Selisih 13 MP ke 50 MP pada kamera utama sebuah HP kelas entry-level kedengarannya seperti lompatan besar, tapi angka megapiksel yang naik empat kali lipat tidak otomatis berarti hasil foto empat kali lebih tajam. Itulah salah satu perubahan yang dibawa Xiaomi lewat Redmi 17C 5G, ponsel yang resmi diperkenalkan sebagai versi jaringan 5G dari Redmi 17C 4G yang lebih dulu meluncur Juni 2026.
Xiaomi resmi mengumumkan Redmi 17C 5G pada Selasa, 25 Agustus 2026, menurut laporan KOMPAS.com. Selain dukungan jaringan 5G yang jadi pembeda utama dari versi 4G, Redmi 17C 5G membawa tiga peningkatan yang langsung terasa dalam pemakaian sehari-hari, yaitu NFC, kamera, dan baterai.
Fitur NFC (Near Field Communication) memungkinkan kamu menempelkan ponsel ke pembaca kartu untuk mengecek atau mengisi saldo uang elektronik, atau membaca informasi dari kartu maupun tag yang mendukung NFC. Fitur ini absen di Redmi 17C 4G, sehingga kehadirannya di versi 5G jadi salah satu pembeda paling praktis, bukan sekadar tempelan spesifikasi di atas kertas.
Kamera naik kelas, tapi resolusi bukan segalanya
Kamera utama Redmi 17C 5G naik dari 13 MP ke 50 MP, ditemani satu kamera pendukung yang resolusinya belum diungkapkan Xiaomi. Kamera depan juga naik dari 5 MP ke 8 MP. Sensor beresolusi lebih tinggi biasanya membantu kualitas foto di kondisi cahaya cukup, tapi seberapa besar dampaknya di kondisi minim cahaya masih bergantung pada ukuran sensor dan software pemrosesan gambar, dua hal yang belum dirinci dalam pengumuman ini.
Kapasitas baterai naik dari 5.160 mAh ke 6.000 mAh, sementara pengisian daya naik dari 18 watt ke 33 watt. Xiaomi mengklaim baterai ini sanggup memutar musik hingga 105 jam, dan bisa terisi dari 0 ke 80 persen dalam sekitar 90 menit. Dalam pemakaian normal, kombinasi kapasitas lebih besar dan pengisian lebih cepat berarti kamu lebih jarang perlu mengisi daya sekaligus tidak perlu menunggu terlalu lama saat baterai hampir habis, meski hasil aktualnya tetap bergantung pada pemakaian harian masing-masing orang.
Dapur pacu dan layar
Redmi 17C 5G mengusung layar IPS LCD 6,9 inci dengan resolusi 1.600 x 720 piksel atau HD Plus, refresh rate hingga 120 Hz, touch sampling rate hingga 240 Hz, dan kecerahan hingga 810 nit dalam mode High Brightness Mode, menurut spesifikasi yang dirinci Teknologi.id. Resolusi HD Plus pada layar sebesar itu tergolong wajar untuk kelas entry-level, bukan titik jual utama.
Performanya ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6300, dibuat dengan fabrikasi 6 nm dan CPU octa-core berkecepatan hingga 2,4 GHz, dipadukan RAM LPDDR4X 4 GB dan penyimpanan UFS 2.2 berkapasitas 64 GB atau 128 GB yang bisa diperluas dengan microSD hingga 1 TB. Ada juga fitur Memory Extension hingga 8 GB yang meminjam sebagian ruang penyimpanan sebagai RAM tambahan, cara umum produsen menaikkan angka RAM di atas kertas tanpa menambah chip fisik. Ponsel ini berjalan di Android 16 dengan antarmuka HyperOS 3, dan mengantongi sertifikasi IP64 untuk ketahanan terhadap debu dan cipratan air.
Harga dan status di Indonesia
Redmi 17C 5G pertama kali diperkenalkan di Singapura dalam tiga pilihan warna, yaitu Black, Brown, dan Purple, dengan varian Brown memakai bahan kulit sintetis di bagian belakang. Harganya dibanderol mulai 279 dollar Singapura, sekitar Rp3,8 juta, untuk varian RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB. Harga tersebut berlaku di Singapura, dan sampai artikel ini ditulis Xiaomi belum mengumumkan kapan, atau apakah, Redmi 17C 5G akan masuk ke pasar Indonesia.
Dibandingkan Redmi 17C 4G, versi 5G ini jelas lebih lengkap dari sisi konektivitas, kamera, dan baterai. Tapi keputusan untuk menunggu versi ini masuk Indonesia atau memilih ponsel 5G lain yang sudah tersedia sekarang tetap tergantung kebutuhanmu, terutama karena harga dan tanggal rilis lokalnya masih jadi tanda tanya.