Status desil di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BPJS Kesehatan PBI, sampai rencana pembatasan pembelian Pertalite bersubsidi.
Kalau angka desil yang tercatat tidak sesuai kondisi ekonomi sebenarnya, ada dua kemungkinan buruk. Orang yang seharusnya berhak justru tidak kebagian subsidi, atau orang yang ekonominya sudah membaik masih tercatat sebagai penerima.
Kementerian Sosial memastikan data yang keliru itu bisa diperbaiki. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan hal ini pada Rabu, 2 September 2026, menanggapi keluhan masyarakat soal ketidaksesuaian status desil, seperti dilaporkan CNBC Indonesia.
“Kalau misalnya ada kekeliruan, ketidaktepatan sasaran, kita segera perbaiki. Pokoknya prinsipnya kita terbuka, sangat terbuka,” kata Saifullah Yusuf.
Pernyataan itu awalnya dikutip dari CNN Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pudatin Kesos) menyebut ada dua jalur sanggahan, lewat aplikasi Cek Bansos atau mendatangi langsung pemerintah desa dan dinas sosial setempat.
Cara mengubah data desil lewat aplikasi Cek Bansos
Kalau kamu memilih jalur digital, prosesnya berjalan lewat aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh di Google Play Store untuk Android atau App Store untuk iOS, seperti dijabarkan KOMPAS.com. Berikut tahapannya.
- Unduh aplikasi Cek Bansos, lalu buat akun kalau belum punya.
- Masuk memakai username dan password yang sudah dibuat.
- Pilih tombol “Usulkan Pembaruan”.
- Isi seluruh pertanyaan di formulir secara lengkap dan jujur.
- Tunggu petugas Pendamping Sosial datang untuk survei langsung ke rumah.
- Ikuti proses verifikasi sampai selesai.
Bagian yang perlu dicatat, pengajuan lewat aplikasi tidak langsung mengubah angka desil. Petugas pendamping sosial tetap harus memverifikasi kondisi rumah tangga secara langsung sebelum data diperbarui. Data hasil verifikasi itu lalu diserahkan ke Badan Pusat Statistik untuk pemeringkatan ulang.
Jalur offline lewat kantor desa
Bagi yang tidak nyaman memakai aplikasi, pembaruan data desil juga bisa diajukan dengan mendatangi kantor desa atau kelurahan tempat tinggal. Prosesnya sama, tetap melalui tahapan survei langsung oleh petugas.
Kamu juga bisa mengecek status desil yang sudah tercatat lewat laman cekbansos.kemensos.go.id, dengan memasukkan NIK, data wilayah sesuai KTP, dan kode verifikasi yang muncul di layar.
Arti angka desil, dari 1 sampai 10
Desil adalah sistem pengelompokan seluruh penduduk ke dalam 10 tingkatan kesejahteraan ekonomi, dari yang paling rendah sampai paling tinggi. Semakin kecil angkanya, semakin besar peluang mendapat bantuan sosial. Berikut pembagiannya menurut data resmi.
| Desil | Kategori ekonomi |
|---|---|
| 1 | Sangat miskin / ekstrem |
| 2 | Miskin |
| 3 | Hampir miskin |
| 4 | Rentan miskin |
| 5 | Transisi menuju kelas menengah |
| 6 sampai 10 | Kelas menengah sampai ekonomi teratas |
Angka ini bukan sekadar label. Untuk program KIP Kuliah 2026, misalnya, calon mahasiswa yang datanya masuk desil 1 sampai 4 di DTSEN mendapat prioritas sebagai penerima beasiswa. Rencana pembatasan Pertalite bersubsidi juga akan memakai batas desil tertentu sebagai acuan siapa yang masih boleh membeli.
Mengurus lewat aplikasi Cek Bansos lebih praktis karena bisa diajukan dari rumah, tanpa antre ke kantor desa. Tapi hasilnya tidak instan, karena petugas tetap harus datang survei sebelum status desil benar-benar berubah.
Mendatangi kantor desa langsung punya keuntungan sebaliknya, kamu bisa bertanya detail proses ke petugas saat itu juga, meski waktu yang dibutuhkan untuk datang dan menunggu antrean biasanya lebih lama. Pilihannya balik ke kebutuhan mana yang lebih cocok dengan waktu dan kondisi kamu.