Pertamina Patra Niaga Tambah 72 Mobil Tangki untuk Urai Antrean SPBU di Jatim, Sulut, dan Lampung
Pertamina Patra Niaga menambah 72 mobil tangki dengan kapasitas total 1.704 KL di tiga provinsi. Antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara sudah terkendali, sementara Lampung dan Gorontalo masih menurun.
Berita.co – PT Pertamina Patra Niaga menambah 72 mobil tangki di Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung untuk mengurai antrean panjang di SPBU. Per Selasa (27/10/2026), antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara sudah kembali terkendali, sementara antrean di Lampung dan Gorontalo masih dalam tren menurun.
Penanganannya mencakup percepatan distribusi, penguatan operasional terminal dan SPBU, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait.
Rincian tambahan armada per wilayah
Jawa Timur mendapat tambahan terbesar, yaitu 41 mobil tangki lewat skema spot charter dengan kapasitas total 1.184 kiloliter (KL). Sejumlah terminal di provinsi ini beroperasi 24 jam, dan 17 SPBU juga melayani 24 jam.
Di Sulawesi Utara, Pertamina Patra Niaga menambah 11 mobil tangki spot charter berkapasitas 200 KL. Jam operasional Integrated Terminal (IT) Bitung juga diperpanjang menjadi 24 jam.
Lampung mendapat 20 mobil tangki tambahan berkapasitas 320 KL. Pasokan ke provinsi ini juga ditambah lewat pengalihan 120 KL dari IT Palembang.
Jika dijumlahkan, kapasitas armada tambahan di tiga provinsi itu mencapai 1.704 KL, atau 1.824 KL bila pengalihan dari IT Palembang ikut dihitung. Kapasitas rata-rata per mobil tangki tambahan juga berbeda: sekitar 28,9 KL di Jawa Timur, 18,2 KL di Sulawesi Utara, dan 16 KL di Lampung.
Pasokan dialihkan, jadwal mobil tangki diatur ulang
Secara nasional, Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan. Pasokan dari terminal penyangga dialihkan bila perlu, dan jadwal mobil tangki diatur sesuai kebutuhan serta kondisi tiap wilayah.
Pemantauan berjalan sampai BBM diterima dan dibongkar di SPBU. “Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, Rabu (28/10/2026).
Pertamina Patra Niaga juga memperketat pengawasan distribusi dan pengaturan antrean di SPBU. Koordinasi dengan aparat penegak hukum dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.
Antrean belum tuntas di Lampung dan Gorontalo
Pemulihan belum merata. Lampung dan Gorontalo masih mencatat antrean meski trennya menurun, dan Pertamina belum menyebut target waktu antrean di dua provinsi itu kembali normal.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Bila kamu tinggal di wilayah yang masih mengantre, informasi pasokan bisa kamu tanyakan lewat Call Center Pertamina 135.

