El Nino Diproyeksikan Picu 451 Ribu Kematian Global hingga Februari 2027, Termasuk 19 Ribu di Indonesia
Climate Impact Lab memproyeksikan tambahan 240 ribu kematian akibat panas ekstrem selama September 2026 sampai Februari 2027, dengan total mencapai 451 ribu jika digabung sejak El Nino dimulai Juni. Indonesia diperkirakan menyumbang sekitar 19 ribu kematian pada periode enam bulan tersebut.
Berita.co – Sebuah proyeksi ilmiah menyebut sekitar 451 ribu orang di dunia berisiko meninggal akibat gelombang panas ekstrem yang dipicu El Nino, dihitung sejak fenomena ini mulai berlangsung pada Juni 2026 sampai Februari 2027.
Angka itu terdiri dari tambahan sekitar 240 ribu kematian yang diperkirakan terjadi khusus pada periode enam bulan ke depan, yaitu September 2026 hingga Februari 2027, ditambah estimasi kematian yang sudah terjadi sejak Juni.
Dari perkiraan tambahan pada periode enam bulan ke depan itu, sekitar 19 ribu kematian diproyeksikan terjadi di Indonesia.
Proyeksi ini berasal dari laporan Climate Impact Lab, lembaga riset di Universitas Chicago, yang dipublikasikan pekan ini dan pertama kali diberitakan luas oleh New Scientist.
Sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia pada Rabu (23/9), perhitungan tersebut didasarkan pada hubungan yang teramati antara suhu ekstrem dan peningkatan angka kematian di berbagai wilayah dunia.
Bagaimana Angka Ini Dihitung
Dasarnya adalah studi tahun 2022 yang membagi dunia menjadi 24 ribu wilayah, lalu memperkirakan hubungan antara suhu dan angka kematian untuk masing-masing wilayah. Hubungan itu membentuk kurva seperti huruf U, kematian melonjak baik saat suhu sangat dingin maupun sangat panas.
Bentuk kurva ini berbeda di tiap wilayah, tergantung kemampuan masyarakat dan infrastruktur setempat beradaptasi, termasuk akses ke pendingin ruangan.
Untuk laporan terbaru ini, tim peneliti menggabungkan pendekatan tersebut dengan prakiraan cuaca musiman dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts, sehingga menghasilkan estimasi tambahan kematian akibat El Nino untuk periode enam bulan ke depan.
Wilayah dengan Proyeksi Kematian Tertinggi
Afrika diperkirakan menjadi wilayah paling terdampak. Berikut proyeksi tambahan kematian di sejumlah negara untuk periode enam bulan ke depan, September 2026 sampai Februari 2027.
- Nigeria: lebih dari 30 ribu kematian tambahan
- Indonesia: sekitar 19 ribu kematian tambahan
- India: sekitar 16 ribu kematian tambahan
- Brasil: sekitar 13 ribu kematian tambahan
Laporan ini membagi populasi ke dalam tiga kelompok usia, yaitu anak berusia 4 tahun ke bawah, orang berusia 65 tahun ke atas, dan kelompok usia lainnya.
Ketiganya sama-sama terdampak, tetapi paling rentan adalah kelompok usia lanjut, disusul kelompok bayi. Keterangan ini datang dari Emily Grover-Kopec, Direktur Energy and Climate di Rhodium Group, yang ikut terlibat dalam studi tersebut.
El Nino Tahun Ini Diproyeksikan Jadi yang Terkuat dalam 1.000 Tahun
Menurut laporan yang sama, El Nino tahun ini diperkirakan terus menguat dan berpotensi menjadi yang terbesar dalam setidaknya 1.000 tahun terakhir.
Anomali suhu di Samudra Pasifik disebut sudah melampaui rekor sebelumnya, mencapai 3,05 derajat Celsius di atas rata-rata acuan periode 1991 sampai 2020, melewati rekor 3,02 derajat Celsius pada akhir November 2015.
Angka ini menggambarkan selisih suhu di wilayah pemantauan El Nino, bukan kenaikan suhu rata-rata seluruh Bumi. Tambahan panas dari El Nino, ditambah pemanasan global akibat aktivitas manusia, diperkirakan turut mendorong 2027 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat.
Para peneliti mengingatkan masyarakat untuk memastikan ketersediaan pasokan air yang cukup dan menyiapkan akses pendingin ruangan menjelang periode panas ini.
Lonjakan kematian akibat panas disebut lebih banyak ditemukan di belahan bumi selatan karena bertepatan dengan musim semi dan musim panas di wilayah tersebut, tetapi gelombang panas ini kemungkinan besar akan meluas ke belahan bumi utara seiring El Nino yang masih berlangsung hingga musim semi mendatang.
Hal ini disampaikan CNBC Indonesia pada Kamis (24/9), mengutip pernyataan Grover-Kopec bahwa angka kematian yang tinggi diperkirakan akan bergerak ke wilayah utara dan berpotensi makin besar dari proyeksi saat ini.
Perlu dicatat, seluruh angka di atas adalah proyeksi berbasis pemodelan cuaca musiman dan data historis, bukan kepastian.
Angka bisa berubah tergantung bagaimana El Nino berkembang dalam beberapa bulan ke depan, tetapi langkah antisipasi seperti memastikan pasokan air dan akses pendingin ruangan tetap relevan terlepas dari seberapa persis angka akhirnya nanti.
