TERKINI
Hari Kesehatan Nasional 12 November: Sejarah, dan Keistimewaannya/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Hari Kesehatan Nasional 12 November: Sejarah, dan Keistimewaannya/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari///
Laptop

RAM Makin Mahal, Harga Laptop Diproyeksikan Naik di 2027

RAM yang makin mahal karena rebutan pasokan dengan AI jadi alasan utama proyeksi kenaikan harga laptop di 2027. Dampaknya sudah terasa lebih dulu di data pengiriman PC global kuartal III 2026 yang anjlok 20,1 persen.

Berita.co – Harga RAM yang melonjak gara-gara rebutan pasokan dengan industri AI bikin laptop berpotensi makin mahal di 2027. Proyeksi ini muncul setelah pasar PC global tercatat anjlok 20,1 persen pada kuartal III 2026, penurunan kedua secara beruntun sepanjang tahun ini.

Menurut riset TrendForce yang dikutip pada 12 Oktober 2026, pengiriman laptop global pada 2027 awalnya diperkirakan cuma terkoreksi tipis, kisaran low-single-digit. Tapi kalau harga komponen utama seperti CPU dan DRAM terus naik, penurunan pengiriman bisa melebar sampai high-single-digit, sekitar 7 sampai 9 persen.

Penyebabnya ada di struktur biaya produksi. Pada kuartal III 2026, gabungan biaya CPU, DRAM, dan SSD sudah memakan 68 persen dari total biaya pembuatan atau bill of materials laptop mainstream seharga sekitar US$900, setara sekitar Rp16 juta.

Produsen praktis cuma punya tiga pilihan yang sama-sama berat, yaitu naikkan harga jual dan terima risiko permintaan turun, serap sendiri kenaikan biaya dan terima margin makin tipis, atau pangkas kapasitas RAM supaya biaya terkendali tapi daya tarik produk ikut turun.

Kenapa RAM Jadi Mahal: Rebutan Pasokan dengan AI

Fenomena ini punya nama sendiri di kalangan analis, yaitu RAMmageddon. Menurut data laporan IDC Quarterly Personal Computing Device Tracker, kebutuhan memori untuk infrastruktur AI naik pesat sehingga pasokan RAM buat perangkat konsumen seperti laptop dan PC ikut terbatas. Direktur Riset Perangkat Konsumen IDC, Jitesh Ubrani, menyebut kondisi ini sebagai alasan utama kenapa pasokan dan harga PC ikut tertekan.

Bukan cuma RAM. Riset TrendForce di atas juga mencatat komponen pendukung lain seperti PCB, MLCC, dan PMIC ikut tertekan akibat alokasi kapasitas produksi dan kenaikan harga bahan baku.

Baca Juga:  Apple Akui Layar Dalam iPhone Duo Bermasalah, Pemasok Engsel FineMTEC Membantah

Pasar PC Sudah Turun 20,1 Persen di Kuartal III 2026

Data IDC per Kamis, 8 Oktober 2026, mencatat pengiriman PC global hanya mencapai 62,7 juta unit pada kuartal III 2026, merosot 20,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini penurunan kedua secara beruntun di 2026, setelah kuartal II 2026 juga terkontraksi 3,8 persen.

Salah satu pemicunya adalah pola penumpukan stok. Sejumlah produsen PC sengaja memperbanyak persediaan di awal 2026 sebelum harga komponen makin mahal.

Strategi ini justru membuat stok menumpuk di jalur distribusi begitu masuk kuartal III, sehingga distributor lebih memilih menghabiskan stok lama ketimbang memesan unit baru.

Berikut posisi lima besar produsen PC global pada kuartal III 2026 berdasarkan data IDC.

ProdusenPengiriman (juta unit)Pangsa pasarPerubahan year on year
Lenovo14,923,8%-22,6%
HP10,316,5%-30,9%
Dell7,612,1%-25%
Apple5,99,5%-11,3%
Asus5,58,7%-8,6%

Apple dan Asus sama-sama ikut turun pengirimannya, tapi pangsa pasar keduanya justru naik, tanda mereka kehilangan unit lebih sedikit dibanding rata-rata pasar yang anjlok 20,1 persen.

Produksi Mulai Bergeser Balik ke China

Tekanan biaya komponen juga memaksa produsen menilai ulang strategi pemindahan pabrik ke luar China yang sebelumnya dilakukan untuk menghindari risiko geopolitik.

Biaya logistik dan rantai pasok di lokasi manufaktur baru ternyata lebih mahal, sehingga sejumlah produsen mulai mempertimbangkan membawa kembali kapasitas produksi ke China.

Porsi produksi laptop global di luar China diproyeksikan turun dari sekitar 24 persen pada 2025 ke 21 persen pada 2026, dan berpotensi di bawah 20 persen pada 2027.

Di sisi pasokan, kendala NAND Flash justru diproyeksikan mereda di paruh kedua 2027 seiring masuknya kapasitas produksi baru, meski pasokan DRAM diperkirakan tetap ketat karena produsen chip memprioritaskan kapasitas untuk server AI.

Baca Juga:  3.800 Guru Ikut Program AI Telkomsel, Hanya 12 yang Lolos ke Pelatihan Intensif

Kalau kamu lagi mempertimbangkan beli laptop baru, dua opsi ini sama-sama punya konsekuensi. Beli sekarang berarti kamu menghindari risiko kenaikan harga komponen di 2027, tapi belum tentu dapat diskon besar dalam waktu dekat karena stok yang menumpuk justru bisa bikin promosi makin agresif.

Menunggu beberapa bulan ke depan bisa membuahkan diskon dari distributor yang mau mengurangi stok lama, tapi risikonya unit baru dengan RAM dan SSD yang sama bisa lebih mahal begitu stok lama habis terjual.

Pilihan mana yang lebih masuk akal tergantung prioritas kamu, mengamankan harga sekarang atau menunggu promosi sambil memantau kabar pasokan RAM.

Berita Terkait

Teknologi · DRAM