TERKINI
Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026, MotoGP Group Kecewa meski Klaim Ada Jaminan Aman/// Wamenhaj Usul Non-Muslim Jadi Petugas Haji Teknis, MUI Batasi pada Tugas Lapangan/// Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November, Ini Tahapan Setelahnya/// KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Sidang Korupsi Bea Cukai/// Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Jadi Rp2.541.000 per Gram, Buyback Rp2.311.000/// Yamaha Absen di MotoGP Qatar 2026, MotoGP Group Kecewa meski Klaim Ada Jaminan Aman/// Wamenhaj Usul Non-Muslim Jadi Petugas Haji Teknis, MUI Batasi pada Tugas Lapangan/// Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November, Ini Tahapan Setelahnya/// KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Sidang Korupsi Bea Cukai/// Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Jadi Rp2.541.000 per Gram, Buyback Rp2.311.000///
Bisnis

OPEC+ Tahan Target Produksi Minyak Desember 2026, Brent Ditutup Dekat US$118 per Barel

Tujuh anggota inti OPEC+ menahan target produksi Desember 2026 saat ekspor Teluk masih terganggu perang yang melibatkan Iran. Kuota 2027 baru diputuskan pada pertemuan 29 November.

Delegasi negara anggota OPEC duduk mengelilingi meja dalam sebuah pertemuan organisasi pengekspor minyak.

Berita.co – Tujuh anggota inti OPEC+ sepakat mempertahankan target produksi minyak untuk Desember 2026 dalam pertemuan daring pada Minggu, 1 November 2026. Keputusan ini mengonfirmasi ekspektasi pasar bahwa tidak ada penyesuaian kebijakan produksi lagi sampai tahun depan.

Ketujuh negara itu adalah Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman. Keputusan diambil saat ekspor dari kawasan Teluk masih terganggu akibat perang yang melibatkan Iran.

Sebagian besar anggota di kawasan Teluk masih memompa minyak jauh di bawah target yang sudah ditetapkan. Sebelum keluar dari OPEC pada Mei 2026, Uni Emirat Arab ikut dalam keputusan produksi bulanan bersama tujuh negara tersebut.

Brent ditutup di level tertinggi sejak April

Harga minyak naik lebih dari 2 persen pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Kontrak berjangka Brent pengiriman Desember, yang berakhir hari itu, ditutup naik US$2,76 atau 2,4 persen ke US$117,64 per barel setelah sempat menyentuh US$118.

Angka itu menjadi level penutupan tertinggi Brent sejak April. Pelaku pasar mengantisipasi potensi eskalasi perang yang melibatkan Iran setelah pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.

Kontrak Brent Januari, yang lebih aktif diperdagangkan, naik US$2,63 ke US$113,43 per barel. Selisihnya dengan kontrak Desember mencapai US$4,21 per barel, tanda pasar membayar lebih mahal untuk pasokan terdekat dibanding pasokan sebulan sesudahnya.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik US$2,12 atau 2,08 persen ke US$104,12 per barel. Dengan angka itu, Brent Desember diperdagangkan US$13,52 per barel lebih mahal dibanding WTI.

Ujian sebenarnya pada 29 November

Seluruh 21 anggota OPEC+ dijadwalkan bertemu pada 29 November 2026. Analis memperkirakan pertemuan tingkat menteri itu akan menetapkan kerangka dan kuota produksi 2027.

Baca Juga:  Coretax Disebut Tambah Basis Pajak RI hingga 2 Juta Wajib Pajak Baru

“Keputusan hari ini adalah keputusan yang mudah,” kata Jorge Leon, analis Rystad Energy, kepada Reuters. Ia menilai ujian yang jauh lebih penting datang pada 29 November, saat OPEC+ memutuskan kerangka produksi 2027.

Leon menyebut kelompok ini harus menyusun rencana di tengah ketidakpastian besar seputar perang AS dan Iran, kecepatan pemulihan arus lewat Selat Hormuz, dan besarnya surplus begitu pasokan yang terganggu kembali masuk. Badan Energi Internasional (IEA) dan sejumlah lembaga peramal lain sudah memperingatkan potensi kelebihan pasokan pada 2027 jika ekspor dari Teluk kembali normal.

Sisa pemangkasan dan tinjauan kapasitas

Sepanjang sebagian besar 2026, ketujuh anggota inti menaikkan target produksi secara bertahap. Pada September 2026, mereka merampungkan pencabutan bertahap pemangkasan pasokan 1,65 juta barel per hari yang disepakati pada 2023, lalu menahan target untuk Oktober, November, dan kini Desember.

OPEC+ masih menyisakan satu lapis pemangkasan lain sekitar 2 juta barel per hari. Pemangkasan ini mengikat sebagian besar anggota hingga akhir 2026.

Sebelum menetapkan baseline 2027, kelompok ini perlu merampungkan tinjauan kapasitas produksi tiap anggota pada kuartal keempat. Baseline itu akan menentukan kuota ke depan sekaligus rencana mencabut sisa pemangkasan.

Perang yang melibatkan Iran mengganggu sejumlah proyek perluasan kapasitas di Timur Tengah, sehingga estimasi produksi ke depan belum pasti. Tinjauan itu kini diperkirakan baru rampung paling cepat pertengahan November 2026.

Bagi kamu yang memantau harga energi, kuota Desember sudah terkunci, jadi arah harga jangka dekat lebih banyak ditentukan pemulihan ekspor Teluk. Kerangka produksi 2027 baru jelas setelah pertemuan 29 November.

Berita Terkait

Bisnis · Brent