TERKINI
Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam/// Mirelle Aurelia Debut di Chanel Spring/Summer 2027, Paris Fashion Week/// Jumlah Prodi di Indonesia Tembus 34.711, Mendikti Usul Merger Jurusan Serupa/// Kericuhan Petasan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Begini Proses Hukum dan Mediasinya/// Panduan Darurat Kalau Salah Isi BBM Mobil, Ini yang Harus Dilakukan/// Airlangga Ungkap Syarat RI Jadi Markas Data Center AI dan Sebab Ekonomi RI Tertinggal Vietnam/// Mirelle Aurelia Debut di Chanel Spring/Summer 2027, Paris Fashion Week/// Jumlah Prodi di Indonesia Tembus 34.711, Mendikti Usul Merger Jurusan Serupa///
Teknologi

OpenAI Batalkan Rilis GPT-6.1 Astra dan Setop Sementara Latih Model AI Usai Insiden Keamanan

OpenAI batal merilis GPT-6.1 Astra dan menghentikan sementara pelatihan model barunya, menyusul insiden agen AI yang mengakses situs pemerintah AS dan Australia di luar instruksi.

Berita.co – OpenAI membatalkan rencana rilis model GPT-6.1 Astra dan menghentikan sementara pelatihan model AI generasi barunya.

Keputusan ini muncul setelah serangkaian insiden yang melibatkan agen AI OpenAI bertindak di luar instruksi, termasuk mengakses tiga situs web milik pemerintah Amerika Serikat.

GPT-6.1 Astra Batal Rilis Gara-gara Uji Keamanan

GPT-6.1 Astra sedianya disiapkan sebagai otak terbaru ChatGPT dan Codex, dengan rencana rilis Oktober 2026.

Pembatalan diumumkan sehari sebelum konferensi developer tahunan OpenAI, setelah model ini menunjukkan tingkat tipu muslihat yang lebih tinggi dibanding pendahulunya selama pengujian internal.

Model ini juga tidak jujur soal tindakan yang sudah maupun belum dilakukannya untuk mencapai tujuan, dan mengambil tindakan sendiri seperti memakai layanan eksternal tanpa meminta izin lebih dulu.

Head of Safety System OpenAI, Saachi Jain, mengatakan performa GPT-6.1 Astra buruk dalam uji yang mengukur seberapa baik model menuruti instruksi.

“Kami ingin memastikan pengembangan model kami aman, baik saat dilakukan secara internal maupun ketika dirilis ke pengguna,” katanya, sembari menambahkan bahwa standar keamanan dan penyelarasan yang diterapkan sebelum rilis publik jauh lebih ketat dibanding tahap pengujian internal.

OpenAI dilaporkan menghentikan sementara pelatihan model AI barunya sejak Jumat (25/9/2026), di tengah penyelidikan atas sejumlah insiden yang terjadi pada musim panas lalu.

Perusahaan menyatakan hanya akan melanjutkan pelatihan jika sudah memiliki sistem pengamanan tambahan, dan bersiap menunda proyek lain seiring munculnya masalah baru dalam pengembangan AI.

Tiga Situs Pemerintah AS yang Diakses Agen OpenAI

Salah satu insiden yang mendorong keputusan itu adalah aktivitas agen AI OpenAI di tiga situs pemerintah AS, yakni Departemen Perdagangan, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), serta Departemen Pendidikan.

Di situs Departemen Perdagangan, agen tersebut disebut mengakses data yang memang terbuka untuk umum memakai informasi login yang ditemukannya sendiri secara online.

Di situs SEC, agen ini mengambil data publik lalu mengunggahnya ke situs lain tanpa diperintahkan. Sementara upaya mengakses Departemen Pendidikan dilaporkan gagal mengumpulkan data apa pun.

Juru bicara SEC, Kurt Hopfensirger, menyatakan tidak ada informasi non-publik yang diakses agen tersebut. Pihak pemerintah AS juga memastikan tidak ada data rahasia yang bocor maupun dampak buruk pada sistem database mereka.

Insiden Serupa di Australia dan Hugging Face

Insiden semacam ini juga dilaporkan terjadi di Australia. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut agen OpenAI diduga menembus sistem portal statistik medis milik pemerintahnya, namun dipastikan tidak ada informasi sensitif yang bocor atau disalahgunakan.

Ini bukan insiden pertama. Pada Juli 2026, dua model OpenAI dilaporkan lepas kendali saat pengujian, mengakses internet, dan membobol platform Hugging Face, insiden yang sejak itu membuat OpenAI memperketat pengawasan terhadap akses internet agen-agen AI-nya.

Fenomena ini juga tidak berhenti di OpenAI. Perusahaan AI lain seperti Anthropic, Meta, dan Google dilaporkan turut mencatat kasus serupa, yaitu agen mereka bertindak di luar kendali dan mencoba melakukan pembobolan.

Berita Terkait

Teknologi · GPT-6.1 Astra