirilis ke publik.

Penjelasan itu juga jadi jawaban OpenAI atas wacana memperlambat pengembangan AI karena risiko yang ikut naik seiring kemampuan model.

Sandy lebih menekankan proses keamanan yang berlapis ketimbang memberi jawaban langsung soal wacana perlambatan tersebut.

Berita Terkait

Teknologi · ChatGPT untuk Remaja