TERKINI
Hari Kesehatan Nasional 12 November: Sejarah, dan Keistimewaannya/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari/// Hari Kesehatan Nasional 12 November: Sejarah, dan Keistimewaannya/// Cita Tenun Indonesia Bawa Tenun Lampung, Kalimantan Barat, dan Bangka ke Panggung Utama JFW 2027/// Silmy Karim Didakwa Peras Pemohon Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar, Terima Rp1,2 Miliar/// DJP Tegaskan PPN Pembalut Bukan Pajak Menstruasi, Begini Hitungannya/// Bos Bulog Bongkar Modus Pengoplos Beras SPHP, Borong 8 Ton dalam Dua Hari///
Mobil

Wanita Diduga Mabuk Nyetir Outlander Tabrak Pengemudi Pikap hingga Tewas di Surabaya

Kecelakaan di kawasan Alun-Alun Surabaya melibatkan pengemudi Outlander yang diduga mabuk dan tanpa SIM/STNK, menewaskan pengemudi pikap dan berujung status tersangka bagi pengemudi.

Kecelakaan lalu lintas di kawasan Alun-Alun Surabaya menewaskan satu orang pada Minggu dini hari, 23 Agustus 2026, sekitar pukul 03.30 WIB. Mitsubishi Outlander yang dikemudikan seorang perempuan berinisial ENR (32) menabrak RPK (25), pengemudi pikap Mitsubishi L300, saat korban sedang menaikkan barang ke kendaraannya yang terparkir.

Kronologi versi polisi

Menurut CNN Indonesia, yang mengutip keterangan Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya, kecelakaan berawal saat Outlander bernopol L 1049 OO melaju dari Jalan Taman Apsari ke arah utara menuju Jalan Gubernur Suryo. Di sekitar jalur itu, kendaraan sempat terlibat insiden lain sebelum akhirnya menabrak RPK di dekat Alun-Alun Surabaya. Polisi menyebut pengemudi kehilangan konsentrasi akibat pengaruh alkohol.

Video suasana di lokasi kejadian, yang memperlihatkan ENR beradu mulut dengan warga yang mengerumuni mobilnya, menyebar luas di media sosial dan membuat peristiwa ini jadi perhatian publik, seperti dilaporkan Gridoto. RPK, korban yang meninggal dunia, disebut sebagai pekerja event. Polisi menyatakan ENR sempat marah-marah ke orang-orang yang datang ke lokasi kejadian, namun tidak melawan petugas saat diamankan.

Status hukum ENR

Polisi menyebut ENR kini berstatus tersangka dalam kasus ini dan telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Hasil olah tempat kejadian perkara, menurut keterangan polisi, menunjukkan faktor kelalaian manusia sebagai penyebab utama, yakni mengemudikan kendaraan tanpa konsentrasi karena pengaruh alkohol.

Polisi juga menyebut ENR mengemudikan Outlander tanpa membawa SIM dan STNK saat kecelakaan terjadi. Semua keterangan ini masih berstatus temuan awal kepolisian dan berpotensi berkembang seiring proses hukum berjalan.

Kasus ini punya dua pelanggaran administratif yang berdiri sendiri dari soal alkohol: tidak membawa SIM dan tidak membawa STNK. Dua hal itu sudah bisa kena tilang meski tidak terjadi kecelakaan. Kalau berujung kecelakaan dengan korban jiwa, seperti dalam kasus ini menurut keterangan polisi, konsekuensinya naik ke ranah pidana, sejalan dengan status tersangka yang sudah ditetapkan untuk ENR.

Baca Juga:  Dealer Baru OMODA dan JAECOO di SCBD dan Bekasi, Mana yang Cocok untuk Kebutuhanmu?

Sisi asuransi yang perlu kamu tahu

Ini bukan detail yang disebut langsung dalam laporan kejadian, tapi relevan buat kamu yang punya kendaraan. Pada praktik umum polis asuransi kendaraan di Indonesia, klaim bisa ditolak kalau pengemudi terbukti tidak membawa SIM yang berlaku atau dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol saat kejadian.

Kalau kamu jadi pihak yang dirugikan dalam kecelakaan yang melibatkan pengemudi dengan kondisi seperti ini, proses ganti rugi ke pihak lawan bisa lebih panjang karena kasusnya sudah masuk ranah pidana, bukan sekadar klaim asuransi antar pihak.

Kalau kamu bertemu pengemudi yang terlihat tidak stabil di jalan, jaga jarak dan laporkan ke pihak berwajib lewat jalur resmi. Jangan mendekat atau mengerumuni kendaraan seperti yang terlihat dalam video yang beredar, karena itu berisiko buat kamu sendiri.

Kalau kamu yang mengemudi, pastikan SIM dan STNK selalu terbawa, dan jangan mengemudi dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol. Konsekuensinya, seperti yang terjadi dalam kasus ini, bisa mengubah status dari pelanggaran administratif jadi kasus pidana dengan korban jiwa.

Berita Terkait

Otomotif · Kecelakaan Lalu Lintas