Teknologi

XLSmart Naikkan Investasi Jaringan ke Rp20 Triliun, Ini Efeknya buat Sinyal XL, AXIS, dan Smartfren

XLSmart menaikkan panduan belanja modal (capex) jaringan tahun 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun. Tambahan dana ini dipakai untuk memperkuat infrastruktur jaringan, memperluas layanan 5G, dan mengoptimalkan dua pita spektrum, 700 MHz dan 2,6 GHz. Kenaikan ini diumumkan Jumat, 4 September 2026, di acara Media Gathering XLSmart 2026 di Surabaya.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys mengatakan tambahan investasi itu menopang pengoperasian lebih dari 265 ribu BTS. Angka BTS sebesar itu bukan cuma soal jumlah tiang pemancar bertambah.

BTS adalah stasiun pemancar yang menghubungkan HP kamu ke jaringan seluler. Semakin banyak dan semakin rapat BTS di satu wilayah, semakin kecil kemungkinan sinyal kamu drop saat pindah dari satu area ke area lain.

Dua pita spektrum, dua fungsi berbeda

XLSmart memakai kombinasi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, dan keduanya punya tugas yang tidak saling menggantikan. Spektrum 700 MHz punya frekuensi rendah, sehingga sinyalnya menembus dinding dan menjangkau area lebih luas termasuk pelosok. Ini yang dipakai XLSmart untuk memperluas jangkauan dan menaikkan penetrasi sinyal.

Spektrum 2,6 GHz frekuensinya lebih tinggi, jangkauannya lebih pendek tapi kapasitas datanya lebih besar. Pita ini yang diarahkan ke kawasan padat trafik, misalnya pusat kota dengan banyak pengguna aktif bersamaan.

Implikasinya buat kamu adalah kalau kamu tinggal di pinggiran atau daerah yang sinyalnya selama ini lemah, penambahan 700 MHz yang berdampak lebih terasa. Kalau kamu di kota besar dan sering mengeluh internet lemot pas jam ramai meski sinyal penuh, itu soal kapasitas, dan 2,6 GHz yang menjawab masalah itu, bukan sekadar tambah BTS.

Status 5G sekarang, bukan target masa depan

Sampai semester pertama 2026, layanan 5G XLSmart sudah tersedia di lebih dari 50 kota, didukung sekitar 15 ribu BTS 5G, dengan cakupan populasi nasional mencapai 23 persen.

Angka 23% ini penting dibaca apa adanya, artinya sekitar tiga dari empat orang di Indonesia masih berada di luar jangkauan populasi 5G XLSmart saat ini, meski kotanya mungkin sudah masuk daftar 50 kota tadi.

Kota tercakup tidak sama dengan seluruh warga kota itu otomatis dapat sinyal 5G, karena cakupan tetap bergantung pada sebaran BTS 5G di dalam kota tersebut.

Menurut Liputan6, Direktur dan Chief Technology Officer XLSmart Shurish Subbramaniam menjelaskan bahwa XL, AXIS, dan Smartfren tetap dijalankan sebagai merek terpisah untuk menyasar segmen pasar berbeda, tapi ketiganya kini berjalan di atas satu infrastruktur jaringan yang sama pasca-merger.

Buat pengguna, ini berarti tidak ada lagi perbedaan kualitas jaringan berdasarkan merek kartu SIM yang kamu pakai, karena performa jaringannya identik di baliknya, meski paket dan harga tiap merek tetap berbeda.

Pengakuan pihak ketiga dan target berikutnya

Kualitas jaringan XLSmart yang dipakai lewat layanan XL juga mendapat empat penghargaan dari analisis Speedtest Intelligence Ookla untuk semester pertama 2026, yaitu Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience di Indonesia. Ini pengukuran pihak ketiga, bukan klaim internal perusahaan, jadi jadi salah satu acuan yang bisa dibandingkan dengan operator lain.

Merza Fachys menyebut ambisi selanjutnya, mendorong peringkat kecepatan internet Indonesia di Asia naik dari posisi bawah ke papan tengah, bahkan idealnya masuk tiga besar. “Kita harapkan rating Indonesia dalam layanan internet akan meningkat, naik kepada ranking yang lebih atas,” kata Merza, sebagaimana dikutip CNBC Indonesia. Ini masih berupa target, belum ada tenggat waktu atau angka ranking spesifik yang disebutkan.

Kenaikan capex ke Rp20 triliun dan tambahan spektrum memang memperbesar kapasitas jaringan XLSmart secara keseluruhan.

Tapi dampaknya ke sinyal di HP kamu bergantung di kota mana kamu tinggal, apakah kamu masuk dalam 23% populasi yang sudah tercakup 5G, dan apakah area kamu termasuk yang diprioritaskan pembangunan 700 MHz atau 2,6 GHz lebih dulu.

Tidak ada jaminan semua pengguna merasakan kenaikan kualitas dalam waktu bersamaan, karena implementasinya dilakukan bertahap sesuai kebutuhan tiap wilayah.

Roni Eka Setiawan

Roni Eka Setiawan

Editor

Menulis kanal Teknologi di Berita.co. Backend engineer di Airpaz, sebelumnya web platform engineer di Bank Rakyat Indonesia dan Kompas Gramedia, jadi spesifikasi dan komparasi gadget di sini ditulis dari sudut orang yang tiap hari bekerja dengan teknologinya.

linkedin.com View all articles