Mentan Amran Yakin Harga Beras Turun Usai Pengoplos SPHP Ditindak, Selisihnya Rp4.500 per Kg
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga beras turun setelah polisi menindak pengoplosan beras SPHP. Ia belum menyebut seberapa besar penurunannya atau kapan terjadinya.
Berita.co – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga beras di pasaran akan turun setelah polisi menindak dugaan pengoplosan beras SPHP menjadi beras premium di Jakarta Timur. Ia belum menetapkan besaran penurunan maupun waktunya.
Amran menyampaikannya saat sidak di Pasar Induk Beras Cipinang, Rabu (28/10/2026), setelah lebih dulu meninjau sebuah toko beras di Matraman.
Selisih Rp4.500 per kilogram dari beras subsidi
Beras SPHP mendapat subsidi pemerintah sekitar Rp6.000 per kg dan seharusnya dijual Rp12.500 per kg. Setelah dikemas ulang sebagai beras premium, beras itu diduga dipasarkan hingga Rp17.000 per kg.
Selisihnya Rp4.500 per kg, atau 36 persen di atas harga yang semestinya kamu bayar untuk beras SPHP.
Di Toko/Rumah Beras Kayumanis, Jalan Kayumanis X, Matraman, ditemukan sekitar 600 ton beras yang diduga hasil penyalahgunaan, menurut siaran resmi Kementerian Pertanian. Dengan selisih Rp4.500 per kg, 600 ton itu setara potensi keuntungan sekitar Rp2,7 miliar dari satu lokasi saja.
Informasi awal mengarah ke gudang Bulog di Kelapa Gading sebagai asal beras, tetapi polisi masih mendalaminya. Amran menduga volume di Cipinang bisa mencapai ribuan ton jika praktik itu berjalan setiap hari.
Ancaman Amran memecat pegawai Kementan atau Bulog yang terlibat sudah muncul sejak temuan beras SPHP oplosan di Matraman.
Harga beras naik tipis, bantuan pangan dipercepat
Amran beralasan beras yang seharusnya dijual murah justru masuk pasar dengan harga premium.
“Turun enggak (harga beras) kalau ditangkapi kayak gini? Ya sudah, otomatis (turun),” ujar Amran.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya mengakui harga beras naik tipis, sekitar Rp100 per kg, karena musim paceklik dan kemarau. Untuk meredamnya, pemerintah mempercepat bantuan pangan 10 kg per bulan untuk Oktober, November, dan Desember yang disalurkan sekaligus sebanyak 30 kg.
Bantuan itu menyasar 33,2 juta keluarga di desil 1 sampai 4. Dengan 30 kg per keluarga, totalnya sekitar 996 ribu ton, mendekati angka 1 juta ton yang disebut pemerintah.
Stok melimpah, pengawasan jadi sorotan
Stok beras pemerintah kini sekitar 4,5 juta ton, sementara kapasitas gudangnya hanya sekitar 3 juta ton. Kelebihan 1,5 juta ton itu membuat pemerintah harus menyewa gudang tambahan.
Amran menyebut subsidi pangan 2026 mencapai Rp160 triliun, naik Rp16 triliun atau sekitar 11 persen dari Rp144 triliun pada 2025. Subsidi itu mencakup pupuk, traktor, dan beras SPHP lewat Perum Bulog.
Amran meminta kepolisian menelusuri seluruh rantai, mulai dari asal beras, lokasi pengemasan, jalur pemasaran, sampai pihak yang menikmati keuntungannya. Ia juga meminta pengawasan di Bulog dan Kementan diperiksa untuk melihat kemungkinan keterlibatan orang dalam.
Beras SPHP ditujukan untuk masyarakat desil 1 sampai 5. Pembeli beras premium bisa memakai harga SPHP Rp12.500 per kg sebagai patokan saat membandingkan harga, karena kasus ini menunjukkan kemasan premium bisa berisi beras subsidi.

