TERKINI
Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Polri Rekomendasikan Pencabutan Izin 23 Korporasi Terkait Karhutla Berulang///
Bisnis

BRI Hadirkan Dashboard ACS Pelindo di Qlola, Status Dana Jasa Pelabuhan Bisa Dipantau Real-Time

Dashboard Auto Collection Pelindo di Qlola by BRI menampilkan posisi dana jasa kepelabuhanan dalam tiga status: terbayar, ditahan, dan dirilis. Pengguna jasa juga bisa mengunduh data transaksi untuk rekonsiliasi.

Tampilan Dashboard Auto Collection Pelindo di platform Qlola by BRI untuk memantau status dana pembayaran jasa pelabuhan.
Foto: Suara.com

Berita.co – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menghadirkan Dashboard Auto Collection Pelindo di platform Qlola by BRI. Fitur ini dipaparkan pada Rabu (28/10/2026) untuk memantau pergerakan dana pembayaran jasa kepelabuhanan secara real-time.

Dashboard ini ditujukan untuk pengelola pelabuhan dan pengguna jasa. Pengguna jasa yang dimaksud mencakup perusahaan logistik, shipping, freight forwarding, eksportir, dan importir.

Tiga status dana dalam satu tampilan

Auto Collection System (ACS) adalah mekanisme penerimaan dan pengelolaan pembayaran secara otomatis. ACS Pelindo terhubung langsung antara Pelindo, BRI, dan pengguna jasa melalui Qlola by BRI.

Dashboard ini memecah posisi dana ke tiga status. Pelindo dan pengguna jasa sama-sama bisa memantaunya langsung.

StatusArtinyaLangkah praktis bagi pengguna jasa
Dana TerbayarPembayaran untuk layanan kepelabuhanan sudah berhasil dibayarkan.Cocokkan nominalnya dengan tagihan dan catatan keuangan internal.
Dana DitahanDana masih dalam penahanan sementara sesuai mekanisme dan ketentuan di lingkungan pelabuhan.Periksa persyaratan transaksi yang belum terpenuhi.
Dana DirilisDana sudah dilepas dari penahanan setelah seluruh persyaratan terpenuhi.Dana siap dialokasikan ke tahap berikutnya.

Data transaksi bisa diunduh untuk rekonsiliasi

Status Dana Ditahan menjadi sinyal bagi pengguna jasa untuk mengecek kelengkapan persyaratan. Dana baru dilepas setelah seluruh persyaratan itu terpenuhi.

Data transaksi di dashboard bisa dilihat dan diunduh dalam berbagai format digital. File unduhan itu dipakai untuk mencocokkan data transaksi dengan catatan keuangan perusahaan, sehingga selisih nominal bisa ketahuan lebih awal.

Pengguna jasa tidak perlu lagi menunggu konfirmasi untuk mengetahui posisi pembayarannya. Statusnya bisa dicek mandiri, apakah sudah tercatat, masih ditahan, atau sudah dirilis.

Dampak untuk pengelola pelabuhan

Bagi pengelola pelabuhan, dashboard ini menyatukan pemantauan transaksi pembayaran dan penerimaan dana harian. Pembayaran yang datang dari berbagai saluran tersaji dalam satu tampilan terpusat.

Baca Juga:  Stimulus Tiket Pesawat Nataru Resmi Berlaku, Ini Hitungan Hematnya

Karena ACS terintegrasi langsung dengan sistem perbankan BRI, setiap alur kas tercatat dalam laporan transaksi digital. Tujuannya, pencatatan lebih akurat dan proses administrasi lebih efisien.

Informasi lebih lanjut soal layanan ini tersedia di situs resmi Qlola by BRI.

Berita Terkait

Bisnis · BRI