ChatGPT, Claude, dan Grok kompak mengalami gangguan pada waktu yang nyaris bersamaan, Kamis malam (3/9/2026) waktu Indonesia. Gemini turut disebut bermasalah pada rentang waktu yang sama, meski laporan soal statusnya berbeda-beda antar sumber.
Sampai Jumat pagi WIB, penyebab pastinya belum dipastikan, baik oleh penyedia layanan maupun perusahaan cloud yang jadi tulang punggung mereka.
Kronologi gangguan tiga layanan AI
ChatGPT dan Codex, alat bantu coding milik OpenAI, mulai bermasalah sekitar pukul 21.43 WIB. Gangguan ini singkat, cuma sekitar 34 menit, dan OpenAI menyebut penyebabnya routing error yang berdampak ke seluruh platformnya.
Gangguan Claude jauh lebih panjang, sampai 3 jam 6 menit, baru pulih penuh sekitar pukul 23.16 WIB. Anthropic menyebut penyebabnya masalah infrastruktur, dengan dampak ke Claude.ai, Claude Code, Claude Cowork, sampai layanan API bisnisnya. Model Opus 4.8 dan Opus 5 jadi yang paling lama terdampak, sementara model Claude lain lebih dulu kembali ke error rate normal.
Grok ikut bermasalah, mulai diselidiki tim xAI sekitar pukul 20.30 WIB. xAI cuma menyatakan pihaknya sedang menangani masalah ini, tanpa merinci penyebabnya. Belakangan, sebagian layanan mulai pulih seiring menurunnya laporan pengguna, meski Grok tercatat masih melaporkan gangguan lebih lama dibanding ChatGPT.
Status Gemini masih simpang siur
Status Gemini jadi bagian paling simpang siur dari insiden ini. Google sendiri tidak pernah mengeluarkan pengumuman resmi soal gangguan pada Gemini, meski sempat ada lonjakan laporan masalah di waktu yang berdekatan dengan tiga layanan lain.
Sebagian laporan lain justru menyebut Gemini nyaris tidak terdampak dibanding ChatGPT, Claude, dan Grok.
Dugaan penyebab, dari Azure sampai teori serangan negara
Dugaan penyebab sempat mengarah ke Microsoft Azure, penyedia komputasi awan yang dipakai ChatGPT, Claude, dan Grok. Menurut CNN Indonesia, laporan gangguan di Azure juga sempat meningkat pada waktu yang sama, meski AWS, Google Cloud, dan Azure sama-sama tidak mencantumkan indikasi masalah apa pun di halaman status resmi mereka.
Pendiri Cardano sekaligus salah satu pendiri Ethereum, Charles Hoskinson, melontarkan teori berbeda. Ia menduga insiden ini bukan kegagalan teknis biasa, melainkan serangan yang menyasar ketergantungan ketiga layanan itu pada chip Nvidia.
“Kelihatannya ada negara yang menjatuhkan Claude, ChatGPT, dan Grok,” kata Hoskinson.
Ia berpendapat Gemini relatif aman karena Google memakai chip Tensor Processing Unit (TPU) buatan sendiri, bukan chip Nvidia seperti tiga pesaingnya. Klaim ini murni teori pribadi Hoskinson, belum ada konfirmasi resmi dari OpenAI, Anthropic, xAI, maupun Google soal dugaan serangan tersebut.
Data pemantau gangguan menunjukkan lonjakan laporan yang tajam. Menurut detikInet, laporan gangguan ChatGPT di DownDetector melonjak dari 5.000 jadi lebih dari 22.000 hanya dalam 10 menit, dengan puncak tembus sekitar 35.000 laporan.
Claude dan Grok masing-masing mencapai puncak sekitar 1.500 laporan, jauh lebih rendah dibanding ChatGPT.
Teori berbagi infrastruktur di Memphis
Ada satu teori lain yang belum dikonfirmasi resmi oleh perusahaan manapun. Menurut laporan itu, xAI dan Anthropic sama-sama memakai kapasitas komputasi dari pusat data Colossus 1 di Memphis, tempat SpaceX menyewakan kapasitasnya ke xAI sejak Februari lalu sebelum sebagian kapasitasnya disewakan lagi ke Anthropic.
Anthropic disebut memakai lebih dari 300 megawatt listrik lewat 220.000 chip Nvidia di fasilitas yang sama, hampir separuh dari total chip milik xAI yang mencapai sekitar 500.000 GPU.
Karena berbagi infrastruktur yang sama, gangguan yang menimpa keduanya nyaris bersamaan bisa jadi bukan kebetulan, meski belum ada satu pun perusahaan yang mengaitkannya secara resmi.
Insiden ini menegaskan risiko dari konsentrasi infrastruktur AI di segelintir penyedia cloud dan chip. Ketiga perusahaan tetap menyebut penyebab internal yang berbeda-beda untuk gangguan masing-masing, dan sampai laporan ini ditulis belum ada kepastian tunggal soal akar masalahnya.
Kalau kamu mengandalkan salah satu layanan ini untuk kerja sehari-hari, insiden ini jadi pengingat supaya tidak bergantung sepenuhnya pada satu platform AI saja.